9.6.20

BURNOUT SANG PENGHAMBAT PRODUKTIFITAS


BURNOUT SANG PENGHAMBAT PRODUKTIFITAS
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
 ARTIKEL PSIKOLOGI LINGKUNGAN UNTUK UJIAN AKHIR SEMESTER PSIKOLOGI LINGKUNGAN
Rr.Sekarlangit Ayuningtyas Rahawarin
18.310.410.1179



Dewasa ini orang sudah tidak asing lagi dengan istilah stres. Orang dapat mengalami stres di mana saja berada. Di dalam kehidupan rnmah tangga, seorang istri dapat merasakan stres yang berat ketika hams mengatur segala sesuatunya agar tampak rapi. Di perjalanan, orang merasakan stres saat terperangkap dalam kemacetan laIu Hntas yang berkepanjangan. Di tempat kerja. dengan kondisi pengap. bising, dan tingkat kompetitif yang sangat tinggi, karyawan dapat merasakan stres yang menyesakkan.  
Stres kelja didefinisikan sebagai suatu situasi yang tereipta dimana faktor terkait peker.jaan (work related factors) berinteraksi dengan faktor di dalam diri karyawan, dan mernbah kondisi fisiologis dan/atan psikologis sedemikian rnpa sehingga memaksa seseorang menyimpang dari fungsi normalnya (Bernardin, 1990). Di sini terHhat bahwa stres yang dirasakan seseorang mernpakan kndisi yang muneul dari perpaduan antara faklgr-faktor di dalam pekerjaan dengan faktor-faktor di dalam diri seseorang. Kondisi ini menyebabkan yang bersangkutan tidak clapa! berfungsi sebagaimana mestinya, sewaktu orang berada pada keadaan normal. Chestnut dkk. (1980) memberikan batasan b urnou t sebagai suatu proses yang dialami seorang anggota organisasi yang sebelumnya sangat committed terhadap organisasi tersisih dari pekeIjaannya sebagaI respon atas stres yang dialami di dalam pekeIjaan. Ahli lain mengatakan bahwa burnout adalah suatu sindrom kelelahan emosional , fisik, dan mental ditunjang oleh perasaan rendahnya self esteem, dan self efficacy, disebabkan penderitaan stres yang intens dan berkepanjangan (Baron dan Greenberg, 1990
Di dunia istilah burnout istilah barn yang digunakan untuk menunjuk satu jenis  stress(bernadin,1990). Bernardin menggambarkan burnout sebagai suatu keadaan yang mencerminkan reaksi emonsional orang yang pada pelayanan kemanusiaan dan bekerja erat pada masyarakat.  burnout merupakan sindrom kelelahan emosional dna sinisme yang muneu} di antara orang~orang yang bekelja pacta work", misainya: guru, perawat, pekelja sosiaI, dan konselor. (Muehinsky,1987) menjelaskan lebih jauh, di daIam suatu organisasi terdapat dua kekuatan yang berpengaruh di tempat kelja, satu kekuatan berasaI dari individu, dan yang lain berasal dari organisasi. Kekuatan yang berasaI dari individu ini antara lain faktor pribadL (misalnya: umur, jenis kelamin, suku), kemampuan, pengetahuan, ketrampilan yang dimilikL minat dan kepribadian. Semua itu merupakan input atau andil yang diberikan oleh seseorang kepada organisasi
Lalu bagaimanakah cara mencegah burnout?salah satu caranya adalah dengan melakukan  Career burnout pada umumnya teIjadi ketika seseorang mu1ai mempertanyakan nilai-nilai pribadinya. Orang tidak lagi merasa bhawa apa yang dikeIjakannya merupakan hal yang enting. Untuk mencegah peran negatih yang berkembang ke arab bUrJIout, maka supelVisor dan manajemen memegang pemnan yang.sangat penting untuk mengidentifikasi kemungkinan teIjadinya burnout dan penderitaan· yang akan menimpa katyawan. Narkevis, Compton, dan McCarthy (1993) menyarankan beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah burnout.
Langkah-Iangkah yang perlu dilakasanakan antara lain ialah: job redesign Langkah ini berupa"merancang kembali pekerjaan yang ada. agar tidak monoton. membosankan, dan menimbulkan kelelahanfisik maupun mental. Merancang kembali pekeIjaan dapat merubah pelaksanaan pekerjaan menjadi bervariasi, lebih memberi tantangan pada kemampuan katyawan, dan membuat pekerjaan bel3rti dalam prose seeara keseluruhan. Program pengembangan karir, program iDi peIlu diperkenalkan, sebingga katyawan dapat mengharapkan perkembangan pnOadinya, k:emampuannya, sesuai dengan tuntutan pekeIjaan, tanggung jawab, dan wewenang yang dimiJikinya Usaha lain ialah Performance Management Hal ini mengacu pada bagaimana manajemen dapat mempertahankan kineIja yang dapatdicapai oleh organisasi secam optimal. Program konsultasi dan umpan balik. Kegiatan ini dapat memberi keseD1p8tall1tadakaryawan untuk beIbagai rasa dengan orang lain, dan umpan balik merupakan aJat yang  dapat digunakan
Dari urian di atas dapat di simpulkan bahwa burnout salah stu dari stress kerja. Burnout  dapat terjadi di setiap lini pekerjan salah satunya adalah  dosen. Burnout adalah suatu sindrom kelelahan emosional , fisik, dan mental ditunjang oleh perasaan rendahnya self esteem, dan self efficacy, disebabkan penderitaan stres yang intens dan berkepanjangan. Cara mencegah burnout adalah dengan melakukan : job redesign Langkah ini berupa"merancang kembali pekerjaan yang ada. agar tidak monoton. membosankan, dan menimbulkan kelelahanfisik maupun mental. Merancang kembali pekeIjaan dapat merubah pelaksanaan pekerjaan menjadi bervariasi, lebih memberi tantangan pada kemampuan katyawan, dan membuat pekerjaan bel3rti dalam prose seeara keseluruhan
Referensi
Bernardin, H.J. 1993. Human Resources Management: An Experiential Approach.. McGraw-Hill Book. Coy. Singapore.
Haryanto F. Rosyid. Penghambat Produktivitas yang perm Dicermati ISSN 0854-7108



0 comments:

Post a Comment