15.4.20

Psikologi Industri dan Organisasi


Hubungan Antara Kecerdasaan dan Emosi Antar Siswa Dalam Menyelesaikan Konflik Dengan Teman Sebaya
Nama / Nim : Putri Sartika / 19310410001
Ujian Tengah Semester Psikologi Industri dan Organisasi
Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta, MA


Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui  atau pengalaman yang artinya perubahan  terjadi  karena pertumbuhan. Perubahan adalah didapatkannya kemampuan baru, yang berlaku dalam waktu yang relatif lama dan sesuai dengan pengalamannya.
Proses belajar Pendidikan terbagi menjadi :
Pendidikan Formal : Pendidikan yang diselenggarakan di sekolah seperti ( PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi ).
Pendidikan Informal : yang dilakukan secara mandiri secara mandiri. Pendidikan Informal ini dapat dilakukan dirumah dengan cara : pendidikan dimulai dari keluarga atau home schooling.
Pendidikan Nonformal :  yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal paling banyak terdapat pada usia dini , adalah Taman Pendidikan Al Quran atau TPA. Selain itu, ada juga berbagai kursus, diantaranya kursus musik dan bimbingan belajar.

Kegiatan belajar itu sangat terlihat dengan jelas pada kurikulum tingkat SMA. Murid-murid SMA khususnya di kelas 3 SMA sudah mampu berfikir logis tentang berbagai gagasan, dan sudah bisa memikirkan tentang pemecah masalah yang mereka hadapi bersama teman sebaya. Pada dasarnya kegiatan belajar adalah kegiatan yang paling pokok. Karena ketika mengikuti proses belajar dari awal kita jadi mengetahui apakah ada perubahan perilaku dengan teman sebaya dan perubahan dalam kognitif. 

Dalam lingkup akademik, prestasi belajar yang optimal bisa diraih tidak hanya kecerdasan kognitif saja tetapi juga kecerdasan emosi. Emosi yang stabil adalah sumber bagi kecerdasaan kognitif dan kepekaan terhadap suasana di dalam kelas. ( Cooper & Sawaf, 1998 ). Kecerdasan emosi menuntut agar individu dapat mengola menanggapi emosional itu dengan baik. Karena ketika kita tidak mampu mengolanya dengan baik, maka itu akan berpengaruh ke teman yang lainya.

Kecerdasaan dan emosi sangatlah berpengaruh. Ketika kita tidak bisa mengendalikan emosi terhadap teman yang lain baiknya kita menyendiri, mengitropeksi diri kita sendiri dulu, atau bisa juga dibicarakan baik-baik dengan teman sebayanya, kalau tidak dapat mengontrol emosi kita dengan teman sebaya maka itu akan berpengaruh dalam metode belajar dan suasana dikelas menjadi tidak nyaman. Karena ketika suasana kelas sudah tidak nyaman dan kita sedang ada konflik dengan teman sebaya, maka itu akan menganggu kosentrasi belajar dan itu juga bisa membuat prestasi menurun.

Jadi ketika kita ada konflik dengan teman sebaya, alangkah baiknya kita bicarakan dulu kepada teman sebayanya lalu kita selesaikan masalahnya baik-baik agar tidak berpengaruh dalam metode belajar dengan teman lainnya dan masalah ini tidak berlarut-larut untuk jangka waktu yang lebih lama.

Referensi :

https://edukasi.kompas.com/read/2017/10/10/17374411/pendidikan-informal-untuk-penguatan-pembelajaran-di-daerah-tertinggal?page=all ( diaskes pada, 12 April 2020 )
Muslimah Zahro Romas, 2007. Kecerdasan Emosi, Intelegensi dan Prestasi Belajar Siswa Pada Sekolah Menengah Atas. Jurnal Psikologi. 3

8 comments:

  1. Tulisan yang bagus. Konflik antarteman sebaya kerap kali terjadi terlebih pada siswa SMA mengingat masa mereka yang jiwa kompetitifnya sedang berkobar. Bagaimana penyelesaian konflik yang tidak bisa dibicarakan secara baik-baik antarsiswa karena yang kita ketahui kerap kali rasa gengsi mereka lebih dinomor satukan? Semangat menulis. Salam. Andi P.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya alangkah baiknya teman yang lain coba memberi pemahaman kepada temannya yang sedang menghadapi konflik tersebut.ketika kita sudah memberi pemahaman tetapi tetap tidak bisa berdamai, maka coba konsultasi kepada Guru BKnya. karena ketika kita diamkan saja, maka itu akan berpengaruh dalam suasana belajar dikelas.

      Delete
  2. isi tulisannya sudah bagus, alangkah baiknya tulisan dirapikan kembali (jarak antar kata) pasti tulisan menjadi lebih menarik. Semangat selalu mbak tika😁

    ReplyDelete
  3. Setuju, karna memang permasalahan itu mempengaruhi banyak hal, salah satunya proses belajar

    ReplyDelete
  4. Nice, tulisan sudah baik. Semoga bisa mengedukasi para siswa untuk bisa mengendalikan emosinya, karena kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kualitas berbagai aktivas termasuk kegiatan belajar. Lanjutkan kak Tika🖤

    ReplyDelete