23.5.20

Pentingnya Seleksi Karyawan

Mita Dwi Wijayanti (19.310.410.037)
Fakultas Psikologi 
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 
Dosen Pengampu: Arundhati Shinta


     Seleksi individu yang tersedia untuk mengisi jabatan yang kosong semakin berarti ketika lebih banyak pelamar dibandingkan lowongan yang tersedia. Sebuah perusahaan tentunya tidak akan merekrut semua orang yang melamar begitu sebuah posisi dibuka tanpa melakukan proses seleksi terlebih dahulu. Menurut Malayu Hasibuan, seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang akan diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan perusahaan. Seleksi ini didasarkan kepada spesifikasi tertentu dari setiap perusahan bersangkutan. Karyawan adalah orang penjual jasa (pikiran atau tenaga) dan mendapatkan kompensasi yang besarnya telah ditetapkan terlebih dahulu (Hasibuan dalam Karimah, 2012). Seleksi Karyawan merupakan proses mendapatkan dan menggunakan informasi mengenai pelamar kerja untuk menentukan siapa yang seharusnya diterima menduduki posisi jangka pendek dan jangka panjang (Schuler and Jackson, 1997). Dalam suatu perusahaan seleksi karyawan ini sangat diperlukan untuk menempatkan orang yang tepat pada jabatan yang tepat. Seleksi karyawan merupakan usaha pertama yang dapat dilakukan demi mendapatkan karyawan yang kompeten.

Sumber Gambar: bulelengkab.co.id

     Seleksi Karyawan dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:
  1. Sebagai langkah awal penentuan karyawan
  2. Untuk evaluasi calon tenaga kerja,
  3. Untuk mendapatkan karyawan yang memenuhi syarat,
  4. Untuk mendapatkan karyawan yang tepat,
  5. Mendapatkan karyawan yang efektif dalam bekerja, 
  6. Mendapatkan karyawan yang sesuai dengan Visi, Misi dan Nilai Perusahaan, dan
  7. Mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja.

Sumber Gambar: www.kajianpustaka.com

     Dalam seleksi karyawan perusahaan juga memperhatikan beberapa hal agar bisa mendapatkan karyawan yang sesuai dengan apa yang diharapkan, seperti mutu karyawan yang akan direkrut apakah sesuai dengan kebutuhan atau tidak, selain itu jumlah karyawan yang akan direkrut juga disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, serta perusahaan juga melakukan pertimbangan hukum. Dalam hal ini calon karyawan harus melakukan seleksi administrasi yang biasanya berisikan surat lamaran, cv, surat rekomendasi, portofolio (contoh hasil kerja), hasil laboratorium, copy sertifikat2, sertifikat tes TOEFL, sertifikat TPA. Selain itu calon karyawan juga harus melakukan testing, testing yang diperlukan perusahaan biasanya terdiri dari psikotes, tes akademik, tes keahlian, tes kesehatan, interview. Focus group discussion. Tes kesehatan bisa berupa lari mengelilingi lapangan sepakbola dalam jangka waktu tertentu dan gerakan-gerakan senam. Dan biasanya calon karyawan juga harus bekerja sebagai percobaan pada perusahaan yang menjadi tujuannya. Hal ini dilakukan semata-mata agar tidak ada pihak yang dirugikan, calon karyawan bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan dan perusahaan pun mendapatkan karyawan yang sesuai dengan apa yang diharapkan. 


Referensi:
https://www.psychologymania.com/2013/01/pengertian-seleksi-karyawan.html?m=1 (diakses pada 23 Mei 2020)
http://repository.uma.ac.id (diakses pada 23 Mei 2020)
https://dosenpsikologi.com/tujuan-seleksi-karyawan-menurut-psikologi (diakses pada 23 Mei 2020)
Riggio, R. E. (2003). Introduction to industrial / organizational psychology. New Jersey: Upper Saddle River. (diakses pada 23 Mei 2020)

Sumber Gambar:
https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/panduan-untuk-melakukan-proses-seleksi-karyawan-dari-a-z-85 (diakses pada 23 Mei 2020)
https://www.kajianpustaka.com/2012/10/metode-prosedur-seleksi-penerimaan-karyawan.html?m=1 (diakses pada 23 Mei 2020)

0 comments:

Post a Comment