28.6.20

Body Shaming Pemicu Agresivitas

Mita Dwi Wijayanti (19.310.410.037)
Fakultas Psikologi 
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 
Dosen Pengampu: Arundhati Shinta


     Body shaming adalah tindakan mengejek atau menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang baik secara langsung atau tidak langsung. Body shaming ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan sekolah. Body shaming sering terjadi disekitar kita baik itu disengaja maupun tidak disengaja. Bahkan tak jarang orang disekitar kita juga sebagai pemicu terjadinya body shaming. 

Sumber Gambar: halodoc.com

    Objek yang dijadikan body shaming biasanya adalah bentuk tubuh seseorang, ukuran tubuh, wajah, warna kulit, dan juga tampilan yang berbeda dari mayoritas atau tidak memenuhi standar kecantikan. Yang sering terjadi adalah pengejekan tentang warna kulit. "Ih kok kulitnya hitam banget sih", "Ih kok hitam jarang mandi ya pasti", "Pasti lahirnya pas mati lampu karena warnanya hitam ga kelihatan", "Kok kayak malika ya kedelai hitam", dan bla bla bla masih banyak lagi. Memang di sekitar kita ini orang yang memiliki kulit putih cenderung mendapatkan perlakuan yang baik dibandingkan orang yang berkulit hitam. 

Sumber Gambar: thejakartapost.com

  Seperti halnya di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah menjadi pemicu terbesar terjadinya body shaming, baik itu dari teman atau bahkan dari guru sendiri. Ya, walaupun mungkin bagi mereka itu adalah hal yang wajar namun, bagi orang yang mendapatkan perlakuan tersebut menganggapnya itu hal yang kurang wajar. Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika duduk dibangku sekolahan. Mungkin menurut mereka apa yang dikatan itu adalah sebuah candaan biasa tapi apakah mereka berpikir bahwa hal tersebut akan membuat orang yang dihina sakit hati? Mungkin tidak karena selama ini mungkin ada orang yang mendapatkan perlakuan body shaming hanya diam. Seperti apa yang saya rasakan dulu, mungkin mereka semua menganggapnya wajar karena selama ini saya hanya diam dan ikut tertawa. Namun tidak semua orang bisa menerima dan melakukan hal tersebut apalagi jika fisik yang dihina. 

Sumber Gambar: www.storie.id

   Lalu apakah hal itu akan menjadi pemicu terjadinya agresivitas pada seseorang? Iya benar bahkan dari hal tersebut biasanya akan menjadikan orang yang mendapatkan body shaming memiliki dendam pribadi kepada pelakunya. Seperti halnya yang kita ketahui bahwa agresivitas akan muncul ketika seseorang mengalami emosi. Dan emosi tersebut akan hadir ketika seseorang mengalami hal yang kurang menyenangkan, seperti halnya body shaming. Dari hal ini akan memicu orang untuk marah dan  ingin menyerang, meninju, atau melemparkan sesuatu pada pelakunya. Biasanya juga akan timbul pikiran  kejam dan muncul pada saat individu dalam keadaan marah. Tak jarang juga ada seseorang yang bisa-bisanya memiliki pemikiran untuk membunuh orang yang melakukan pengejekan terhadapnya. Karena memang tujuan dari perilaku agresif adalah untuk melukai orang lain. Ketika fisik kita yang dihina, "Mukamu itu lo hitam banget putihanlah biar pas mati lampu kelihatan". Dari kalimat-kalimat yang tidak mengenakan ini nantinya menimbulkan perasaan ingin menyerang. Mengapa? Karena, hal ini dianggap adalah hal yang kurang sopan. Tidak sepantasnya diucapkan baik itu untuk mengingatkan ataupun disengaja untuk menghina. 

Sumber Gambar: detiknews.com

    Untuk itu agar tidak semakin terjadi hal yang tidak diinginkan mari kita menghentikan hal ini, dimulai dari diri kita sendiri. Baik itu harus menjaga ucapan  agar orang lain tidak tersinggung. Karena mungkin bagi pelaku mereka merasa tidak melakukan hal itu, namun bagi si objek sebaliknya. Dan juga agar tidak semakin banyaknya korban yang mendapatkan perlakuan yang kurang mengenakan seperti body shaming. Karena memang didunia ini tidak ada sesuatu yang sempurna. 


Referensi:
http://indonesiabaik.id/infografis/stop-body-shaming (diakses pada 28 Juni 2020)

Sumber Gambar:
https://www.halodoc.com/meski-bercanda-mengejek-fisik-orang-bisa-sebabkan-depresi (diakses pada 28 Juni 2020)
https://www.thejakartapost.com/news/2020/01/07/deflecting-body-shaming.html (diakses pada 28 Juni 2020)
https://www.storie.id/storie/jawaban-savage-untuk-orang-yang-suka-body-shaming-231251 (diakses pada 28 Juni 2020)
https://news.detik.com/berita/d-4930692/kemen-pppa-soal-komentator-bola-body-shaming-ke-penonton-rendahkan-perempuan (diakses pada 28 Juni 2020)

0 comments:

Post a Comment