23.3.18

RIVIEW JOURNAL PENGARUH SIKAP PENGETAHUAN KESELAMATAN KERJA DAN IKLIM KESELAMATAN KERJA TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN PADA KARYAWAN PRODUKSI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk



RIVIEW JOURNAL

PENGARUH SIKAP PENGETAHUAN KESELAMATAN KERJA DAN
IKLIM KESELAMATAN KERJA TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN
PADA KARYAWAN PRODUKSI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk
 

 I R W A N T O
 NIM. 16.310.410.1125)

Fakultas Psikologi
            Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dwi Kusuma Wardani (dwi.wardani@yahoo.com)
Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang

Abstrak
Perilaku keselamatan dalam keselamatan kerja berhubungan langsung dengan perilaku karyawan dalam bekerja demi keselamatan individu sangat berhubungan erat dengan iklim keselamatan kerja dan sikap pengetahuan keselamatan kerja, karena dengan keadaan iklim keselamatan kerja ada dalam perusahaan mempengaruhi tingkat kesehatan karyawan dan dengan adanya pengetahuan keselamatan kerja, maka karyawan mampu mengerti dan memahami arti keselamatan kerja.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap pengetahuan keselamatan dengan iklim keselamatan kerja terhadap perilaku keselamatan pada karyawan produksi PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskripsi korelasional. Subjek penelitian ini sebanyak 44 karyawan pada bagian produksi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala sikap pengetahuan keselamatan kerja yang terdiri 22 aitem dengan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbach sebesar 0,843, skala iklim keselamatan kerja yang terdiri dari 24 aitem dengan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbachsebesar 0,732, dan skala perilaku keselamatan yang terdiri dari 22 aitem dengan reliabilitas menggunakan formula Alpha Cronbach sebesar 0,861. Data hasil penelitian ini dianalis menggunakan metode regresi linier berganda.

Kata Kunci: Sikap Pengetahuan Keselamatan Kerja, Iklim Keselamatan Kerja, perilaku keselamatan

PENDAHULUAN
Data kecelakaan kerja yang di himpun dari mulai tahun 2003 sampai 2007 selalu meningkat, membuat kegelasan tersendiri bagi pasa psikolog industri yang berkecimpung dan memanagemen di dalamnya. Di dalam suatu lingkungan kerja, pekerja akan menghadapi tekanan dalam lingkungan. yang berasal dari aspek kimiawi, fisik, biologis dan psikis. Tekanan fisik yang kerap terjadi dalam suatu lingkungan kerja, misalnya adanya kebisingan dan keadaan iklim yang tinggi di Indonesia sedikitnya satu juta pekerja terancam bising dan akandiperkirakan terus meningkat (Budiono, 2003).
Pengetahuan keselamatan sangat penting dalam memahami perilaku keselamatan kerja, karena pengetahuan yang di peroleh dalam pengetahuan keselamatan dapat di terapkan di dalam lingkungan kerja. Pengetahuan keselamatan dipengaruhi oleh pengetahuan karyawan terhadap prosedur keselamatan kerja yang diberikan atau diterapkan di dalam perusahaan. Dengan adanya pengetahuan keselamatan karyawan lebih waspada terhadap kecelakaan kerja.Keselamatan kerja bertujuan melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional, menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada ditempat kerja, sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien. Perlindungan keselamatan karyawan mewujudkan produktifitas yang optimal (Suma’mur, 1989 : 4).
Dengan demikian keselamatan kerja adalah upaya manusia untuk menciptakan keselamatan dalam suatu proses kerja yang bertujuan melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktivitas nasional, menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja, dan sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Dipilihnya PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk sebagai tempat penelitian, karena karyawannya dalam menyelesaikan pekerjaan berhubungan dengan alat-alat produksi yang membutuhkan ketelitian untuk menjamin keselamatan kerja karyawannya yang berupa penyediaan fasilitas keamanan kerja yang memadai seperti sepatu, sarung tangan, masker maupun dokter khusus di perusahaan bagi karyawannya. Selain itu dengan membuat peraturan ataupun himbauan mengenai pentingnya keselamatan dalam perusahaan sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan bagi karyawan dalam lingkungan kerja yang aman dan nyaman, hal ini mendukung tercapainya tujuan bersama

