11.5.20

Hubungan SIKAP & PERILAKU


Phrahasti Sito Resmi / 19310410038
PSIKOLOGI SOSIAL 1
Dosen Pembimbing : Dr. Arundati Shinta, MA






Sikap merupakan evaluasi singkat dari segala sesuatu berdasarkan informasi kognitif, emosi,dan perilaku. Pada umumnya sikap adalah keyakinan yang di terjemahkan ke dalam tindakan pada objek yang diinginkan. Sikap, didefinisikan oleh Psikologi Sosial sebagai evaluasi positif atau negatif dari reaksi terhadap objek, orang, situasi atau aspek lain, dan memungkinkan kita untuk mempredeksi dan mengubah perilaku masyarakat. Rahman, Abdul, 2014 membagi dua model dari definisi sikap, yaitu (1) Sikap sebagai sebuah kombinasi afektif, kognitif dan konasi (Definisi tiga Komponen), (2) Sikap sebagai penilaian positif atau negatif terhadap suatu objek tertentu yang diekspresikan dengan intensitas tertentu.

Berdasarkan dalam penelitian Ajzen (1988) tentang The Theory of Planned Behavior dan Fazio (1990) tentang Motivation and Opportunity as Determinants model, telah dikaji secara luas bahwa hubungan antara sikap eksplisit dan implisit dapat mempengaruhi seseorang dalam mengolah informasi higga terjadinya perubahan perilaku. Teori Perilaku dikembangkan pertama kali oleh B.F Skinner pada tahun 1950, Teori ini menggunakan konsep positif dan negatif untuk mengontrol perilaku seseorang. Contohnya melalui perilaku belajar siswa yang sederhana (ketika seorang siswa berprestasi disekolah diberikan hadiah dan jika sebaliknya, tidak berpresatsi akan dihukum). Perilaku yang dipelajari dengan konsep seperti ini, dapat berubah sesuai dengan kondisinya. Sikap dan keyakinan dari perilaku seseorang dapat diukur dengan berbagai cara. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa selalu ada harapan untuk setiap individu dapat mengalami kepada perubahan perilaku yang lebih baik.

Hubungan antara sikap dan perilaku dapat bervariasi, karena sikap dan perilaku merupakan faktor yang bergantung tetapi dipengaruhi oleh faktor lainnya (suasana hati, emosi, kepribadian, tekanan sosial, potensi, resiko ataupun waktu). Sikap akan mempengaruhi perilaku, jika:
  1.       . faktor-faktor yang mempengaruhi pernyataan sikap dan perilaku di kurangi seminimal mungkin.
  2.     .   Ketika pengukuran sikap menunjuk pada suatu perilaku yang lebih spesifik.
  3.          Terdapat kesadaran terhadap sikap yang dimiliki, ketika akan menunjukkan suatu perilaku.


Sikap terhadap perilaku biasanya mengacu pada teori perilaku yang direncanakan (TPB). Berdasarkan teori tersebut, yang menjadi penentu terpenting dari perilaku seseorang adalah intensi untuk berperilaku. Dimana, intensi perilaku tersebut dipengaruhi oleh sikap individu yang baik terhadap perilaku tersebut, persepsi individu terhadap norma subjektif, dan sejauh mana individu merasakan tingkah laku yang berada dibawah kendali pribadinya. Sikap terhadap perilaku didefinisikan sebagai peneliaan positif atau negatif indiviu terhadap suatu perilaku. Sikap terhadap perilaku ditentukan oleh kombinasi belief individu mengenai konsekuensi positif dan atau negatif dari melakukan suatu perilaku dengan nilai subjektif individu terhadap konsekuensi berperilaku tersebut. Sikap positif seseorang akan menyebabkan perilaku yang positif terhadap suatu objek.
















Referensi :
Sawitri, D. R., Hadiyanto, H., & Hadi, S. P. (2015). Pro-Environmental Behavior from a SocialCognitive Theory Perspective. Procedia Environmental Sciences, 23(Ictcred 2014), 27– 33. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2015.01.005
Ajzen, I. (1991). The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
Rahman, Abdul, A. (2014). Psikologi Sosial (Cetakan ke). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Weiler, A. (2005). Information-Seeking Behavior in Generation Y Students: Motivation, Critical Thinking, and Learning Theory. The Journal of Academic Librarianship, 31(1), 46–53. https://doi.org/10.1016/j.acalib.2004.09.009

2 comments: