18.5.20

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BEBAN KERJA


Exwati Miatari/ 19310410030
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampu : Arundhati Shinta, M.A.

Seorang tenaga kerja mempunyai kemampuan berbeda dalam hubungannya dengan beban kerja. Aktivitas manusia dapat digolongkan menjadi kerja fisik (otot) dan kerja mental (otak). Meskipun tidak dapat dipisahkan, namun masih dapat dibedakan  pekerjaan  dengan dominasi fisik dan pekerjaan dengan dominasi aktivitas mental [1]. Analisis beban kerja banyak digunakan dalam  penentuan kebutuhan pekerja (man power planning), analisis ergonomic, analisis Keselamatan   dan Kesehatan Kerja (K3) hingga ke perencanaan penggajian. Beban kerja adalah sebuah proses atau kegiatan yang harus diselesaikan oleh seorang pekerja dalam jangka waktu tertentu. Jika seseorang pekerja mampu menyelesaikan dan menyesuaikan diri terhadap sejumlah tugas yang telah diberikan maka hal itu tidak menjadi suatu beban kerja. Tapi, jika pekerja tidak berhasil maka tugas dan juga kegiatan tersebut menjadi suatu beban kerja. Menurut Gibson dan Ivancevich (1993:163)  Beban Kerja adalah tekanan sebagai tanggapan yang tidak dapat menyesuaikan diri, yang dipengaruhi oleh perbedaan individual atau proses psikologis, yakni suatu konsekuensi dari setiap tindakan ekstern (lingkungan, situasi, peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologi atau fisik) terhadap seseorang.


Mungkin sering kita mendapati orang-orang yang mengalami beban pada kerjanya. Beban kerja dapat dirasa berbeda diluar kemampuan para pekerja untuk melakukan setiap pekerjaannya. Dalam hal tersebut para pekerja pasti sering merasa tertekan akan beban yang ia tanggung ataupun alami. Dengan begitu juga memaksa para pekerja untuk dapat memyelesaikan setiap pekerjaannya. Walaupun para pekerja sendiri sering sekali merasa terbebani akan hal tersebut. Lalu apa faktor yang mempengarui beban pada kinerja itu sendiri?. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi beban pada kerja.
Menurut Tarwaka, faktor yang mempengaruhi beban kerja adalah sebagai berikut[1]:
1.      Faktor Eksternal
Faktor eksternal beban kerja adalah beban kerja yang bersal dari luar tubuh pekerja. Aspek beban kerja eksternal sering disebut sebagai stressor. Yang termasuk dalam beban kerja eksternal adalah :
a.       Tugas-tugas (taks). Tugas ada yang bersifat fisik seperti,tata ruang kerja, stasiun kerja, alat dan sarana kerja, kondisi kerja, sikap kerja dan alat bantu kerja. Tugas juga ada yang bersifat mental seperti, kompleksitas pekerja dan tanggung jawab terhadap pekerjaan.
b.      Organisasi kerja, organisasi kerja yang mempengaruhi beban kerja misalnya, lamanya waktu kerja, waktu istirahat, waktu bergilir,, sistem pengupahan, kerja malam, music kerja, tugas dan wewenang.
c.       Lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi beban kerja adalah yang termasuk dalam beban tambahan akibat lingkungan kerja fisik (penerangan, kebisingan, getaran mekanis), lingkungan kerja kimiawi (debu, gas, pencemaran udara), lingkungan kerja biologis (bakteri, virus dan parasite) dan lingkungan kerja psikologis (penempatan tenaga kerja).
2.      Faktor Internal.
Faktor Internal kerja adalah faktor yang berasal dari dari dalam tubuh itu sendiri berbeda dengan orang lain karena perbedaan latihan, dan perbedaan pekerjaan. Menurut Grandjean beban mental dalam pekerjaan menyangkut beberapa hal, yaitu[3]:
a.       Keharusan untuk menjaga kewasapadaan yang tinggi selama periode tertentu.
b.      Kebutuhan untuk mengambil keputusan.
c.       Kejadian menurutnya konsentrasi akibat kemonotonan.
d.      Kurangnya kontak dengan manusia lain.

Dengan begitu kita dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi beban pada kerja. Selain itu, kita juga patut waspada akan Dampak Beban Kerja yang terlalu berlebihan. Karena hal tersebut akan mengakibatkan gangguan kerja baik gangguan fisik seperti : penyakit akibat kerja, muskuloskeletal disorders, low back pain hingga patah tulang, maupun gangguan psikis atau mental seperti reaksi-reaksi  emosional, sakit kepala, gangguan pencernaan dan mudah marah. Untuk itu marilah kita selalu menjaga tubuh dan fikiran kita supaya tidak terkena dampak dari beban pada kerja. Karena jika kita mengalami pengaruh beban pada kerja akan sangat berbaya untuk kesehatan. Apalagi jika kita sampai mengalami dampak kerja yang terlalu berlebihan.


Daftar Pustaka:
Mutiara, Mega.2014. PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIOLOGIS DAN PSIKOLOGIS PADA OPERATOR PEMETIKAN TEH DAN OPERATOR PRODUKSI TEH HIJAU DI PTMITRA KERINCI. Jurnal Optimasi Sitem Industri. Hal (505-506). Vol.13, No.1

Sumber Gambar:


0 comments:

Post a Comment