DASAR TEORI
1.      Pengertian Perilaku Keselamatan
Borman dan Motowidlo (1993) membedakan perilaku keselamatan di tingkat individu ke dalam dua kategori, yaitu kepatuhan keselamatan (safety compliance) dan partisipasi keselamatan (safety participation).Kepatuhan keselamatan didefinisikan sebagai aktivitas utama yang harus dilakukan individu untuk mempertahankan keselamatan di tempat kerja, termasuk didalamnya kepatuhan akan prosedur kerja dan menggunakan peralatan pelindung diri (personal protective equipment-PPE). Di sisi lain partisipasi keselamatan didefinisikan sebagai perilaku yang tidak secara langsung terhadap aktivitas keselamatan, tetapi akan membantu lingkungan kerja untuk tetap selamat.
2.      Sikap Pengetahuan Keselamatan Kerja
Sikap menekankan pada evaluasi individu terhadap obyek sikap, seperti ditunjukkan oleh definisi yang dikemukakan Eagly dan Chaiken (1993) bahwa sikap merupakan tendensi psikologi yang ditunjukkan dengan penilaian senang/tidak senang terhadap suatu obyek. Sedangkan pengetahuan keselamatan kerja merupakan ilmu pengetahuan dan penerapannya guna mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja. Dengan demikian, definisi sikap terhadap pengetahuan keselamatan kerja lebih menekankan adanya evaluasi  untuk setuju/tidak setuju terhadap pengetahuan.
3.      Pengertian Iklim keselamatan Kerja
Hofmann dan Stetzer (1996) bahwa konstruk iklim adalah “individumelampirkan makna dan menafsirkan lingkungan diman amereka bekerja. Makna ini untuk dan persepsi kemudian mempengaruhi cara di mana individu berperilaku dalam organisasi melalui sikap, norma, dan persepsi perilaku”
Faktor-faktor iklim keselamatan kerja
   Griffin and Neal mengukur keselamatan yang terdiri dari lima sistem meliputi:
1)      Management Value (Nilai Manajemen)
Nilai manajemen menunjukkan seberapa besar manajer dipersepsikan menghargai keselamatan di tempat kerja, bagaimana sikap manajemen terhadap keselamatan, dan persepsi bahwa keselamatan penting.
2)      Safety Communication (Komunikasi Keselamatan)
Komunikasi keselamatan diukur dengan menanyakan dimana isu-isu keselamatan dikomunikasikan.
3)      Safety Practices (Praktek Keselamatan)
Yaitu sejauh mana pihak manajemen menyediakan peralatan keselamatan dan merespon dengan cepat terhadap bahaya-bahaya yang timbul.
4)      Safety Training (Pelatihan Keselamatan)
Pelatihan adalah aspek yang sangat krusial dalam sistem personalia dan mungkin metode yang sering digunakan untuk menjamin level keselamatan yang memadai di organisasi karena pelatihan sangat penting bagi pekerja produksi.
5)      Safety Equipment (Peralatan Keselamatan)
Peralatan keselamatan mengukur tentang kecukupan peralatan keselamatan, seperti alat-alat perlengkapan yang tepat disediakan dengan mudah.
Pengaruh Sikap Pengetahuan Keselamatan Kerja terhadap PerilakuKeselamatan
Bila orang punya pengetahuan tentang manfaat sesuatu hal, maka ia akan mempunyai sikap positif terhadap hal tersebut. Selanjutnya sikap yang positif akanberubah menjadi tindakan apabila mendapat dukungan sosial dan tersedianya fasilitas.Faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah pengalaman orang terhadap sesuatu obyek dan informasi yang diterima olehnya (Ida Bagus, 1992).
Pengaruh Iklim keselamatan kerja terhadap Perilaku Keselamatan
Dari hasil penelitian yang dilakukan Griffin dan Neal (2000) yang mengacu pada beberapa teori mengenai perilaku, suatu model yang menggambarkan antara iklim keselamatan kerjadengan perilaku keselamatan (safety performance). Walaupun terdapat banyak faktor, baik dari individu maupun lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi perilaku kerja seperti keahlian dan kepribadian individu, serta iklim organisasi (Neal & Griffin, 1999), tetapi pada model ini iklim keselamatan kerja menjadi antiseden utama yang data berpengaruh secara positif terhadap perilakukeselamatan.

