12.10.19

Penerimaan Diri

                                                                      PENERIMAAN DIRI

Bagus Muhlisin
19310410005
Mata kuliah.           : Psikologi Umum 1
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A


        Hidup ini tidak pernah lepas dari permasalahan  seperti putus asmara, cinta ditolak, kegagalan dalam sebuah bisnis, tidak mendapat pekerjaan yang sesuai dengan yang diharapkan, atau masuk kampus namun tak sesuai dengan yang dibayangkan. Setelah itu kita kecewa dan bertanya-tanya apa yang salah dengan diri saya? Kenapa  saya tidak bisa seperti mereka padahal saya sudah maksimal dalam mengerjakannya?

Ketika stress, kebencian terhadap diri sendiri berlanjut, berakibat buruk pada mental Seseorang menjadi malas untuk melakukan aktivitas, menurunkan produktifitas, mengurung diri, bahkan stress berat berakhir depresi.  Oleh karena itulah pentingnya penerimaan diri.

Penerimaan diri berhubungan dengan konsep diri yang positif. Konsep diri yang positif menjadikan seseorang mampu menerima dirinya dan menghargai dirinya sendiri. Yakin akan standar potensi diri tanpa harus dikendalikan oleh orang lain dan memiliki penilaian realistis mengenai keterbatasan diri sendiri. Berupaya sebaik mungkin  agar bisa berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Germer (2009), proses penerimaan diri sebagai bentuk keadaan melawan ketidaknyamanan. Tahap awal yang terjadi adalah rasa kebencian, selanjutnya proses dimulai dengan keingintahuan akan masalah. Apabila hal itu berjalan dengan baik maka akan berakhir dengan merangkul apapun yang terjadi dalam hidup individu.

Berikut adalah penjelasan tahapan penerimaan diri :
1.Aversion (kebencian/keengganan menghindari, resisten).
Reaksi alami pada perasaan yang membuat tidak nyaman yaitu kebencian/ keengganan ini juga dapat membentuk keterikatan mental atau perenungan, atau mencoba mencari tahu bagaimana    cara menghilangkan perasaan tersebut.
2. Curiousity (melawan rasa tidak nyaman dengan perhatian).         
Pada tahapan ini individu mulai memiliki pertanyaan-pertanyaan pada hal-hal yang dirasa perlu untuk diperhatikan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul biasanya yaitu perasaan apa ini?, kapan perasaan ini terjadi.

3. Tolerance (menanggung derita dengan aman).             
Toleransi berarti menanggung rasa sakit emosional yang dirasakan, tetapi individu tetap melawannya dan berharap perasaan tersebut akan segera hilang.

4. Allowing (membiarkan perasaan datang dan pergi). 
Setelah melalui proses bertahan akan perasaan tidak menyenangkan telah selesai, individu akan mulai membiarkan perasaan tersebut datang dan pergi begitu saja. Individu secara terbuka membiarkan perasaan itu mengalir dengan sendirinya.

5. Friendship (merangkul, melihat nilai-nilai yang tersembunyi).
Individu melihat nilai-nilai yang ada pada waktu keadaan sulit menimpanya. Hal ini merupakan tahapan terakhir dalam penerimaan diri.

Penerimaan diri merupakan suatu proses menerima dan menghargai diri sendiri dengan positif sehingga berupaya untuk berubah menjadi lebih baik tanpa dikendalikan oleh orang lain.

Daftar pustaka
Germer, C. K. 2009. The  mindful path to self-compassion. USA: The guilford press.

0 comments:

Post a Comment