12.4.20

Sampah yang Berserakan di lingkungan kampus



Sampah yang Berserakan di Lingkungan Kampus

Oleh Marsum
NIM 183104101187

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampu Dr.,Dra.Arundati Shinta,MA

Banyaknya sampah yang berserakan dalam halaman kampus disebabkan oleh kesadaran dan tanggung jawab penghuni kampus itu sendiri. Mulai dari membuang sampah kecil seperti bungkus permen, sampah kertas-kertas atau pun puntung rokok atau bahkan bungkusan rokok itu sendiri di halaman yang tidak sedikit jumlahnya. Saat membuang sampah tersebut kita hanya asal buang saja. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran mahasiswa untuk memiliki dan menjaga lingkungan kampus. Mereka berpikir hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama harus ada rasa kepemilikan kebersihan kampus dalam diri mahasiswa itu sendiri.
Timbunan sampah dapat menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung. Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit, gangguan pernafasan serta dapat mengganggu kesehatan manusia dan mengganggu estetika lingkungan, karena terkontaminasinya pemandangan oleh tumpukan sampah dan bau busuk yang menyengat hidung, sedangkan dampak tidak langsungnya diantaranya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air di sungai karena terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai. Mahasiswa masih merasa terganggu dengan banyaknya sampah yang berserakan di lingkungan kampus, terutama di kantin kampus dan sebagian kecil mahasiswa tidak merasa terganggu dengan adanya sampah yg berserakan, selama ini mahasiswa masih memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan sebagian lagi masih memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan sehingga sampah menumpuk di pinggir jalan, sudut kampus dan di lingkungan kampus.

Sampah yang dihasilkan di lingkungan kampus kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, dan sisa makanan. Kebanyakan mahasiswa menganggap pihak otorita kampus kurang perhatian dalam permasalahan sampah, mereka berpendapat kurangnya jumlah personil kebersihan (cleaning service) yang menyebabkan masih banyaknya sampah yang berserakan.
Sebaiknya baik otorita kampus maupun mahasiswa saling mendukung dengan cara menjalankan perannya masing-masing sehingga Efektivitas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Bagaimana Kedisiplinan Mahasiswa dalam Membuang Sampah di Lingkungan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Otorita kampus harus tegas dalam memberikan sanksi terhadap pelanggar yang tidak mematuhi peraturan tersebut.
Sebaiknya pihak otorita kampus menambah jumlah personil kebersihan (cleaning service), dan juga menyediakan fasilitas seperti tempat sampah yang memadai di berbagai sudut kampus untuk memudahkan mahasiswa membuang sampah pada tempatnya sehingga pada akhirnya akan menunjang terlaksananya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Bagaimana Kedisiplinan Mahasiswa dalam Membuang Sampah di Lingkungan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
Sebagai bentuk rasa kepedulian kita terhadap lingkungan dan juga merupakan contoh yang baik untuk masyarakat bahwa pentingnya kita peduli terhadap lingkungan di sekitar kita, mengajari kita bagaimana bisa mempunyai kesadaran yang tinggi akan segala sesuatu yang ada di sekitar kita, dan lingkungan merupakan salah pengaruh besar terhadap Manusia, dari sisi fisik maupun psikologis, karena kehidupan dan ketrampilan kita sangat amat tergantung kepada lingkungan kita, jika kita hidup di lingkungan yang baik dan bersih maka otomatis diri kita pun dididik menjadi pribadi yang baik dan begitu sesuai dengan lingkungan kita.






0 comments:

Post a Comment