15.6.20

BULLYING: INI CARA MENGATASINYA


Oleh :
 Poppy Intan Permatasari/ 19310410013
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Dosen Pembimbing: Dr. Arundati Shinta, MA.

Bullying sering dikenal dengan istilah pemalakan, pengucilan, serta intimidasi. Bullying merupakan perilaku dengan karakteristik melakukan tindakan yang merugikan orang lain secara sadar dan dilakukan secara berulang-ulang dengan penyalahgunaan kekuasaan secara sistematis. Perilaku ini meliputi tindakan secara fisik seperti menendang dan menggigit, secara verbal seperti menyebarkan isu dan melalui perangkat elektronik atau cyberbullying. Semua tindakan bullying, baik fisik maupun verbal, akan menimbulkan dampak fisik maupun psikologis bagi korbannya.
(sumber : kompas.com)
Dampak bullying pada korban diantaranya kesehatan fisiknya menurun, dan sulit tidur (Rigby dan Thomas dalam Sudibyo, 2012). Seorang korban juga cenderung memiliki psychological well-being yang rendah (Rigby dalam Sudibyo, 2012), seperti perasaan tidak bahagia secara umum, self-esteem rendah (Rigby dan Thomas dalam Sudibyo, 2013), perasaan marah, sedih, tertekan dan terancam ketika berada pada situasi tertentu (Rigby dan Thomas dalam Sudibyo, 2012). Secara psikologis, seseorang korban akan mengalami psychological distress; misalnya adalah tingkat kecemasan yang tinggi, depresi dan pikiran-pikiran untuk bunuh diri (Rigby dalam Sudibyo, 2012).
Secara akademis seorang korban akan mengalami poor results; prestasi akademis menurun, kurangnya konsentrasi korban (Sullivan, Cleary dan Sullivan dalam Sudibyo, 2012). Oleh karena dampak bullying yang banyak dan sangat merugikan korban, fenomena ini harus bisa ditangani. Salah satu cara dengan tindakan preventif yaitu intervensi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam situasi bullying. Bullying terjadi dalam berbagai bentuk diantaranya yaitu bullying secara verbal perilaku berupa kritikan kejam, fitnah, penghinaan. Bullying secara fisik dengan memukuli, menendang, menampar. Bullying secara relasional merupakan pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengucilan, pengabaian, atau penghindaran.
Ini adalah masalah serius yang perlu diatasi karena dapat memberikan dampak jangka panjang baik untuk korban dan juga pelaku. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:
·         Ceritakan pada orang dewasa yang dapat dipercaya. Ceritakan pada orang tua maupun guru yang memiliki otoritas untuk menindaklanjutinya.
·         Abaikan penindas dan jauhi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, penindas akan merasa senang apabila mendapatkan reaksi seperti yang dia inginkan.
·         Tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri. Tunjukkan pada lingkungan sekitar bahwa Anda bukan orang yang lemah dan mudah untuk ditindas.
·         Bicara pada pelaku. Tunjukkan bahwa apa yang dilakukan pelaku bukan hal yang baik dan bahkan berbahaya.
·         Bantu teman yang menjadi korban. Jika menyaksikan perilaku bully, jangan diam saja dan cobalah untuk memberi dukungan pada korban.
Jadi jika lain waktu kamu melihat seseorang mendapat perlakuan bullying, apakan kamu mencoba untuk menghentikan atau membiarkan itu terjadi? Ingat, bullying adalah masalah semua orang. Oleh karena itu semua orang harus menjadi bagian dari solusisnya.

Daftar Pustaka :
Sudibyo, Aivan. 2012. “Pengaruh Kedekatan dengan Korban dan Sikap terhadap Bullying terhadap Tindakan Prososial Bystander Bullying di SMA”. Skripsi S1. Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
https://doktersehat.com/bullying/ (diakses pada 14 Juni 2020)

Sumber Gambar :


0 comments:

Post a Comment