23.3.18

Remaja dan Perubahan Mode



Remaja dan Perubahan Mode


I R W A N T O
 NIM. 16.310.410.1125)

Fakultas Psikologi
            Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
1.      Kasus Remaja dan Perubahan Mode
Mayoritas remaja dari zaman ke zaman selalu mengikuti perkembangan mode. Setelah era globalisasi, para remaja digiurkan dengan perkembangan mode yang sangat menonjol, dari mulai barang elektronik, kendaraan dan fashion. Di kalangan remaja dari ekonomi kelas menengah ke atas sangatlah mudah untuk mengikuti perubahan mode dengan mudah mendapatkan uang dari orangtuanya untuk membeli barang-barang yang menunjang mode di kalangan pergaulannya dengan
teman sebaya. Tergiur barang-barang yang selalu baru (mode terbaru) inilah yang membuat remaja ingin selalu tampil mengikuti perubahan mode agar  tidak dibilang ketinggalan zaman dengan teman-teman dalam perrgaulannya. Namun, untuk remaja yang berada pada kondisi ekonomi kelas menengah ke bawah justru perubahan mode akan sangat mempengaruhi perkembangannya tersebut, dari yang tidak bisa mengikuti perubahan mode, merengek kepada orangtua menuntut dibelikan barang-barang baru, sampai merasa tidak percaya diri jika bersama teman dalam pergaulannya yang bisa mengikuti perubahan mode karena berada pada kondisi ekonomi orangtua yang menengah ke atas. Hal tersebut bisa menjadi masalah-masalah dalam perkembangan remaja.
2.      Teori Perkembangan Remaja
Remaja merupakan periode antara masa anak-anak dan masa dewasa, pengertian remaja tergantung pada sejarah, karena pada periode waktu masa remaja mengalami perkembangan sesuai perkembangan zaman dan pengaruh belajar dari lingkungan sosial.
Beberapa pandangan tentang remaja, menurut Stanley Hall salah satu dari kelompok biological maturational, menyatakan teori storm and stress bahwa remaja berada pada masa transisi dan ditandai dengan perubahan fisik secara gradual serta mengalami perkembangan kognitif. Dalam tahapan perkembangan manusia menurut Hall, remaja berada pada usia 12-22 tahun yang berada dalam kondisi masa badai tekanan/ storm and stress, ada gairah dalam diri, mengalami kematangan fisik dan hormonal, serta sosialiasi lebih luas. Kemudian dalam teori biocultural menurut Lewin remaja dari segi sosial berada pada posisi marginal-transisi/peralihan.
3.      Kaitan Kasus dengan Teori/Ulasan
a. Faktor yang mempengaruhi perubahan mode pada remaja/penyebabnya
1)     Masa transisi, bahwa remaja berada pada masa transisi dimana remaja belum memperoleh status dewasa namun tidak lagi mempunyai status anak-anak, remaja berada pada masa peralihan yang menyebabkan adanya pencarian jati diri untuk menemukan identitas bagi ndividu yaitu salah satunya dengan mengikuti perubahan mode, meskipun terkadang remaja hanya modelling/mencontoh mentah-mentah apa yang dilihatnya/disukainya dan menerapkan ke dirinya tanpa memikirkan alasan dan pandangan nilai-nilai terhadap dirinya karena mengikuti perubahan mode tersebut.
2)     Social age, patokan seseorang dianggap pada periode remaja yang universal salah satunya adalah social age, dimana pada masa ini remaja senang berkelompok, memiliki teman-teman dalam kelompok kecil dan pergaulan sosial yang luas dalam kalangan remaja, remaja lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan teman-temannya daripada bersama keluarga, maka pengaruh teman sebaya sangat dominan terhadap perubahan mode remaja, dimana remaja memiiliki pergaulan sosial yang luas di kalangan teman sebayanya yang juga mengalami perubahan mode kemudian remaja akan mendapatkan informasi-informasi mengenai perubahan mode dari teman sebayanya dan mengikuti tren yang diangkat dalam pergaulannya, remaja cenderung ingin mengikuti perubahan mode karena pengaruh teman-temannya/ikut-ikutan ganti-ganti mode tanpa mempertimbangkan manfaat dari mode apa yang dipakainya/digunakannya.
