15.4.20

Ketiadaan Treaning Membuat Karyawan Tidak Berprestasi.

        Nabilla wahyu paramita/193104100093
               Fakuktas Psikologi Universitas
                   Proklamasi 45 Yogyakarta
                Dosen Pengampu:Dr.Arundati
                              Shinta,MA.


     Setiap perusahaan membutuhkan karyawan sebagai tenaga yang menjalankan setiap aktivitas yang ada dalam organisasi perusahaan.karyawan merupakan aset terpenting yang memiliki pengaruh sangat besar dalam terhadap kesuksesan sebuah perusahaan.tanpa mesin cangih perusahaan dapat terus beroperasi secara manual akan tetapi tanpa karyawan perusahaan tidak akan dapat berjalan sama sekali.karyawan bisa dibagi menjadi 2 yaitu karyawan tetap dan tidak tetap, siapa sih karyawan tetap dan karyawan tidak tetap itu? Karyawan tetap adalah karyawan yang telah memiliki kontrak ataupun perjanjian kerja dengan perusahaan dalam jangka waktu yang tidak ditetapkan (permanent).karyawan tetap biasanya cenderung memiliki hak yang jauh lebih besar dibandingakan dengan karyawan tidak tetap selain itu karyawan tetap juga cenderung lebih aman dibandingkan dengan karyawan tidak tetap.
Dan siapakah karyawan tidak tetap?karyawan tidak tetap adalah karyawan yang hanya dipekerjakan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja tambahan saja. (https://pengertiandefinisi.com/pengertian-karyawan-dan-jenis-jenis-karyawan-di-perusahan)

     Karyawan tidak tetap biasanya dapat diberhentikan sewaktu waktu oleh perusahaan ketika perusahaan tidak membutuhkan karyawan tambahan lagi, karyawan tidak tetap cenderung memiliki hak yang jauh lebih sedikit dan juga sedikit cenderung tidak aman.setiap perusahan pasti akan memberikan atau membutuhkan karyawan baru setiap penerimaan karyawan baru pasti perusahan akan memberikan pelatihan untuk para karyawan barunya apa saja pelatihan yang diberikan oleh perusahan untuk karyawan-karyawan barunya? Contohnya orientasi adalah jenis pelatihan
 karyawan yang paling dasar dan dilakukan oleh semua perusahaanterhadap karyawan barunya.pelatihan seperti ini biasanya dilakukan oleh tim human resourse development atau HRD,lalu ada juga pelatihan onboarding adalah jenis pelatihan lanjutan dari orientasi dimana karyawan akan mengikuti serangkaian pelatihan khusus pada divisi masing-masing pelatihan ini biasanya dilakukan pada hari pertama kerja.lalu ada perkembangankemampuan teknis Karyawan adalah salah satu komponen yang penting dalam perusahaan karena merupakan jalan utama karyawan cara mengerjakan tugas dengan baik.
Pelatihan perkembangan soft skill merupakan kemampuan yang memungkinkan karyawan berinteraksi secara efektif dan humoris dengan orang lain di tempat kerja termasuk rekan kerja,manajemen dan pelangan.lalu ada pelatihan pengajaran produk dan jasa pelatihan mengenai produk dan jasa dapat disertakan dalam onboarding bagi karyawan baru atau diadakan secara terpisah.tujuan diadakan pelatihan untuk karyawan baru ini untuk memperkenalkan karyawan baru tentang seluk beluk organisasi tujuan,filosofi,kebijakan kerja,stress kerja.Pelatihan untuk karyawan-karyawan baru ini juga diharapkan untuk karyawan baru cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja baru.untuk karyawan baru melakukan/mengikuti treaning itu sangat penting dikarenakan jika tidak mengikuti training bisa jadi karyawan baru kurang memiliki bekal ataupun ilmu yang lebih untuk mengembangkan pekerjaan di perusahaan.dalam traning itu. terdapat team treaning apa  penting team treaning dalam dunia industri?ya team treaning sangat penting dikarenakan dunia & organisasi lebih sangat membutuhkan team treaning daripada karyawan,komponen team treaning mengajarkan tentang pemahaman skill & peggent dari setiap anggota team,pelatihan tentang kerja dalam kelompok (kepimpinan,kerjasama,pembagian reward sehingga tidak ada yang dirugikan,problem sovingdan pengambilan keputusan).
 (Ringgio,R. E. (2003).introduction toindustrial /organizational psychology. New Jersey: Upper Saddle River. Chapter 6. Employee training & development)

     Mengembangkan tujuan kelompok yang dipahami semua anggota,dan team treaning yang sukses harus mengukur produktivitas team dan karyawan/individu,individu harus tetap belajar tentang kinerja dalam team.
Disisi lain ada banyak manfaat training untuk manajer/supervisior diantara lain  manfaatnya sebagai menaikan skill dalam pengelolahan karir sendiri,adanya perhatian lebih kepada karyawan yang berprestasi,menciptakan komunikasi yang bagus antara manajer dan karyawan,diskusi tentang kinerja menjadi lebih terarah,lebih memehami organisasi .disisi lain juga terdapat manfaat training untuk organisasi apa saja manfaat dari training organisasi? Antara lain mendapatkan karyawan yang lebih bagus,karyawan lebih setia,kesempatan tuk menyebarluasakaninformasi kepada semua level,arus komunikasi dalam organisasi menjadi lebih baik,perhatian yang lebih kepada karyawan berprestasi,menyiarkan produk pabrik sebagai organisasi yang piawai mengembangkan SDM dan sebagai cara untuk klarifikasi visi & misi organisasi.
(Mahmudah,S.,Hary,T.A.P.,Shinta,A., Suryani, R 7 Harahap, D.H. (2020).
Pemimpin level menengah yang buruk komunikasinya: Haruskan Karyawan keluar?. Jurnal psikologi. 16(1), 65-74. Yogyakarta: universitas proklamasi)

