13.6.20

Berprilaku menolong, why not??

UJIAN AKHIR PSIKOLOGI SOSIAL I ( SEMESTER GENAP 2019/2020)


Dosen Pengampuh: Arundati Shinta
YANSES KALA’ IRI’
19310410046
Sikap atau perilaku sosial manusia tidak terduga. Terkadang individu tersebut berperilaku atau bersikap sering mengikuti keadaan. Pada zaman sekarang perilaku atau sikap individu termasuk kedalam individualisme. Individualisme memiliki arti lebih mementingkan kebebasan pribadi artinya lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan mementingkan orang lain. Hal ini menjadikan individu kurang bermasyarakat sehingga apapun kejadian-kejadian di lingkungan sekitar mereka di anggap tidak penting (kompas.com, diakses 11 juni 2019). Sikap individualisme ini biasanya sangat di rasakan pada daerah perkotaan sehingga kata “menolong” dalam penerapannya sangatlah susah di praktekkan.
Modernisasi dan globalisasi tak dapat dipungkiri membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat. Modernisasi ini artinya ialah proses perubahan keadaan dari cara-cara tradisional ke cara-cara yang lebih baru yang dengan harapan dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Modernisasi adalah bentuk perubahan sosial terarah dan terencana. Modernisasi dalam ilmu sosial dapat didefinisikan sebagai istilah menyebutkan bentuk perubahan (transformasi) dari keadaan kurang maju atau kurang berkembang menjadi keadaan yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, makmur, dan juga  bermartabat (pendidikan.co.id). Globalisasi berasal dari kata globalizatioan. Global artinya dunia, sedangkan lization artinya proses (kompas.com diakses 13 juni). Salah satu contohnya yaitu gotong royong pada saat ini sangatlah susah untuk di lakukan. Biasanya kita melalukan gotong royong pada saat ini itu biasa dilakukan dengan maksud teselubung dari kegiatan tersebut salah satu contoh yaitu seperti adanya unsur kampaye dalam gotong royong tersebut.  Sebagai mahluk sosial, manusia dididik untuk mematuhi serangkaian peraturan dan norma dalam menjalani hidupnya. Salah satu hal yang selalu diajarkan pada kebanyakan orang sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain.


Jadi berperilaku menolong itu sesusah ituhkah? Menolong adalah suatu hal yang simple tetapi sangat sukar untuk di lakukan dikarenakan individu saat ini kebanyak bersikap induvidualisme padahal jika kita menolong suatu saat kita akan mendapatkan pertolongan itu kembali. Lantas, apa gunanya menolong orang lain? Salah satu kegunaan yang sangat jelas dari orang lain adalah bahwa perilaku tersebut membuat pelakunya merasa lebih baik. Karena tanggungjawab sosial yang tertanam di dalam diri kebanyakan orang, menolong orang lain terasa "melegakan" karena berarti mereka telah menjalankan sebagian dari tanggungjawab mereka sebagai anggota masyarakat. Kebiasaan ini akan tertanam di dalam diri manusia dan akan muncul secara otomatis saat melihat sesama yang membutuhkan. Selain itu, manusia membutuhkan kemampuan saling bekerjasama dan saling membantu saat dihadapkan pada satu masalah. Hal ini penting bagi keselarasan dinamika dalam kelompok. Jika salah satu atau beberapa anggota kelompok memiliki masalah, maka keselarasan kemungkinan terancam. Maka dari itu, penting bagi setiap orang dalam kelompok untuk memiliki kesadaran menolong orang lain yang seoang bermasalah.

Saling membantu atau menolong dalam kebaikan harus kita biasakan. Kebiasaan baik yang seperti ini tentu akan banyak manfaatnya, baik yang dirasakan oleh orang yang membantu tersebut maupun oleh yang dibantu. Bila ada orang lain yang meminta bantuan kepada kita, akan jauh lebih baik bila kita membantunya, tentu sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita. Namun, jika belum bisa atau belum mampu membantu maka tidak usah malu dan ragu untuk mengatakan kepada orang yang meminta bantuan tersebut. Kebiasaan saling menolong antara sesama dalam hal kebaikan akan membuat hidup dan kehidupan kita semakin harmonis. Sebab, ada rasa peduli di antara sesama. Rasa peduli terhadap sesama inilah yang mampu merobohkan tembok permusuhan dan pertikaian. Sehingga akan tercipta rasa saling peduli dan memberi antarsesama, baik dalam suka maupun duka. Akhirnya, kerharmonisan, persaudaraan di antara sesama pun semakin terasa.








SUMBER


SUMBER GAMBAR
https://images.app.goo.gl/bP3dFZgrdPZpo3cTA (diakses pada 11 juni 2020)
https://images.app.goo.gl/M7tjyqc5cj2gpFvw7   (diakses pada 11 juni 2020)

8 comments:

  1. Hahaha
    Beda cerita kalau dunia percintaan mu ya

    ReplyDelete
  2. ������

    ReplyDelete
  3. Bukan ka kayak tugas pas kls 3 ini 🤣🤣

    ReplyDelete
  4. Ijin bertanya, dalam tulisan diatas, anda mengatan bahwa menolong/membantu seseorang itu adalah kewajiban ban sosial di dalam suatu masyarakat (paragraf ke-3). Pertanyaannya apakah masih menjadi suatu kewajiban apabila di dalam masyarakat tempat kita tinggal ada orang yang melakukan suatu tindakan yang menurut norma hukum itu salah, tetapi dalam norma yang berlaku di masyarakat tersebut adalah suatu hal yang biasa saja (bukan suatu pelanggaran) contohnya memburu/ mengonsumsi hewan di lindungi dalam hal ini anoa yang kita tau keberadaannya di lindungi oleh undang-undang, dan kemudian pelaku perburuan anoa itu menjadi buronan dari kepolisan, apakah kita masih berkewajiban menolong menyembunyikan orang tersebut dari kejaran polisi?
    Apa yang anda akan lakukan jika anda berada dalam kondisi seperti itu?

    ReplyDelete
  5. Bagus dan mudah untuk dimengerti😊

    ReplyDelete