27.3.20

Cegah COVID 19 dengan Social Distancing, perlu jugakah kita Social Media Distancing?



Bangun Handoko
19 310 420 090
Mata Kuliah : Psikologi Umum II
Dosen Pengampu : FX. Wahyu Widiantoro, S.Psi, MA.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Virus Corona (COVID-19) yang telah menyebar ke seluruh dunia dan menginfeksi ratusan ribu orang di dunia. Untuk mencegah virus ini semakin menyebar, ada dua hal penting yang harus kita lakukan, yaitu mencuci tangan dan Social Distancing. Lalu apa itu Sosial Distanding?

Jadi Social Distancing atau bisa disebut juga dengan pembatasan sosial adalah sebuah cara yang direkomendasikan oleh ahli kesehatan masyarakat untuk memperlambat penyebaran penyakit yang ditularkan dari orang ke orang, sederhananya cara ini mengharuskan kita untuk menjaga jarak satu sama yang lain sehingga virus tidak dapat menyebar dari satu orang ke orang yang lain. Contohnya yaitu menghindari kerumunan, pertemuan publik, atau tempat-tempat lain yang sering kita bertemu dengan orang dalam jumlah banyak yaitu menghindari tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan, bioskop, stadion olahraga dan termasuk sekolah, dll. (Batampos.co.id, 18/03/2020)

Namun, selain Social Distancing, perlukah kita juga menerapkan Social Media Distancing? Di zaman era digital kali ini, kita memang tidak pernah lepas dari namanya teknologi tertutama gadget, kita dapat mengakses semua informasi yang ada di dunia ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa media memang memberikan banyak informasi bagi kita baik itu informasi yang bersifat umum maupun informasi khusus terkait COVID 19.

Dengan adanya kasus COVID 19, semua media mulai membicarakan tentang Virus Corona, media termasuk diantaranya media sosial selama ini yang sebelumnya sudah berisik dengan berita-berita umum menjadi tambah berisik dengan segala macam perbincangan berkaitan dengan Corona. Kita memang memerlukan informasi tentang COVID 19 tetapi informasi yang valid, bukan informasi yang membuat hati menjadi panik, cemas, dll. Dalam konteks inilah yang saya maksud dengan Social Media Distancing yaitu menjaga jarak dari akun-akun yang dapat membuat panik, cemas, akun-akun penyebar hoax, dll. (Kumparan.com, 17/03/2020). Carilah sumber informasi yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Seperti apa yang dialami oleh Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut bahwa pemberitaan masif terkait virus Corona di media sosial bisa membuat seseorang drop, yang berujung penurunan status imunitas. "Virus ini menyerang hati dan jiwa sebelum pernapasan dan paru-paru. Gua merasa baikan setelah Social Media Distancing hari kedua di RS. Socmed itu ICU Raksasa. Runtuh mental semua orang kalau digempur berita COVID-19. Drop imunitas," kata Bima Arya seperti dalam pesan yang beredar. (Detik News, 24/03/2020).

Untuk menghindari salah informasi terkait COVID 19, pantaulah informasi melalui situs resmi yang bisa dipertanggungjawabkan seperti www.covid19.go.id atau https://corona.jogjaprov.go.id/.


Daftar Pustaka :

0 comments:

Post a Comment