15.4.20

Kekuasaan Mempengaruhi Segalanya

Mita Dwi Wijayanti/ 19.310.410.037
Fakultas Psikologi 
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 
Dosen Pengampu: Dr. Arundhati Shinta, M. A. 


   Kekuasaan adalah kemampuan potensial dari seseorang/kelompok orang untuk mempengaruhi yang lain dalam sistem yang ada. Dalam pengertiannya, kekuasaan adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua atau lebih individu (a quality inherent in an interaction between two or more individuals). Jika setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan (menurut Lewin). Dalam dunia kerja kekuasaan dimiliki oleh orang yang memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan. Namun, biasanya seseorang yang memiliki kekuasaan besar terkadang cenderung menyalahgunakan kekuasaan mereka. Mereka yang memiliki kekuasaan besar lebih sering bertindak semena-mena terhadap mereka yang memiliki kekuasaan dibawahnya. 
  Seperti halnya dengan seorang supervisor dengan bawahannya. Setelah menjalankan perusahaan dalam satu kurun waktu tertentu, pasti terdapat hal-hal yang terjadi dan tidak melulu sesuai dengan rencana awal serta ekspektasi perusahaan, maka muncullah pertanyaan Apakah pengawasan manajemen benar-benar bermanfaat dianalisis dengan asumsi bahwa pengawas tidak kebal terhadap kesalahan penilaian sebagai monitor atau mungkin bukan konsultan yang baik. Manfaat memiliki pengawas yang tidak sempurna melebihi biaya hanya jika kualitas pengawasannya tidak terlalu rendah. Tetapi jika pengawasan supervisior hanyalah elemen dari skema bonus, tidak ada efek efisiensi negatif yang perlu dipertimbangkan, tidak peduli seberapa baik pemantauan itu. Dalam hal ini ada desain pengawasan yang kuat.
     Untuk itulah perlu dilakukan penilaian kinerja, Penilaian kinerja karyawan ini dinilai sebagai salah satu proses penting yang harus dilakukan agar bisa memberikan umpan balik pada karyawan, baik itu berupa masukan atau apresiasi. Salah satu yang sering jadi keluhan karyawan dalam penilaian kinerja adalah proses penilaian yang dilakukan oleh penilai. Biasanya penilai bisa dari atasan, atasan dari atasan, rekan kerja ataupun pelanggannya langsung. Karyawan merasa bahwa dirinya dinilai tidak cukup adil oleh penilai, dampaknya adalah menurunnya motivasi karyawan, merenggangnya hubungan karyawan dengan penilai, khususnya dengan atasan, untuk jangka panjangnya merugikan perusahaan, karena bisa berdampak pada terciptanya lingkungan kerja yang tidak harmonis yang berujung pada keluarnya karyawan potensial.


     Fenomena kesalahan penilai (rater errors) yang menghambat proses penilaian kinerja menjadi lebih objektif (Noe, et al., 2012), yaitu:
1. Hallo Effect
   Fenomena ini muncul di mana penilai memberikan nilai yang tinggi pada semua aspek kinerja karena impresi positif yang mampu ditampilkan karyawan.
2. Horns Effect
     Fenomena ini berkebalikan dengan hallo effect, di mana penilai memberikan nilai yang rendah pada semua aspek kinerja karena impresi negatif yang ditampilkan karyawan.
3. Central Tendency
   Fenomena ini muncul di mana penilai cenderung memberikan nilai tengah atau rata-rata pada seluruh karyawan. Biasanya ini terjadi pada penilai yang suka bermain aman atau tidak memahami kinerja bawahan sesungguhnya
4. Strictness & Leniency
     Fenomena ini muncul di mana penilai memiliki kecenderungan untuk selalu menilai rendah atau selalu menilai tinggi pada seluruh karyawan. Ada atasan yang cenderung pelit nilai dan ada yang royal nilai.
5. Similar to Me
       Fenomena ini terjadi di mana penilai memiliki kecenderungan untuk memberikan nilai bagus pada karyawan yang memiliki kesamaan dengan dirinya baik kesamaan suku, gender, agama, ras, latar belakang pendidikan, pandangan hidup, pandangan politik dan lainnya.
6. Contrast
   Fenomena ini terjadi di mana penilai memberikan penilaian dengan membandingkan terhadap sesuatu yang ekstrim. Fenomena ini biasanya terjadi karena penilai sudah memiliki satu kondisi ideal atau satu profil karyawan tertentu yang 6dianggap kinerjanya paling ideal.

Referensi:
https://www.zonareferensi.com/pengertian-kekuasaan/ (diakses pada 13 April 2020)
https://swa.co.id/swa/my-article/column/fenomena-kesalahan-penilaian-kinerja (diakses pada 14 April 2020)
Journal of Institutional and Theoretical Economics (JITE)/Zeitschrift für die gesamte Staatswissenschaft, 136-153, 1999 (diakses pada 15 April 2020)
Sumber gambar:
https://sleekr.co/blog/3-kesalahan-dalam-melakukan-penilaian-kinerja-karyawan-yang-harus-dihindari/ (diakses pada 15 April 2020)


44 comments:

  1. Sgt bermanfaat, memberi pengetahuan

    ReplyDelete
  2. Sama sama kak, semoga bisa bermanfaat

    ReplyDelete
  3. Mantav kakak, sangat bermanfaat
    Sering sering ya kak

    ReplyDelete
  4. Terimakasih atas informasinya tetapi menurut saya tidak selalu kekuasaan memengaruhi segalanya sebab ada juga penguasa yang benar benar jujur jadi yang memengaruhi segalanya bukanlah kekuasaan melainkan ke egoisanya

    ReplyDelete
  5. Sangat bermanfaat dan mendidik, salutt 👍

    ReplyDelete
  6. Sebenarnya fungsi dari pengawasan manajem sendiri itu untuk apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk memastikan bahwa semua yang dijalankan telah sesuai dengan acuan yang sudah direncanakan sehingga bisa menghindari masalah dan juga penyimpangan.

      Delete
  7. Sangat menarik dan bermanfaat

    ReplyDelete
  8. Bagus sekali artikelnya, bermanfaat sekali.

    ReplyDelete
  9. Penulisannya bagus nih.. Bisa dikembangin lagi nih .. Mantap jiwa

    ReplyDelete
  10. Bagus mit.. semoga bermanfaat buat yg lain

    ReplyDelete
  11. Artikelnya bagus dan sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  12. Artikelnya bagus dan sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  13. Awh malu bangedddd
    Bagus banget qaqaa

    ReplyDelete
  14. Wah jadi pengetahuan baru nih, makasih ilmunya dan semoga terus berkembang dan maju.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin terimakasih kembali kak, semoga bisa bermanfaat

      Delete
  15. Terimakasih sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  16. benar kekuasaan sangat berpengaruh, terutama pada kinerja karyawan. sip semangat mengedukasi ya:)

    ReplyDelete
  17. artikelnya cukup menarik, dan saya juga sepndapat bahwa orang yang memiliki kekuasaan terkadang malah menyalahgunakan kekuasaan itu sendiri untuk hal-hal yang tidak penting

    ReplyDelete