3)     Masa badai tekanan/storm and stress, remaja berada pada masa badai tekanan yaitu adanya dorongan /gairah dalam diri remaja itu sendiri yang menyebabkan emosi remaja tidak stabil, dalam hal ini kaitannya adalah remaja memiliki keinginan-keinginan namun tidak dapat mengontrol/mengelola dengan baik sehingga remaja menjadi korban mode ganti mode ini itu hanya karena ketidakmampuan remaja mengontrol keinginannya, tahunya hanya ingin mengikuti perubahan mode yang terbaru.
4)     Sosialisasi lebih luas, remaja mengalami perubahan mode juga karena pada masa ini sosialisasinya lebih luas, remaja terpengaruh dengan adanya media elektronik dan media sosial yang memberikan contoh-contoh globalisasi dan modernisasi tanpa memperhatikan dampak-dampak perubahan mode.
5)     Faktor lingkungan, remaja dapat dipengaruhi oleh lingkungannya dalam perubahan mode.
6)     Pola asuh/perhatian dari orangtua, remaja akan mengalami masalah dalam perubahan mode menjadi korban mode jika tidak ada komunikasi, perhatian dan pendampingan oleh orangtua pada perkembangan masa remaja.
b. Dampak perubahan mode bagi remaja
Dampak positif perubahan mode pada remaja
·       Remaja dapat memiliki wawasan pengetahuan yang luas mengenai kemajuan teknologi dari berbagai sumber karena adanya gadget/alat elektronik lainnya.
·       Remaja dapat menemukan identitas diri/jati diri dengan adanya perubahan mode.
·       Remaja dapat mengembangkan pergaulan sosialnya untuk hal-hal positif
Dampak negatif perubahan mode pada remaja
·        Menyimpang dari nilai-nilai/norma sosial
·        Perilaku hidup gengsi, boros dan tidak menghormati orangtua
·        Tidak memntingkan apa yang seharusnya namun lebih mementingkan mode/trend
4.      Kesimpulan
Remaja merupakan masa transisi, peralihan dari status anak-anak ke masa dewasa, pada masa remaja banyak permasalahan yang dihadapi individu diantaranya adalah masalah remaja dengan perubahan mode.
Remaja dan perubahan mode sebagai permasalahannya adalah korban mode. Dalam hal ini mode diartikan dengan cakupan yang luas diantaranya nilai, gaya hidup, pakaian/fashion, bahasa/cara komunikasi, masuknya budaya asing, karena globalisasi, modernisasi dan perkembangan zaman ke zaman. Apa yang tampak pada remaja masa kini adalah dampak dari peruahan nilai dan gaya hidup lingkungan luas yang tidak mengajarkan kepada remaja cara-caranya. Faktornya pola asuh orangtua, pandangan lingkungan masyarakat terhadap remaja, individu, lingkungan lebih luas (budaya, media, teman, sekolah dll). Menindaklanjuti permasalahan remaja pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari kerjasama pihak-pihak yang lain yang terkait (orangtua, masyarakat, lingkungan, guru, lembaga). Semakin luas jaringan kerjasama semakin baik sinergi yang dihasilkan, maka semakin optimal pula perubahan positif yang tampak pada remaja.

                   Daftar Pustaka
Desmita. Psikologi Perkembangan. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. 2012.
http://indonesian.irib.ir/en/sosialita//asset_publisher/QqB7/content/id/4895419/pop_up?_101_INSTANCE_QqB7_viewMode=print
Catatan materi Psikologi Perkembangan II.

0 comments:

Post a Comment