METODE
Partisipan dan Desain Pelatihan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dalam menguji hipotesis yang telah disusun. Bersifat kuantitatif ini, proses penelitian banyak menggunakan angka mulai dari pengumpulan, penafsiran dan penyajian hasil (Arikunto, 2002). Dengan rancangan variabel Sikap Pengetahuan Keselamatan Kerja (X1), Iklim Keselamatan Kerja (X2), Perilaku Keselamatan (Y). Pada penelitian ini populasi yang digunakan peneliti adalah seluruh karyawan bagian produksi di PT. SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk yang berjumlah 218 karyawan. Dan 46 karyawan bagian produksi dibagian F/Mill dan Packer.

Alat Ukur dan Prosedur Penelitian
Data yang diperlukan dikumpulkan dengan menggunakan 3 skala sebagai berikut :
1)  Skala sikap pengetahuan keselamatan
2)  Skala iklim keselamatan kerja
3)  Skala Perilaku Keselamatan
Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari data yang didapatkan dari hasil
penyebaran kuesioner pengumpulan data diperoleh dari hasil penyebaran angket
kuisioner yang disebarkan berdasarkan banyaknya sampel yang telah ditentukan
untuk diisi.
Analisis Data
Dalam penelitian ini untuk mendapat gambaran mengenai pengaruh sikap pengetahuan keselamatan kerja dan iklim keselamatan kerja terhadap perilaku keselamatan pada karyawan produksi PT. Semen Indonesia, peneliti menggunakan dua teknik yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda yang dihitung menggunakan bantuan SPSS 17 for Windows.
Hasil
1.       Karyawan produksi pada PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk, pada variabel sikap pengetahuan keselamatan kerja sebanyak 30 responden 68,18% dari 44 responden.
2.       Karyawan produksi pada PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk, pada variabel iklim keselamatan kerja dari jawaban responden secara mayoritas masuk pada kategori sedang
4.      Karyawan produksipada PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk, pada variabel perilaku keselamatan sebanyak 30 responden 68,18% dari 44 responden.
5.      Terdapat pengaruh yang signifikan pada variabel sikap pengetahuan keselamatan terhadap perilaku keselamatan.
6.      Tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada variabel iklim keselamatan kerja terhadap perilaku keselamatan.
7.      Perilaku keselamatan dipengaruhi oleh sikap pengetahuan keselamatan dan iklim keselamatan kerja.
Diskusi dan Saran
            PT. Semen Indonesia memiliki perilaku keselamatan yang cukup diperusahaan. Dengan modelmodel perilaku dapat diaplikasikan terhadap perilaku keselamatan di tempat kerja.Hal ini diperkuat dengan adanya penetapan standar kerja tertentu di PT. Semen Indonesia (Persero)Tbk sehingga karyawan cukup memahami perilaku keselamatan yang diberikan oleh perusahaan.
Berdasarkan analisis yang kedua menunjukkan sampel karyawan pada bagian produksi memiliki sikap pengetahuan keselamatan yang sedang. Dan sikap pengetahuan keselamatan kerja berpengaruh terhadap perilaku keselamatan. Karyawan yang mempunyai sikap pengetahuan keselamatan kerja yang diberikan oleh prosedur perusahaan. Maka ia akan mempunyai sikap positif terhadap hal tersebut. Dan faktor yang ada di dalam perusahaan akan mempengaruhi karyawan terhadap objek dan informasi yang diterima.
Dalam analisis ketiga, menunjukkan iklim karyawan sedang. Hal ini bertolak belakang dari penelitian yang sudah ada, bahwa menunjukkan bahwaiklim keselamatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kegiatan yang terkaitdengan keselamatan kerja. Zohar (1980:101) dalam Griffin dan Neal (003:20) menyelidiki bahwa iklim keselamatan kerja mempengaruhi kesuksesan program keselamatan di dalam perusahaan. Sejak penelitian zohar peneliti lain juga menyelidiki pengaruh iklim walaupun sesungguhnya tidak ada peneliti yang menyelidiki pengaruh iklim keselamatan kerja pada perilaku tidak selamat.

0 comments:

Post a Comment