10.7.18


Dinas LH Perkirakan Sampah di Jakarta Menumpuk Setelah Idul Fitri


Yona Sahputri L
16.310.410.1136
Psikologi Lingkungan
Jakarta ,KOMPAS.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji memperkirakan puncak penumpukan sampah di musim Lebaran ini bakal jatuh usai Idul Fitri. Pihaknya memperkirakan puncak penanganan sampah itu akan terjadi pada H+7, H+8, H+9 dan H+10 Lebaran. Setelah itu, volume sampah akan kembali ke rata-rata normalnya. "Peningkatan tonase disebabkan sebagian besar warga Jakarta telah kembali dari kampung halamannya karena sudah berakhir masa cuti bersama," kata Isnawa, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/6/2018). Selain itu, tukang gerobak sampah yang sempat mudik diperkirakan telah kembali bertugas. Sehingga, akumulasi tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah di rumah tangga, mulai dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Dinas Lingkungan Hidup mengangkut sampah dari TPS ke TPST Bantargebang. TPST Bantargebang tetap beroperasi selama libur Lebaran. "Semua personel divisi operasional dan administrasi tetap stand by dengan pengaturan jadwal piket, sehingga kegiatan pelayanan operasional di TPST Bantargebang tetap optimal," kata Isnawa. Semua prasarana dan sarana di TPST Bantargebang juga tetap dioptimalkan kinerjanya. Seperti alat berat, truk penunjang operasional, pengolahan kompos, pengolahan air sampah, dan pemanfaatan gas metana. Personel yang bertugas tidak kurang dari 300 orang per hari. Pada hari H, pelayanan operasional TPST Bantargebang dihentikan sementara pada pukul 04.00-12.00 WIB karena jalan TPST Bantargebang digunakan oleh warga sekitar untuk mengelar Shalat Id
Namun, personel tetap bersiaga dan segera membuka pelayanan begitu Shalat Id selesai. Hal ini dipastikan tidak akan mengganggu operasional pengelolaan sampah. "Pada hari H hingga pukul 04.00 pagi tetap dibuka pelayanan di 4 lokasi titik buang, karena berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya biasanya truk sampah dari wilayah giat mengosongkan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di wilayahnya. Ini agar dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada saat libur hari H dan H+1 lebaran," ujar Isnawa. Dari perhitungan pihaknya, beban sampah meningkat empat persen selama Ramadhan. Rata-rata per hari tonase sampah selama bulan Ramadhan yang masuk ke TPST Bantargebang adalah 7.999 ton per hari. Terjadi peningkatan tonase sampah dibandingkan dengan sebelum Ramadan yang besarnya 7.710 ton per hari. Adapun jenis sampah yang meningkat kebanyakan berupa sampah rumah tangga, seperti sayur-mayur, buah-buahan, plastik, serta pembungkus makanan lainnya. Meski terjadi peningkatan timbunan sampah saat Ramadhan, keadaan akan berbalik turun saat pra dan pasca Lebaran atau H-6 sampai dengan H+6. Isnawa menilai, hal ini terjadi karena dimulainya cuti bersama dan libur Lebaran. Pada saat itu, banyak warga Jakarta yang melakukan mudik. (Nibras Nada Nailufar)



0 comments:

Post a Comment