25.3.20

Covid-19 Membumi, Kuliah Daring Melangit

Covid-19 Membumi, Kuliah Daring Melangit
oleh:
Alia Nanda Rumekti
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



            
           Covid-19 atau Corona Virus Disease adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia. Virus ini dapat menempel pada benda maupun permukaan tubuh manusia. Covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China pada bulan Januari 2020. Kemudian pada pertengahan bulan Maret 2020, Covid-19 mulai memasuki kawasan Indonesia. Kasus penyebaran covid-19 di Indonesia terbilang sangat cepat. Dalam hitungan hari saja sudah banyak korban yang berjatuhan akibat terinfeksi Covid-19. Hal tersebut tentu menjadi pusat perhatian bagi pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, insan industri, dan tenaga pendidikan.

            Dalam rangka usaha pemutusan rantai penyebaran Covid-19, tenaga pendidikan  pun turut serta berkontribusi. Kontribusi yang dilakukan salah satunya adalah memberlakukan kebijakan untuk setiap institusi Perguruan Tinggi dan institusi pendidikan lainnya untuk melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring). Kebijakan tersebut juga diberlakukan di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta sejak hari Senin, 16 Maret 2020. Seluruh kegiatan perkuliahan dilakukan melalui berbagai aplikasi dalam jaringan seperti e-learning, google classroom, whatsapp, facebook, dan sebagainya. Pelaksanaan kuliah dalam jaringan juga diberlakukan pada mata kuliah Psikologi Sosial 1.

            Kegiatan Perkuliahan Psikologi Sosial 1 biasanya dilaksanakan secara tatap muka. Namun sejak merebaknya kasus covid-19 dan diberlakukannya sistem daring pada setiap mata kuliah, kuliah Psikologi Sosial dilaksanakan di facebook. Kuliah Psikologi Sosial 1 secara tatap muka maupun daring memiliki kualitas yang berbeda. Perbedaan tersebut cukup terlihat pada interaksi antarmahasiswa juga dengan dosen pengampu mata kuliah. Dalam pertemuan tatap muka mahasiswa sepertinya lebih antusias dengan dengan perkuliahan. Hal tersebut juga didukung oleh gaya dosen pengampu dalam menyampaikan materi yang cukup merangsang mahasiswa untuk aktif dalam perkuliahan.

            Rangsangan yang diberikan dosen pengampu mata kuliah Psikologi Sosial 1 nyatanya membuat situasi kelas menjadi lebih hidup. Situasi kelas dan perkuliahan tatap muka ini dipenuhi oleh pertanyaan dari mahasiswa terkait materi dan jawaban atas contoh kasus yang diberikan oleh dosen pengampu. Perkuliahan tatap muka di kelas juga didukung oleh fasilitas fisik Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta yang cukup memadai. Fasilitas tersebut meliputi ruang kelas yang luas dan ber-AC, kursi yang nyaman, LCD proyektor, dan perpustakaan dengan koleksi yang cukup lengkap. Hal tersebut tentu lebih mendukung kegiatan perkuliahan secara tatap muka daripada dalam jaringan.

            Mahasiswa mendukung pelaksanaan perkuliahan daring sebagai suatu sikap dalam menghadapi situasi sosial terkait Covid-19. Mahasiswa bersedia melakukann perkuliahan dari lokasi maisng-masing tanpa ke kampus. Namun dalam pelaksanaan kuliah daring yang terjadi justu berbanding terbalik dengan pelaksaan kuliah tatap muka. Kondisi sinyal wifi atau paket data seringkali berpengaruh bagi mahasiswa dalam berkuliah. Masalah server lemah dan kesulitan akses karena kurangnya persiapan pelaksanaan daring pun menjadi kendala bagi mahasiswa. Hal serupa juga terjadi pada mata kuliah Psikologi Sosial 1 dimana seluruh materi dikirimkan oleh dosen melalui aplikasi dalam jaringan.

           Dalam beberapa sudut pandang, kuliah daring ini dinilai kurang efektif. Hal terebut dikarenakan  jam kuliah, kualitas diskusi, dan kejelasan dalam penyampaian materi menjadi kurang maksimal. Namun dengan mengesampingkan kekurangan tersebut, kebijakan tenaga pendidikan dalam usaha pemutusan rantai penyebaran Covid-19 menurut saya cukup efektif. Mahasiswa tetap bisa kuliah dan menerima materi tanpa harus melakukan pertemuan sosial di luar rumah. Sehingga kegiatan perkuliahan, dalam hal ini mata kuliah Psikologi Sosial 1 tetap dapat dilaksanakan dengan baik tanpa perlu ditunda.


0 comments:

Post a Comment