2.4.19

REMAJA CERDAS MENYIAPKAN SUKSES UNTUK MASA DEPAN



Ika Fatmawati
183104101185
Mata Kuliah : Psikologi Umum II
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A

Akhir pekan biasanya di gunakan untuk berlibur atau beristirahat sejenak dari rutinitas. Remaja Putri yang tergabung di Kamina Sedayu punya cara lain untuk mengisi akhir pekan mereka dengan hal yang bermanfaat. Kamina adalah kelompok kajian remaja muslimah di Sedayu, Bantul.

Kegiatan tersebut di laksanakan di hari Ahad sebulan sekali. Kebetulan saya di ajak panitia untuk mengisi acara pagi itu. Para peserta mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda, ada yang masih duduk di bangku SMA, ada yang sudah bekerja, ada juga yang mahasiswa.

Tujuan kegiatan tersebut adalah sebagai ajang silaturahim, menyalurkan hobi, dan ada materi tentang pengembangan diri atau motivasi. Hadir dalam acara tersebut adalah “orang- orang pilihan”, karena sebagian orang beranggapan kegiatan remaja seperti itu adalah kegiatan yang tidak bermutu dan hanya untuk orang- orang yang alim saja.

Tema kajian yang di sodorkan oleh panitia kepada saya sangat sentimentil, namun sebenarnya sangat dekat dengan mereka dan jiwa muda mereka. “Fatimah Azzahra dan Ali”, kisah cinta dua sejoli yang sangat terjaga dan sangat romantis. Sebuah kisah yang inspiratif untuk remaja, mereka mulai penasaran dengan apa itu cinta yang bermula dari ketertarikan terhadap lawan jenis.

Menurut para ahli psikologi (Tim MQ Publishing, 2004) terdapat dua periode usia yang harus diperhatikan orang tua dalam hal perkembangan anak- anaknya teruatama saat menginjak usia remaja. Periode pertama yaitu periode masa puber usia 12-18 tahun. Periode ini anak sudah mulai tidak ingin diperlakukan seperti anak kecil lagi, dan kekritisan anak sudah mulai tumbuh. Terkadang pada masa peralihan ini ada anak- anak yang mengalami kecemasan karena terjadinya perubahan fisik pada dirinya.

Periode selanjutnya yaitu periode remaja atau adocelent 19-21 tahun. Pada masa ini biasanya mulai terlihat bentuk kedewasaan mereka, mulai realistis, menerima dan menghadapi hidup apa adanya, mampu mengambil sikap dan menetapkan pilihan dan bakat serta minatnya pun mulai terlihat. Demikian pula dalam perkembangan pemahaman agamanya.


Berkaitan dengan cinta, tidak sedikit remaja yang putus sekolah dan terpaksa dengan ketidaksiapannya menjalani hidup berumah tangga. Tidak sedikit pula yang lari dari tanggung jawab cintanya. Akhirnya ada pihak yang dirugikan termasuk remaja itu sendiri.

Salah satu kemampuan yang cukup penting di kembangkan remaja untuk mengatasi masalah dan hambatan yang dihadapi adalah kemampuan resiliensi. Ada yang menyebutnya sebagai kemampuan bangkit dari kekalahan, daya lenting, dan pribadi yang tangguh tahan banting. Kata kuncinya adalah kemampuan seorang remaja untuk bangkit dari kesalahan atau kegagalan dan memulai lagi untuk kembali berjuang (Fajar,  2012).

Setiap remaja mempunyai keadaan yang berbeda dengan orang lain dan berjuang menghadapi tantangan atau kesulitan yang berbeda- beda. Setiap remaja, apapun kondisinya dia adalah pejuang bagi masa depannya. Orang- orang hebat lahir bukan karena sebuah kebetulan.

Langkah yang bisa diambil remaja untuk mempersiapkan diri menjadi orang hebat antara lain yaitu setiap remaja perlu bersungguh- sungguh menjalani hidup ini, dan mempunyai keyakinan mampu mencapai kesuksesan. Kedua setiap remaja perlu mempunyai target yang akan menjadi arah perjuangannya dan merancang perjalanan mencapai kesuksesan dalam bentuk langkah- langkah yang konkrit. Ketiga setiap remaja perlu belajar dan mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai kesuksesan serta melaksanakan rencana tersebut dengan sebaik- baiknya. Keempat setiap remaja perlu mengembangkan kemampuan bangkit dari kegagalan atau kesalahan dan mempunyai keberanian untuk tetap berjuang demi masa depannya.

Daftar Pustaka :
Fajar,Y. 2012. Rahasia Masa Remaja Cinta dan Masa Depan. Yogyakarta : Graha Cendikia
Tim MQS Publishing. 2004. Jendela Keluarga. Bandung : MQS Publishing

0 comments:

Post a Comment