17.5.20

Seminar Online: Berbahagia Bersama Anak Saat pandemi dan Melalui Masa “The New Normal”



Oleh:
Alia Nanda Rumekti
Rio Wahyu Nugroho

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

            Kebahagiaan adalah salah satu tujuan hidup setiap manusia. Kebahagiaan atau happiness merupakan emosi positif, komponen kehidupan yang baik, dan perasaan-perasaan yang puas (Diener, Scolon, & Lucas, 2009). Kebahagiaan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor tersebut diantaranya faktor bawaan, lingkungan, dan faktor lain yang tidak terpikirkan oleh manusia. Salah satu faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kebahagiaan adalah keluarga. Kehadiran anggota keluarga terutama anak sangatlah penting sebagai sumber kebahagiaan sebuah keluarga. Orang tua pada umumnya akan sangat senang jika dapat melihatnya berkembang dan mendampinginya dalam segala keadaan.
            Pendampingan kepada anak menjadi sangat mungkin dilakukan oleh para orang tua selama masa pandemi ini. Kegiatan belajar mengajar dengan anak di rumah menjadi lebih menyenangkan sekaligus beradaptasi dengan masa “The New Normal”. Bagi sebagaian orang tua, mendampingi anak menjadi pekerjaan baru yang cukup sulit sekaligus mengasyikkan. Maka dari itu, Biro Pikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta bekerja sama dengan Top Kids School mengadakan Seminar Online Psikologi.
            Seminar online yang dilaksanakan pada hari Rabu, 13 Mei 2020 ini dilaksanakan melalui aplikasi Whatsapp sebagai bentuk pelaksanaan Social and Physical Ditancing. Seminar online yang mengangkat judul Berbahagia Bersama Anak Saat Pandemi dan Melalui Masa “The New Normal” ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu Ibu Eni Rohyati, S. Psi., M. Psi., Psikolog dan Ibu Sapta Kurniawati, M. Psi. Ibu Eni Rohyati, S. Psi., M. Psi., Psikolog adalah Dosen sekaligus Kaprodi Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Sama halnya dengan Ibu Sapta Kurniawati, M. Psi yang juga merupakan Dosen Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Kedua narasumber ini saling bersinergi dalam menyampaikan materi terkait judul yang diusung dalam seminar online kali ini.
Dalam seminar online yang diikuti oleh kurang lebih 250 peserta ini, Ibu Eni menyampaikan tentang empat hal perlu dilakukan oleh orang tua selama pandemi dan mendampingi sang buah hati di rumah. Hal tersebut adalah berdamai dengan diri sendiri, mengenali kepribadian anak, mengenali tipe belajar anak, dan melakukan aktivitas sebagai relaksasi. Salah satu materi yang paling menarik yang disampaikan oleh beliau adalah tentang Tipe Kepribadian Anak. Ada empat tipe kepribadian anak, yaitu Choleris, Pleghmatis, Sanguinis, dan Melancholis. Ibu Eni menuturkan bahwa setiap kepribadian ini memiliki ciri kepribadian, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Pada kesempatan ini pula beliau berbagi cara menghadapi anak dengan masing-masing tipe tersebut.
Salah satu dari keempat tipe yang dipaparkan Ibu Eni dalam materinya adalah tipe Choleris atau  tipe “sang pemimpin”. Anak dengan tipe ini biasanya terlihat keras kepala, selalu ingin jadi yang utama, suka mengatur, dan senang menjadi pemecah masalah dari permasalahannya sendiri. Cara berkomunikasi dengan anak tipe Choleris, salah satunya dengan menjelaskan secara singkat dan tidak berbelit-belit. Pada umumnya, anak dengan tipe kepribadian ini menyukai hal-hal atau informasi yang logis dan masuk akal. Si Choleris juga lebih jeli dalam mendeteksi bahasa tubuh dari orang tua atau orang-orang di sekitarnya.
Selain itu, materi yang berbeda namun masih berhubungan disampaikan oleh Ibu Sapta Kurniawati, M. Psi. Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan tentang Mindfullness Parenting Masa New Normal. Mindfullness merupakan kemampuan memusatkan perhatian secara langsung, membantu individu agar memiliki kesadaran, dan tidak reaktif terhadap  keadaan saat ini.. Ibu Sapta juga menyampaikan tentang aspek-aspek yang terkandung dalam Mindfullness. Aspek tersebut adalah fokus pada peristiwa sekarang, tanpa penilaian, dilakukan dengan sengaja, observasi subjek, membebaskan, dan empati.
Mindfullness sangat perlu diciptakan dalam situasi pandemi. Aspek-aspek dalam Mindfullness juga perlu diterapkan dalam pelaksanaannya. Aspek kognitif dengan tetap tenang, berpikir positif, dan tidak reaktif dalam menghadapi pandemi. Aspek emosi dengan mengelola diri dengan baik pada masa pandemi dan aspek afektif dengan penerimaan diri yang baik serta mencerminkannya melalui rasa bersyukur. Mindfullness sangat bermanfaat bagi orangtua dan anak. Sehingga jika Mindfullness dapat tercipta dalam situasi pandemi ini, akan muncul pula kelekatan positif, percaya diri, ketenangan, dan kesejahteraan psikologis.
            Seminar Online ini juga membuka sesi diskusi antara peserta dan para nasumber secara langsung melalui rekaman suara. Beberapa peserta menanyakan tingkat kecemasan, tipe belajar anak, dan cara mengahadapi “the new normal” yang berbeda lagi ketika semua sudah kembali seperti sediakala. Inti jawaban dari semua pertanyaan ini adalah semangat dan pikiran positif sangat diperlukan dalam menghadapi pandemi ini. Karena keadaan umum seperti Work From Home (WFH) bahkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tentu sudah mulai membuat masyarakat bosan dan ingin kembali beraktivitas di luar rumah.
            Faktor penerimaan diri dapat membantu masyarakat dalam menghadapi situasi ini. Faktor itu  akan membantu individu untuk berpikir dan mengevaluasi diri, serta tidak menolak hal yang terjadi pada masa sekarang. Hal yang tidak kalah penting lainnya adalah kesyukuran. Kesyukuran merupakan sifat afektif yang mengacu pada seberapa besar individu mengalami perasaan apresiasi atas nikmat yang diperolehnya (Watkins, 2003). Indikator kesyukuran diantaranya menerima keadaan dan menikmati kesenangan sederhana, berterima kasih, dan menghargai peran atau jasa orang lain. Evaluasi, penghargaan, penerimaan diri, dan kebahagiaan yang bersumber dari hal yang tidak terpikirkan oleh manusia merupakan komponen kesyukuran. Sehingga dengan penerimaan diri yang baik dan kesyukuran, kebahagiaan dapat tercapai dan ketenangan akan tercipta ditengah usaha menghadapi “The New Normal” ini.

Daftar pustaka

Diener, Scolon, & Lucas (2009), dalam Gremaldy, D. V., Nirbayaningtyas, R. B.. & Haryanto, H. C. (2017). Efektivitas Jurnal Kebahagiaan dalam Meningkatkan Self-Esteem pada Anak Jalanan. INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(2), 100-110.

Watkins (2003) dalam Nashori, F (2013). Syukur dalam Wacana Psikologi. JIP: Jurnal Intervensi Psikologi, 5(2).


0 comments:

Post a Comment