31.3.19

Strategi Coping Stress pada Anak Introvert



Sri Sunu Widyaningsih
183104201178
Mata Kuliah : Psikologi Umum II
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A





Coping stress merupakan salah satu strategi pada pengatasan suatu masalah. Penyebab stress yang terjadi akibat dari  diri sendiri atau lingkungan yang membuat seorang individu itu tertekan dan akhirnya mengalami stress, hal itu sangatlah berbahaya bagi individu karena akan mempengaruhi dirinya pada kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya, karena hal tersebut perlu adanya intervensi yang tepat pada individu itu untuk dapat mengatasi stress yang di alami oleh individu tersebut. Dukungan dari orang terdekatnya juga dapat berdampak bagi kehidupan sosialnya untuk individu itu bersosial dalam lingkungannya.
 Pada dasarnya kepribadian introvert cenderung menarik dirinya pada lingkungan sekitar dan memilih untuk tidak bertemu orang banyak, lebih memilih untuk menyendiri, serta menyukai kondisi yang tenang dan jika berlangsung lama juga seorang individu itu dapat memiliki stress karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian, oleh karena hal itu perlu adanya intervensi yang tepat untuk memperbaiki seorang introvert yang mengakibatkan stress, salah satu strategi coping stress untuk meredakan tingkat stress pada anak introvert adalah dengan mengalihkan kegiatannya pada hobi, dan bermain bersama orang lain yang sekiranya dapat dipercaya oleh individu tersebut, karena proses untuk menanggulangi stress yang berkepanjangan diperlukan kerja keras khusus bukan hanya dari pengidap stress tapi pada orang-orang normal yang  berperan seolah-olah hidupnya lah yang paling berat, dengan demikian bisa disaksikan contoh diluar sana yang dapat menjadi pembanding bagi seorang introvert yang tidak yakin dengan penanggulangan dalam hal kepercayaan diri.
Lazarus dan Folkman 1984 menyatakan bahwa coping stress merupakan usaha berbentuk kognitif maupun perilaku yang secara spesifik dilakukan untuk mengelola tuntutan yang menyebabkan stress. Keadaan stres yang dialami seseorang akan menimbulkan efek yang kurang menguntungkan baik secara fisiologis maupun psikologis. Individu tidak akan membiarkan efek negatif ini terus terjadi, ia akan melakukan suatu tindakan untuk mengatasinya. Tindakan yang diambil individu dinamakan strategi coping. Strategi coping sering dipengaruhi oleh latar belakang budaya, pengalaman dalam menghadapi masalah, faktor lingkungan, kepribadian, konsep diri, faktor sosial dan lainlain sangat berpengaruh pada kemampuan individu dalam menyelesaikan masalahnya.
Strategi Coping menurut Lazarus dan Folkman 1984 terbagi menjadi dua macam yakni:
 -   Strategi coping berfokus pada masalah adalah suatu tindakan yang diarahkan kepada
pemecahan  masalah.
-          Strategi coping berfokus pada emosi adalah melakukan usaha-usaha yang bertujuan untuk memodifikasi fungsi emosi tanpa melakukan usaha mengubah stressor secara langsung.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa coping stress merupakan suatu proses pada individu tertentu yang mampu menanggulangi, mengurangi, bahkan menghilangkan dampak negatif dari stress. Pada dasarnya individu yang sehat secara mental adalah individu yang memiliki strategi coping tinggi. Apalagi pada anak introvert, ia mampu memiliki coping yang baik untuk mengalihkan dirinya dari dampak stressor yang berlebih.


DAFTAR PUSTAKA
Folkman, S. & R. Lazarus. 1984. Stress, Appraisal and Coping. New York: Springer Publishing Company, Inc.



0 comments:

Post a Comment