18.4.20

Kelebihan dan Kekurangan yang dimiliki Trainer Senior dalam Bidang yang Psikologi

Ujian Tengah Semester Psikologi Industri & Organisasi
Semester Genap 2019/2020
Dosen pengampu: Dr., Dra., Arundati Shinta MA

Fa Shintariesa Adanty Naufaline / 19310410021

Tema : Dosen senior psikologi dan kurangnya kemampuan menjadi trainer dalam bidang psikologi.  Apa alasannya dan cara mengatasinya?
Judul : Kelebihan dan Kekurangan yang dimiliki Trainer Senior dalam Bidang yang Psikologi

            Trainer adalah sebuah profesi yang memaksa seseorang untuk terus memperbaiki dirinya sendiri dengan jalan memperbaiki orang lain. Sehingga selain profesi seorang trainer yang memang tugasnya membantu seseorang untuk berubah, trainer juga mau tidak mau harus selalu memastikan dirinya tumbuh dan terus belajar. Sayangnya, akhir – akhir ini begitu banyak trainer  yang muncul karena menganggap bahwa trainer adalah sebuah profesi yang mudah untuk mencari uang. Akhirnya banyak trainer yang dengan modal mulut pun akhirnya dengan percaya diri mengajari orang untuk kaya, padahal dirinya belum kaya. Mengajari orang untuk mendapatkan peringkat teratas di kelas, padahal dirinya sewaktu sekolah atau kuliah biasa saja. Mengajari orang untuk menjadi pemimpin, padahal ketika dia memimpin organisasinya berantakan.
            Hal ini menyebabkan para Trainer menjadi tidak kompeten. Tidak kompeten merupakan suatu kelemahan yang jarang diakui oleh seseorang, dan kadang kala, perubahan yang dilakukan dalam Trainer juga menuntut perubahan skill, dan beberapa orang bisa menjadi merasa tidak mampu atau merasa tidak memiliki skill yang dibutuhkan oleh perubahan tersebut. Hal ini disadari bahwa kemampuan berarti kewenangan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Pada dasarnya pengertian dasar kemampuan yaitu kompetensi kecakapan. Salah satunya kemampuan atau kompetensi dan kewenangan pendidik dalam pelaksanaan profesinya sebagai pengajar dosen. Motivasi merupakan suatu istilah yang menggambarkan kekuatan dalam diri seseorang yang menjelaskan tingkat, arah, kekuatan akan usaha yang berkembang dalam pekerjaan. Kinerja atau performance berarti tindakan menampikan atau melaksanakan suatu kegiatan, oleh karena itu performance sering juga diartikan penampilan kerja atau perilaku kerja. 


Seorang trainer harus memiliki 10 sifat wajib untuk menjadi trainer yang baik, meskipun senior sering kali mereka lupa atau tidak tau tentang sifat yang harus dimiliki seorang trainer. Berikut ini adalah sifat – sifat dasar yang harus kamu kuasai.
1.      Role Model maksudnya adalah seorang trainer bisa menjadi contoh atas pesan yang disampaikannya dan berkomitmen untuk melaksanakan apa yang dia katakan. Seorang trainer yang menjadi role model akan sangat dipercaya oleh pendengarnya, ketimbang seorang trainer yang hanya bisa berbicara tetapi tidak memiliki prestasi apapun. Trainer perlu memperhatikan konsistensi antara apa yang dia ucapkan dengan kenyataan yang ada pada dirinya.
2.      Clarity maksudnya seorang trainer harus memiliki pesan yang jelas untuk disampaikan kepada audience nya. Misalkan ada mentor saya yang jelas menyampaikan pesan tentang menemukan passion. Intinya dari sifat ini, kamu harus bisa menjawab pertanyaan, “Who am I?” dan “What kind of message that I want to spread for my audience?”
3.      Competent maksudnya setiap trainer perlu menguasai minimal 2 hal : penguasaan subjek ilmu yang ingin disampaikan (misalnya : keuangan, bisnis, atau pengembangan diri) dan penguasaan panggung. Penguasaan panggung di sini meliputi mulai dari mempersiapkan materi, membawakan materi dengan sangat menarik (mulai dari slide, cara penyampaian, dll) serta mengevaluasi materi yang telah dibawakan.
4.      Confident maksudnya adalah menjaga kepercayaan diri saat diberikan tantangan yang lebih besar atau mendapatkan klien yang juga lebih besar. Cara menjaga kepercayaan diri adalah dengan terus – menerus belajar hingga menjadi seorang expert di bidangnya.
5.      Creative maksudnya adalah kemampuan menciptakan nilai tambah baru atau sesuatu yang unik dan berbeda dari sebelumnya. Tanpa kreativitas, maka pelatihan yang kita bawakan akan cenderung membosankan.
6.      Collaborative maksudnya adalah keterbukaan untuk bekerjasama dengan orang lain. Seringkali ditemukan bahwa trainer biasanya merasa bisa mengandalkan semuanya sendiri. Beranikan diri untuk asking for help apabila memang kita tidak menguasai suatu topik tertentu. Misalkan di program Young Trainer Academysaya berkolaborasi dengan 3 trainer yang membawakan topik berbeda – beda. Hasilnya, pelatihan menjadi lebih asyik dan menarik.
7.      Communicative maksudnya bukan hanya bisa berkomunikasi menarik di atas panggung saja, tetapi juga pada komunikasi satu lawan satu kepada klien atau peserta kita. Salah satu cara untuk mengukur apakah kita komunikatif adalah dengan melihat apakah orang nyaman berkomunikasi dengan kita atau tidak.
8.      Courageous maksudnya adalah keberanian untuk mengambil risiko, terutama menghadapi klien baru atau saat membuat program – program baru yang memiliki risiko. Namun, risiko ini bukan berarti tidak diukur, ya.. Jika kita melihat bahwa peluangnya lebih baik, maka sebaiknya diambil walaupun ada risiko yang menyertainya.
9.      Caring maksudnya adalah tulus peduli kepada orang lain. Dulu, saya sempat menganggap bahwa saat kita menjadi trainer maka yang menjadi bintang adalah trainer nya. Namun, saya salah. Mentor saya meluruskan bahwa yang menjadi bintang adalah audience nya. Kita adalah pelayan untuk membantu mereka menyelesaikan masalah mereka. Trainer terbaik adalah mereka yang secara tulus peduli terhadap audience mereka.
10.  Compassion maksudnya adalah sebuah sikap antusias dan menghayati penuh profesi trainer sebagai passion mereka. Banyak dari trainer yang karena tidak memiliki sifat ini, menjadi bosan karena membawakan pelatihan hanya menjadi sebuah rutinitas saja tanpa memaknainya secara mendalam.


Daftar Pustaka :                                                                                                        
Wibowo,Menajemen Kinerja, Edisi Kedua, Jakarta: Rajawaali Pers, 2009.
https://arryrahmawan.net/menjadi-seorang-trainer-yang-baik/
Sumber Gambar :
https://www.tipsdoktercantik.com/panduan-memilih-personal-trainer-yang-tepat/

2 comments: