24.3.20

COVID-19 : Cegah Penyebaran Corona, Stop Panic Disorder

Mohammad Evansyah (19310410049)
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Dosen Pembimbing : Wahyu Widiantoro S. Psi., M.A




Pada akhir tahun 2019,dunia di gemparkan dengan temuan virus jenis baru yang kita kenal dengan nama Coronavirus atau Virus Corona. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) (covid19.kemkes.go.id 7 Maret 2020). Sejak awal kemunculannya, virus ini mewabah keseluruh penjuru dunia dalam waktu singkat dikarenakan tingkat penyebarannya sangat cepat, mudah dan bisa menyerang siapa saja.
Penyebaran coronavirus atau virus corona tengah menjadi ancaman serius dunia saat ini.  Sejak kasus pertama yang di laporkan pada akhir 2019 , virus ini telah menyerang ribuan orang di cina dan menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, jumlah pasien covid-19 terus bertambah, Jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) kembali bertambah menjadi 579 orang pada Senin (23/3). Korban yang meninggal pun meningkat menjadi 49 orang, dengan jumlah yang sembuh mencapai 30 pasien (cnnindonesia.com, 23 Maret 2020).
Menurut WHO (World Health Organization), cara penyebaran virus corona COVID-19  melalui tetesan kecil yang keluar dari hidung atau mulut ketika mereka yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk. Tetesan itu kemudian mendarat di benda atau permukaan yang disentuh dan orang sehat. Lalu orang sehat ini menyentuh mata, hidung atau mulut mereka. Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu terhirup langsung oleh orang sehat ketika berdekatan dengan yang terinfeksi corona (cnbcindonesia.com, 20 maret 2020).
Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus ini?
Social Distancing
Social distancing adalah jarak jarak dengan yang lainnya. Sosial distancing yang disarankan setidaknya 1 meter antara kamu dan orang lain.
Kenapa demikian? Karena Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika terlalu dekat, kamu bisa menghirup tetesan air, termasuk virus COVID-19 jika orang tersebut sedang batuk. Selain itu kamu peraturan social distancing lainnya yakni isolasi diri selama 14 hari. Hal ini penting untuk pencegahan virus corona.

Hindari Sentuh Mata, Hidung, dan Mulut
Menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut merupakan cara pencegahan virus corona yang disarankan WHO. Mengapa? Karena tangan menyentuh banyak benda dan dapat membawa virus. Setelah terkontaminasi virus, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut kamu. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh dan bisa membuat kamu sakit.

Tutupi Mulut dan Hidup Jika Bersin
Pastikan kamu dan orang-orang di sekitar menutup mulut dan hidung jika bersin. Bisa juga menutup dengan tisu lalu buang segera tisu tersebut. Mengapa demikian? Karena jika kamu bersin tidak ditutup maka akan menyebarkan virus.

Hubungi Rumah Sakit Jika Mengalami Gejala Terkena Corona
Jika kamu mengalami demam, batuk, dan kesulitan bernapas, hubungi rumah sakit terlebih dulu. Menelepon terlebih dahulu akan memungkinkan petugas rumah sakit mengarahkan kamu ke fasilitas kesehatan yang tepat.

Tetap Update Informasi Terbaru dan Aktual tentang Corona
Cara pencegahan virus corona yakni kamu harus tahu informasi tentang perkembangan terbaru soal virus corona dari pemerintah pusat. Mereka akan memiliki informasi terbaru tentang apakah COVID-19 menyebar di daerah kamu.

Marilah kita selalu menjaga pola hidup sehat dan tetap waspada namun tidak panik. Yang tidak kalah penting untuk menyaring setiap informasi hoax khususnya yang ada di media sosial agar tidak menyebabkan kecemasan yang berlebihan dan kesehatan kita tidak terganggu. Menurut Cutler, 2004 Kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan dampak yang merugikan pada pikiran serta tubuh bahkan dapat menimbulkan penyakit-penyakit fisik. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menghindari diri dari kecemasan seperti mengurangi membaca berita, selalu berkomunikasi dengan keluarga atau orang terdekat agar bisa tetap tenang dan menyibukkan diri dengan aktivitas positif dengan berolahraga dirumah.
"Be Smart and Keep healthy"
#STAYATHOME


Referensi :

https://www.covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-coronavirus-disease-covid-19-qna-update-6-maret-2020/#.XoDlBKgxeh- (diakses pada 29 Maret 2020)

0 comments:

Post a Comment