31.3.19

MENULIS BISA MEREDAKAN STRESS


Fadilaturochman Tririzki Permana
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
18.310.410.1189


Menulis bukan suatu kegiatan yang susah dan menjadi tidak mudah jika kita tidak mau mempelajari hal tersebut. Banyak dari kita takut untuk melakukan kegiatan menulis bahkan untuk memulainya. Ketakutan tersebut yang membuat kita untuk berhenti menulis meski baru memulai.Banyak dari penulis yang tidak lagi menulis karena perasaan takut ini seperti takut mendapat respon negative atas tulisannya ataupun alasan – alasan lainnya. Padahal jika kita mau untuk mengubahnya menjadi hal positif kita bisa menjadikan hal tersebut untuk membuat tulisan kita lebih baik lagi.

Abdul madjid (2005) dalam bukunya yang berjudul “Daya Sukses Dari Dalam Diri”, mengatakan sabar dan ikhlas mengkondisikan diri kita untuk bisa berpikir, berstrategi dan kemudian berusaha keras untuk mencapai apa yang diinginkan. Menulis juga membutuhkan kesabaran serta keikhlasan untuk mendorong kita menjadi lebih baik lagi dalam ketakutan atas respon yang kita terima nantinya, dengan begitu tulisan kita akan jauh berkembang dari pada sebelumnya dan akhirnya di terima oleh masyarakat.  Adanya perasaan sabar dan ikhlas kita mampu menyadari dan memanfaatkan perasaan itu untuk menulis hal - hal yang indah.

Kita tela’ah sebenarnya banyak sekali manfaat yang kita dapat kan dalam kegiatan menulis dan manfaat tersebut sangatlah positif bagi diri kita. Selain memperluas pengetahuan penulis, menulis dapat memberi kita keberanian, membantu mengingat dan memproleh informasi,  menjernihkan fikiran, bahkan menulis dapat menyehatkan kulit wajah dan mengatasi trauma  (Lasa, 2005).

Menulis bisa menjernihkan fikiran karena menulis sendiri merupakan salah satu bentuk atau cara melepaskan pemikiran kita dan melepas kan beban yang dituangkan dalam tulisan – tulisan. Melalui tulisan – tulisan kita mampu mengeluarkan semua beban yang ada di fikiran kita dan kita tuangkan dalam kata – kata sehingga berbagai kesumpekan, rasa ketidakadilan dan kejengkelan akan berkurang melalui tulisan yang kita buat. Banyak tokoh – tokoh sastrawan yang tulisannya terinspiasi dari rasa jengkel akan kehidupan politik, isu sosial, etika dan moral serta tindakan masyarakat dan hal itu membuat pemikiran mereka berkembang dan menjadikan mereka ahli dalam bidangnya di tengah kekacauan batin yang mereka rasakan.

Berbagai kata yang dituangkan dalam tulisan maka perasaan kita juga ikut tertuang didalamnya, membuat kita bisa melepaskan perasaan tertekan sedikit demi sedikit. Hal ini bisa kita lihat dari tulisan – tulisan penulis yang ada terkadang membuat kita terhanyut didalam ceritanya sehingga kita kadang bisa mengerti seperti apa perasan penulis tersebuat ketika menulisnya. Seperti halnya diri kita sendiri ketika kita menuangkan emosi kita dalam tulisan kita, kita sedikit demi sedikit mengeluarkan tekanan dalam batin kita hingga perasaan kita yang tadinya sangat kecewa akan sesuatu terlampiaskan dalam tulisan tersebut.


Referensi :
Lasa, Hs,.(2005). Gairah Menulis ; Panduan Menerbitkan buku untuk Penulis Pemula. Yogyakarta :Alenia
Madjid, Abdul. (2005). Daya Sukses dari Dalam Diri. Yogayakarta :Tinta



0 comments:

Post a Comment