25.3.20

STAY HOME AND DON’T PANIC



LIOT MAYANG SARI/19310410039
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Dosen pembimbing: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A


Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus,virus ini menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu tidak hanya flu saja virus ini juga menyebabkan demam,pusing,batuk dan sakit tenggorokan. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).


Hingga pertengahan Maret 2020 menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, jumlah infeksi sekitar 250.000 kasus dengan kematian lebih dari 10.000 orang. Dari berbagai cara penularan di atas, virus corona sebenarnya bisa dicegah dengan upaya berupa mencuci tangan, tidak menyetuh area wajah, menggunakan masker jika sakit. Serta yang terpenting adalah tetap tenang, tidak perlu merasa panik dan ketakutan secara berlebihkan. Rasa panik yang berlebihan dapat menimbulkan banyak masalah baru seperti panic buying atau memborong banyak barang seperti masker dan pembersih tangan yg praktis. Hal tersebut sangatlah tidak tepat untuk dilakukan, karena virus corona ini bukan menjadi ajang untuk memenuhi kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain.selain itu kita di himbaukan untuk beraktivitas dirumah,menurut kepala bidang media dan opini publik kementrian kesehatan Busroni,social distancing dan karantina sendiri selama 14 hari punya peran besar dalam pencegahan dan penanganan untuk memperlambat penularan virus corona.social distancing merupakan bagian dari upaya untuk kelindungi orang yang sakit dan sehat.


sumber
https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/19/073611765/cegah-penularan-virus-corona-mengapa-sebaiknya-14-hari-di-rumah-saja (diakses pada tanggal 24 Maret 2020)

0 comments:

Post a Comment