30.5.20

Akankah pendidikan dan pelatihan akan meningkatkan prestasi kerja ?


Akankah pendidikan dan pelatihan akan meningkatkan prestasi kerja ?
Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA
 
Bangun Handoko/19310420090
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA


Dalam rangka optimaisasi kinerja pegawai dalam suatu organisasi, perlu didukung oleh sumberdaya manusia yang professional. Tetapi, ironisnya tidak semua pegawai mempunyai kompentensi sesuai kualifikasi yang diharapkan. Hal tersebut tentunya akan menghambat kinerja pegawai. Sehubungan dengan tugas dan beban kerja yang terus meningkat maka tidak mungkin akan mengandalkan aparatur yang ada, karena itu untuk maksud tersebut organisasi harus melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pegawai dan prestasi kerja.

Salah satu upaya yang dilakukan bisa dilakukan oleh organisasi yaitu dengan memberikan kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan. Pentingnya pedidikan dan pelatihan pegawai dimaksud untuk membentuk kepribadian pegawai agar berperilaku baik, tangguh, bermoral, cerdas dan meningkatkan keterampilan dan keahlian pegawai, agar lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

Pendidikan dan pelatihan adalah merupakan upaya untuk mengembangkan sumber daya aparatur, terutama untuk peningkatan profesionalime yang berkaitan dengan, keterampilan administrasi dan keterampilan manajemen (kepemimpinan). Menurut Notoatmodjo (dalam Hidayat & Nurasyiah, 2017) bahwa untuk meningkatkan kualitas kemampuan yang menyangkut kemampuan kerja, berpikir dan keterampilan maka pendidikan dan pelatihan yang paling penting diperlukan.

Setelah pegawai mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi diharapkan akan dapat meningkatkan prestasi kerjanya sehingga standar yang diharapkan oleh organisasi dapat tercapai.

Menurut Hasibuan (dalam Hidayat & Nurasyiah, 2017), menyatakan Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan dan kesungguhan serta waktu. Sirait (2010) juga dalam Hidayat & Nurasyiah (2017), menjelaskan bahwa Prestasi kerja adalah proses evaluasi atau unjuk kerja pegawai yang dilakukan oleh organisasi.

Setiap pegawai itu memiliki karaktristik yang berbeda-beda, ada pegawai yang sudah diberikan pendidikan dan pelatihan berkali-kali tetapi prestasi kerja tetap rendah, tetapi ada juga pegawai yang belum mengikuti pendidikan dan latihan memiliki prestasi kerja yang bagus. Dari permasalahan di atas ada faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja pegawai, menurut Mangkunegara (dalam Hidayat & Nurasyiah, 2017) menyebutkan ada 2 faktor yaitu:
1.  Faktor internal
Faktor yang dihubungkan dengan sifat-sifat seseorang. Misalnya, prestasi kerja seseorang baik disebabkan karena mempunyai kemampuan tinggi dan seseorang itu tipe pekerja keras, sedangkan seseorang mempunyai prestasi kerja buruk disebabkan orang tersebut mempunyai kemampuan rendah dan orang tersebut tidak memiliki upaya-upaya untuk memperbaiki kemampuannya.
2.  Faktor eksternal
faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja seseorang yang berasal dari lingkungan. Sedangkan menurut Anoraga (2010:56) pada umumnya orang menganggap bahwa gaji yang tinggi, pendapat yang tinggi akan mendorong seseorang karyawan untuk berprestasi serta mendorong karyawan untuk puas dengan pekerjaan serta lingkungan kerjanya.

Oleh karena itu, organisasi juga harus melihat faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan prestasi kerja, bukan hanya dengan menonjolkan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang dinilai akan langsung dapat meningkatkan prestasi kerja.

Referensi :
Hidayat & Nurasyiah. (2017). Pengaruh Diklat (Pendidikan dan Pelatihan) terhadap prestasi kerja karyawan di Bank BPR Rokan Hulu. Jurnal Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos Vol. 6 No. 1.

0 comments:

Post a Comment