12.11.18

Narkoba dikalangan Remaja
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa. Bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini, upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.
Perubahan perilaku pada penyalahguna Narkoba dapat dilihat secara fisiologik maupun psikologik misalnya: pengguna akan menampakkan gejala fisiologik berupa bicaranya cadel, terjadi gangguan koordinasi, cara jalan yang tidak mantap, mata merah dan muka yang memerah sedangkan gejala psikologiknya adalah terjadinya perubahan alam perasaan mudah tersinggung,banyak bicara,lebih emosional,sensitive dan paranoid,terjadinya gangguan gangguan perhatian/konsentrasi, yang terkadang memicu kejadian yang tidak diinginkan.
Jenis Narkoba lain yang marak dikonsumsi saat ini adalah shabu-shabu dan ekstasi, kedua jenis Narkoba ini termasuk Ampethamin yang bersifat stimulansia yakni dapat merangsang kerja otak dan meningkatkan aktifitas tubuh, oleh sebab itu jenis stimulansia ini banyak disalahgunakan oleh pekerja yang ingin bekerja seharian tanpa istirahat,padahal secara alamiah tubuh kita juga membutuhkan istirahat. Makanya para pengguna Narkoba tipe stimulansia ini setelah efeknya berlalu akan tertidur beberapa hari sebagai anti klimaks dari efek “kuat” yang ditimbulkan.
Gejala psikologik yang nampak dari pengguna Narkoba jenis stimulansia berupa shabu-shabu dan ekstasi yakni terjadi agitasi psikomotor (hiperaktif, tidak dapat diam) kondisi ini juga disebut Tripping, adanya rasa gembira yang berlebihan, harga diri yang meningkat, dan terjadinya halusinasi merupakan efek yang dinikmati oleh para penyalahguna Narkoba.
Efek lain yang terjadi secara fisiologis dapat terjadi, jantung berdebar debar, pupil mata melebar, tekanan darah naik, keringat berlebihan, perasaan dingin bahkan dapat terjadi mual dan muntah.
Oleh karena itu siapapun yang merasa memiliki kepedulian sosial, marilah kita secara bersama sama menciptakan iklim yang tidak memberi ruang pada segala bentuk penyalahgunaan Narkoba, hal ini dapat kita mulai dari kalangan keluarga terdekat kita, dan di lingkungan kerja kita agar lebih waspada karena peredaran gelap Narkoba bisa terjadi dimana saja tanpa mengenal ruang dan waktu.
Oleh: Ishak Iskandar, SKM,M.Kes
BNN Propinsi Sulsel.

0 comments:

Post a Comment