5.6.20

Atasi Stres Kerja pada Karyawan di Tempat Kerja

Atasi Stres Kerja pada Karyawan di Tempat Kerja


Rifdah Nur Aqilah (19.310.410.061) 
Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi 1
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA. 

     Mengalami stres memanglah hal yang wajar. Terutama stres di tempat kerja yang dapat memengaruhi siapa saja dan bisa dipicu oleh siapa saja. Pada umumnya, stres di tempat kerja terjadi karena tidak dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan dari pekerjaannya. Stres di tempat kerja juga memengaruhi perubahan emosi yang tidak stabil. Hal ini akan berdampak buruk terhadap keberhasilan sebuah organisasi terutama dalam kesejahteraan dan produktivitas kerja. 

     Umumnya, stres kerja berawal dari kelelahan kerja yang sering disebut dengan burnout. Istilah burnout ini pertama kali diperkenalkan oleh Bradley pada tahun 1969, namun penemu dan penggagasnya adalah Herbert Freudenberger. Menurut King, kejenuhan kerja atau burnout adalah keadaan stress psikologi yang sangat berat pada seseorang yang mengalami kelelahan emosional dan sedikit motivasi untuk bekerja. Sedangkan menurut Ivancevich, kejenuhan kerja atau burnout adalah suatu proses psikologis pembawaan stres kerja yang tidak hilang, menghasilkan kelelahan emosi, perubahan kepribadian, dan perasaan penurunan pencapaian pribadi (Retno, Machmuroch, Priyatama, 2014).

    Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa faktor eksternal (lingkungan kerja) dan internal (diri sendiri) individu yang menyebabkan stres dan burnout. Apabila kondisi stres ini tidak dikelola dengan baik, maka tingkat stres akan semakin meningkat dan menyebabkan kinerja karyawan semakin buruk. Apapun tekanan dan tuntutan pekerjaan seorang karyawan, harus ada langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi diri dari stres, memperbaiki kepuasan kerja, dan mendorong kesejahteraan di dalam dan di luar tempat kerja. Lalu, bagaimana cara mengelola stres yang baik bagi karyawan?


     Mulailah dengan mengenali batas kemampuan diri dan mencari dukungan rekan kerja karena dengan memiliki sistem support yang solid dapat membantu mengalihkan stres pada pekerjaan. Mengambil inisiatif dengan mencoba untuk mengidentifikasi aspek-aspek dari berbagai situasi, ketahuilah juga ruang lingkup psikologi dalam dunia kerja dan cara melatih mental agar berani. Jernihkan pikiran ketika mulai merasa lelah dan tegang dengan mengatur napas agar mengembalikan keseimbangan. Mungkin diri kita tidak dapat mengontrol gangguan yang datang, namun setidaknya kita tahu bagaimana diri kita menangani dan mengatasi gangguan itu, dengan menerima gangguan tapi dipikirkan tingkat kepentingannya dan buatlah rencana (Devita Retno, 2018).

    Kemudian, buatlah jadwal keseharian, menjaga pola makan, dan menjaga pola tidur. Mengubah sudut pandang terhadap permasalahan di tempat kerja yang dapat menyebabkan stres dengan mengevaluasi dan melihat masalah melalui pandangan yang lebih objektif. Mengetahui apa yang membuat diri kita merasa stres dan bagaimana cara kita merespon hal tersebut dengan mengembangkan respon positif. Tentukan prioritas dengan fokus diri pada satu proyek yang memiliki dampak paling kuat dan sejalan dengan tujuan kerja. Terakhir, kendalikan kepanikan dan selalu introspeksi diri (Devita Retno, 2018). 


Referensi : 
Retno, Devita. (2018). Dosen Psikologi : 16 Cara mengatasi Stres Pada Karyawan di Tempat Kerja. Diakses dari : https://dosenpsikologi.com/cara-mengatasi-stres-pada-karyawan 
Retno, N. W., Machmuroch, & Priyatama, A. N. (2014). Tingkat Burnout Ditinjau Dari Strategi Koping dan Efikasi Diri Pada Perawat Rumah Sakit Jiwa Surakarta. Jurnal Ilmial Psikologi Candrajiwa, 3(3).

Referensi Gambar :
Daniel. (2018, Juni 6). Gogobli : Tips Mengatasi Stres Kerja. Diakses dari : https://www.gogobli.com/artikel-880-tips-mengatasi-stres-kerja.html


0 comments:

Post a Comment