15.6.20

APA SAJA SIH MANFAAT PACARAN DENGAN SEHAT BAGI REMAJA?



Oleh :
Poppy Intan Permatasari/ 19310410013
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Dosen Pembimbing: Dr. Arundati Shinta, MA.
Masalah pacaran tidak bisa lepas dari dunia remaja, karena salah satu ciri remaja yang menonjol adalah rasa senang kepada lawan jenis disertai keinginan untuk memiliki. Pada masa ini, seorang remaja biasanya mulai “naksir” lawan jenisnya. Dikalangan remaja, pacaran menjadi identitas yang sangat dibanggakan. Biasanya seorang remaja akan bangga dan percaya diri jika sudah memiliki pacar. Sebaliknya remaja yang belum memiliki pacar dianggap kurang gaul. Karena itu, mencari pacar dikalangan remaja tidak saja menjadi kebutuhan biologis tetapi juga menjadi kebutuhan sosiologis. Maka tidak heran, mayoritas remaja saat ini sudah memiliki teman spesial yang disebut “pacar”. Soal pacaran tampaknya menjadi gejala umum di kalangan remaja. Remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yaitu usia 10-19 tahun (El-Hakim, 2014).
Permulaan individu menjalani hubungan ketika mulai tumbuh dorongan ketertarikan terhadap lawan jenis. Menurut teori perkembangan Hurlock ketertarikan (mengenal) lawan jenis merupakan salah satu tugas perkembangan remaja yang menunjukkan mulai berkembangnya hormon seksualitas (Santrock, 2003). Terjadinya peningkatan perhatian remaja terhadap kehidupan seksual sangat dipengaruhi oleh faktor perubahan-perubahan fisik selama priode pubertas.
Terutama kematangan organ-organ seksual dan perubahan-perubahan hormonal, 2 mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual dalam diri remaja. Sebagai anak muda yang belum memiliki pengalaman tentang seksual, tidak jarang dorongan-dorongan seksual ini menimbulkan ketegangan fisik dan psikis. Untuk melepaskan diri dari ketegangan seksual tersebut, remaja mencoba mengekpresikan dorongan seksualnya dalam berbagai bentuk tingkah laku seksual, mulai dari melakukan aktivitas berpacaran (dating), berkencan, bercumbu, sampai dengan melakukan kontak seksual (Desmita, 2013).
Nah ini beberapa manfaat dari berpacaran dengan sehat, diantaranya :
1.      Mendorong Anda jadi lebih baik
Pacaran sehat akan memotivasi masing-masing agar menjadi lebih baik dalam segala aspek. Bisa dalam hal studi, karier, cita-cita, kepribadian, dan lain-lain. Pasalnya, Anda jadi punya dorongan untuk menjadi sosok diri Anda yang terbaik buat pasangan. Selain itu, Anda juga jadi bisa belajar banyak hal dari pasangan Anda. Misalnya, pasangan Anda adalah orang yang penyabar sedangkan Anda sebaliknya. Menghabiskan banyak waktu bersama pasangan yang penyabar akan pelan-pelan membuka mata Anda soal bagaimana caranya mengendalikan emosi dan bersikap lebih terbuka.
2.      Belajar memahami dan mendengarkan orang lain
Menyatukan dua manusia itu bukan perkara mudah, lho. Anda harus benar-benar memahami sifat dan kebiasan pasangan Anda. Caranya antara lain dengan mendengarkan pasangan, tanpa maksud menyalahkan pasangan atau membela diri sendiri. Anda juga harus peka terhadap kebiasaan dan suasana hati pasangan. Namun, Anda sendiri juga harus terbuka, ya. Jangan beranggapan bahwa pasangan Anda seharusnya tahu apa yang sedang Anda pikirkan atau rasakan. Ingat, pacaran bukan berarti bisa membaca pikiran satu sama lain, tetapi mengomunikasikan pikiran satu sama lain. Nah, ketika Anda sudah terbiasa dan terlatih untuk memahami orang lain dan membangun empati, Anda pun bisa melakukan hal yang sama dengan orang-orang terdekat Anda. Misalnya sahabat atau rekan kerja.
3.       Menambah wawasan
Ya, pacaran ternyata bisa menambah wawasan masing-masing. Menjalin hubungan yang erat dengan orang lain berarti Anda akan lebih terlibat dalam kehidupan pasangan. Dengan begitu, Anda pun jadi punya pemikiran lebih luas, misalnya soal bidang pekerjaan pasangan atau budaya dan tradisi keluarga pasangan Anda.
4.      Hidup lebih sehat
Salah satu manfaat pacaran yang sayang dilewatkan yaitu membuat Anda lebih semangat menjalani gaya hidup sehat.  Seorang psikolog sekaligus penulis buku dari Amerika Serikat, Leslie Becker-Phelps, Ph.D., mengatakan bahwa pasangan kekasih biasanya akan saling mengingatkan untuk menjaga pola makan, cukup istirahat, dan olahraga rutin.
5.       Belajar memecahkan masalah
Saat Anda pacaran, tentu pernah mengalami masalah dengan pasangan sampai muncul amarah, kesedihan, atau kekecewaan terhadap kekasih Anda. Di situlah letak suatu hubungan. Dengan berbagai macam pengalaman masalah yang datang, kemampuan Anda untuk mencari jalan keluar dan memecahkan masalah pun akan semakin terasah. Kemampuan ini bisa menjadi bekal yang sangat berharga bila kelak Anda akan membangun keluarga bersama pasangan. Pasalnya, banyak pasangan suami istri yang belum begitu mengenal satu sama lain dan belum menguasai pemecahan masalah ketika membangun keluarganya, sehingga pernikahannya jadi kurang memuaskan.
Jadi sikap saling pengertian sangat diperlukan dalam proses ini. Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tak bisa mengkomunikasikannya dengan baik. Pacaran bukanlah suatu alat untuk membuat seseorang memuaskan keinginannya. Untuk itu alangkah lebih baiknya apabila kita menjadikan masa remaja kita untuk mencari pengetahuan karena pada dasarnya lebih baik kita kehilangan masa remaja dari pada kehilangan masa depan.



Daftar Pustaka :
Desmita.(2013). Psikologi Perkembangan. PT. Bandung :Remaja Rosdakarya.
El-hakim, L. (2014). Fenomena Pacaran Dunia Remaja. Pekan Baru Riau: Zanafa
Publishing.
Santrock (2003) John W. Adolescence. Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.

Sumber Gambar :


0 comments:

Post a Comment