2.4.19

Hubungan Stres dan Motivasi Belajar pada Mahasiswa


Hubungan Stres dan Motivasi Belajar pada Mahasiswa


ManikMuthmain
143104101077
Mata Kuliah :Psikologi Abnormal
DosenPengampu :Fx. WahyuWidiantoroS.Psi., M.A


Bagi sebagian orang, masa kuliah merupakan momen yang sangat indah dan menyenangkan. Punya teman banyak dan bisa nongkrong sampai pagi misalnya.Namun, kehidupan mahasiswa nyatanya tak selalu seperti itu. Tugas menumpuk, penelitian, waktu, tenaga, pikiran dan biaya tak lepas dari lika-liku perjuangan mahasiswa selama di kampus.Bisa lulus tepat waktu bisa jadi merupakan anugerah, molor pun tak apa asal bisa wisuda dan membahagiakan kedua orangtua. Makanya jangan heran jika pertanyaan Kamu kapan wisuda?”,itu menyesakkan, apalagi buat mereka yang lulusnya tak sesuai harapan. Dibalik kata mahasiswa tentunya tak lepas dengan yang namanya stres.

Stres adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental (Rismalinda dalam Agnes Putri S Marbun , Arneliwati, Yufitriana Amir, 2018). Umumnya seseorang yang mengalami stres akan terganggu siklus kehidupannya merasakan ketidaknyamanan. Stres dapat terjadi pada berbagai tingkat usia dan pekerjaan, termasuk mahasiswa.  Sumber stres atau yang disebut stresor adalah suatu keadaan, situasi objek atau individu yang dapat menimbulkan stres. Stresor pada mahasiswa dapat bersumber dari kehidupan akademiknya, terutama dari tuntutan eksternal dan tuntutan dari harapannya sendiri. Stresor atau faktor pencetus stres yang dihadapi oleh para mahasiswa dapat berhubungan dengan faktor personal seperti jauhnya para mahasiswa dari orang tua dan sanak saudara, ekonomiataufinansial, missal tentang pengelolaan keuangan, uang saku. Demikiantentangmasalah interaksi dengan teman dan lingkungan baru, serta masalah-masalah personal lainnya. Faktor akademik di sisi lain juga menyumbangkan potensi stres misalnya tentang perubahan gaya belajar dari sekolah menengah ke pendidikan tinggi, tugas-tugas perkuliahan, target pencapaian nilai, prestasi akademik dan masalah-masalah akademik lainnya (Legiran dalam Deyisi Pratiwi A. Demolingo, Flora Kalalo dan Mario Katuuk, 2018).

Stres mampu mempengaruhi minat belajar mahasiswa. Minat belajar alat untuk memicu motivasi belajar mahasiswa sehingga ada beberapa faktor yang dapat mengoptimalkan motivasi belajar yaitu cita-cita, kemampuan belajar, kondisi siswa, kondisi lingkungan, unsur-unsur dinamis dalam belajar. Banyak kejadian tersebut menyebabkan diantara mereka untuk tidak melanjutkan kuliah, tidak semangat belajar dan lain-lain (Twincardo dalam Deyisi Pratiwi A. Demolingo, Flora Kalalo dan Mario Katuuk, 2018).

Mahasiswa dengan motivasi belajar yang tinggi tentunya akan mencapai hasil belajar yang lebih baik dari pada mahasiswa dengan motivasi belajar yang sedang maupun rendah. (Mujiman dalam Deyisi Pratiwi A. Demolingo, Flora Kalalo dan Mario Katuuk, 2018) mengatakan motivasi belajar mahasiswa yang tinggi ini juga berhubungan dengan teknik belajar. Teknik belajar yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar, hasil belajar yang baik dapat meningkatkan motivasi belajar.

Daftar Pustaka

Agnes Putri S Marbun , Arneliwati dan Yufitriana Amir. 2018. Jurnal. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Stres Mahasiswa Program Transfer Keperawatan yang Sedang Menyusun Skripsi. Universitas Riau.
Deyisi Pratiwi A. Demolingo, Flora Kalalo dan Mario Katuuk. 2018. Jurnal. Hubungan Stres dengan Motivasi Belajar pada Mahasiswa Semester  V Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran. Universitas Sam Ratulangi Manado.



0 comments:

Post a Comment