     Untuk mengetahui apakah konsep training memanag benar benar dilaksanakaan dalam pekerjaan dilakukanlah transfer of
 Training apakah itu transfer of treaning? Transfer treaning merupakan definisi transfer pelatihan tersebut merupakan aktifitas dan berkelanjutan untuk menerapkan pengetahuan,keahlian dan perilaku yang diperoleh oleh suatu pelatihan pada definisi pertama bahwa perolehan hasil dari pelatihan hanya pada konteks pekerjaan,dapat disimpulkan bahwa transfer of treaning mengitentifikasikan sejauh mana peserta pelatihan dapat menerapkan apa  yang diperoleh dari pelatihan sehingga dapat mengubah perilaku dalam pelaksanaan pekerjaan mereka.adapun syarat – syarat penerapan materi training antara lain tingkat kesamaan materi & kenyataan,lingkungan kerja mendorong munculnya perilaku baru,lingkungan kerja izinkan karyawan untuk mencoba perilaku baru hasil training (misalkan tidak menertawakan/mengejek)Adanya peneguhan perilaku baru umpan balik dengan perilaku baru,pentingnya monitor & evaluasi kerja.karyawan juga harus tau ada hubungan apa antara mataei training dan pekerjaanya.karyawan juga harus siap dan termotivasi menerima info baru bila materi training dirasakan terlalu sukar / tidak relevan dengan minat karyawan maka treaning yang mereka lakukan akan sia-sia. Adapula problem-problem yang dirasakan karyawan tentang problem tentang treaning antara lainya mahal,membutuhkan waktu lama,boroskan sumber-sumber efektivitas rendah bila treaning tidak dilaksanakan dengan perinsip –perinsip belajar. Tidak terorganisir dengan baik,sebab itu karyawan hanaya menerima training sedikit tetapi harus tetap belajar on-the-job tetap pengarahan yang memandai.training dengan langsung mengerjakan tugas,misalkan dengan computer dengan cara sekalian buat surat keperluan di kantor.walaupun traning sering dilakukan tetapi seringkali perinsip – perinsip dalam treaning tidak bisa langsung diterapkan di tempat kerja. (Shinta, A. (2018). Pelatihan psikologi = Pelatihan sulap atau pelatihan mendewasakan diri?: Usaha untuk perbaikan budaya akademik. Kupasiana.
https://kupasiana.psikologiup45.com/2018/01/pelatihan-psikologi-pelatihan sulap_9.html)

     Bisa disimpulkan bahwa jika perusahan tidak melakukan training karyawan yang baru ataupun karyawan lama dalam perusahan tidak bisa mendapatkan prestasi,karena kurangnya bekal ilmu dan pelatihan maka karyawan dalam perusahan tersebut tidak bisa memiliki ide atau pemikiran yang lebih baik untuk pekerjaanya, dukungan dari perusahan pun juga sangat berpengaruh sekali dikarena jika karyawan baru ataupun karyawan lama  tidak mendapatkan dukungan dari perusahan untuk menyalurkan ide mya makan karyawan juga akan tetap diam saja dan tidak mau berfikir tentang ide – ide terbaru untuk membuat perusahan menjadi lebih berkembang.Maka dari itu setiap perusahan haruslah sangat memberikan dukungan kepada karyawanya untuk terus belajar dan berprestasi dengan cara mengikuti traning dengan treaning ini para karyawan pun pasti akan mendapatkan ilmu yang lebigh dan bisa mengembangkan ilmu yang sudah didapat untuk perusahaan sehingan dengan demikian karywan – karyawan tersebut pasti akan mendapatkan penghargaan dari perusahan sebagai karyawan berprestasi karena bisa mengembangkan ide – ide pekerjaanya menjadi lebih untuk perusahan tersebut, contohnya pengahsilan bisa bertambah dengan adanya ide – ide baru yang bisa dikembangkan oleh perusahaan.(YIS (1994). Bermain mengahayti dan belajar . Solo: Yayasan Indonesia Sejahtera)





                   DAFTAR PUSTAKA

* https://pengertiandefinisi.com/pengertian-karyawan-dan-jenis-jenis-karyawan-di-perusahan
*Ringgio,R. E. (2003).introduction toindustrial /organizational psychology. New Jersey: Upper Saddle River. Chapter 6. Employee training & development.
*Mahmudah,S.,Hary,T.A.P.,Shinta,A., Suryani, R 7 Harahap, D.H. (2020).
Pemimpin level menengah yang buruk komunikasinya: Haruskan Karyawan keluar?. Jurnal psikologi. 16(1), 65-74. Yogyakarta: universitas proklamasi
*Shinta, A. (2018). Pelatihan psikologi = Pelatihan sulap atau pelatihan mendewasakan diri?: Usaha untuk perbaikan budaya akademik. Kupasiana.
https://kupasiana.psikologiup45.com/2018/01/pelatihan-psikologi-pelatihan sulap_9.html
*YIS (1994). Bermain mengahayti dan belajar . Solo: Yayasan Indonesia Sejahtera



0 comments:

Post a Comment