18.4.20

Menyikapi Pilih Kasih Dalam Dunia Kerja


Devi Nurmala Sari / 19310410048
Jurusan Psikologi Universitas Proklamasi 45
UTS Pengganti Psikologi Industri dan Organisasi
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, MA.



          Dalam satu organisasi atau perusahaan, terdapat struktur organisasi yang dibuat guna melancarkan proses beroperasinya perusahaan. Terdapat satu alur di mana satu kebijakan atau gagasan disusun, dirumuskan, dieksekusi, dan kemudian menghasilkan suatu output tertentu. Perumusan dan perencanaan langkah dilakukan oleh manajer dan dieksekusi oleh karyawan dibawahnya. Tentu saja dalam eksekusinya, perlu dilakukan pengawasan. Disinilah tugas supervisor berada dalam alur tersebut.

Di antara manajer sebagai penyusun perencanaan, dan karyawan sebagai eksekutor, terdapat perantara yang bertugas mengawasi dan memonitor agar setiap rencana berjalan dengan baik. Supervisor yang kemudian bertugas untuk mengawasi setiap eksekusi rencana yang dilakukan pada level dibawahnya dan memastikan semua berjalan baik.

Supervisor yang baik biasanya memiliki rasa empati tinggi dan dapat merangkul setiap karyawan dibawahnya. Hal ini berguna agar setiap karyawan merasa menjadi bagian dari sistem dan bisa bekerja dengan optimal. Supervisor juga tidak boleh menjadi pribadi yang cuek dan harus senantiasa mendampingi bawahannya, sekaligus menyalurkan informasi dan komando dari manajer pada setiap bagian. Namun bagaimana jika Supervisor dirasa pilih kasih?


Kecenderungan atasan untuk memprioritaskan seorang bawahan ini berbahaya untuk kesehatan karier karena akan menciptakan pola pikir bahwa serajin dan sekeras apa pun Anda bekerja, hasilnya akan sia-sia, sehingga Anda beresiko kehilangan motivasi untuk melakukan dan memberikan yang terbaik di tempat kerja. Dibawah ini adalah cara menyikapi atasan yang pilih kasih.

1. Pahami Akar Masalahnya

Pertama-tama, pikirkan kembali, apakah atasan Anda memang cenderung menganakemaskan kolega yang satu itu atau Anda hanya cemburu? Bila kolega Anda memang memiliki performa kerja yang lebih baik dari Anda, mungkin ini saatnya Anda meningkatkan kinerja kerja Anda sehingga setara dengan, bahkan lebih dari, kolega Anda tersebut. Mulailah dengan selalu memberi hasil berkualitas untuk job description Anda dan bila memungkinkan, lihat area lain yang bisa Anda berikan kontribusi ekstra.

2. Kumpulkan informasi 

Diskusikan dengan kolega Anda yang lain dan cari tahu alasan di balik adanya kecenderungan preferensi atasan? Apakah sebelumnya beliau dengan pegawai itu pernah bekerja bersama di perusahaan lain? Apakah ada unsur nepotisme? Apakah murni perkara kepercayaan? Informasi ini akan membantu Anda menentukan bila sang atasan memang benar pilih kasih.

3. Langsung ke sumber

Cari waktu yang tepat untuk bertemu dengan atasan Anda, namun jangan langsung menuduh beliau telah memberikan perhatian ekstra yang tidak adil kepada satu pegawai. Sebaik apa pun hubungan Anda dengan atasan, Anda tidak perlu membahas tentang perkara pilih kasih karena beresiko membuat beliau tersinggung.

Cobalah untuk meminta feedback dari beliau dan diskusikan bagaimana agar Anda bisa diberi lebih banyak peluang. Plus, Anda juga dapat menawarkan bantuan Anda untuk proyek yang sedang berlangsung. Selain menghindari konfrontasi, trik ini akan menjadikan Anda ‘terlihat’ oleh atasan Anda.

4. Ambil langkah selanjutnya

Bila Anda sudah mencoba membicarakan ini dengan atasan dan tidak ada juga yang berubah, coba sampaikan permasalahan ini ke HR untuk mendapat masukan dan melihat opsi yang tersedia, misalnya, Anda bisa meminta untuk transfer ke departemen lain agar Anda bebas dari krisis pilih kasih ini.


Bagaimana pun peliknya masalah ini, jagalah hubungan baik dengan atasan dan pegawai tersebut dan ingatlah untuk tetap profesional dalam tutur dan perbuatan Anda. Bila kondisi ini tidak kunjung membaik, mungkin sudah saatnya Anda melirik tempat kerja lain di mana kerja keras Anda akan lebih dihargai dan performa kerja lebih diprioritaskan dibanding kedekatan dengan atasan.



Refrensi:

Maderenka. 2019. “5 Tugas Supervisor yang Bisa Menjadi Jembatan Manajer dan Karyawan”, https://sleekr.co/blog/5-tugas-supervisor-yang-bisa-menjadi-jembatan-manajer-dan-karyawan/, diakses pada 18 April2020.


Qerja. 2015. “Bila Atasan Pilih Kasih di Tempat Kerja, Harus Bagaimana?”, https://www.qerja.com/journal/view/58-bila-atasan-pilih-kasih-di-tempat-kerja-harus-bagaimana/, diakses pada 18 April 2020.


Sumber Gambar:
https://www.gurupendidikan.co.id/supervisor/
https://www.hipwee.com/list/7-kiat-sukses-menjadi-seorang-supervisor-dalam-dunia-kerja/

0 comments:

Post a Comment