25.3.18

Interaksi Sosial Dalam Kehidupan Sosial



NAMA                         : NICO HARI AL ARAAFI
NIM                             : 17. 310.410. 1165
MATA KULIAH           : PSIKOLOGI UMUM 2
INTERAKSI SOSIAL DALaM KEHIDUPAN SOSIAL

            Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang atau perorangan. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saat itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, dan saling berbicara. Aktivitas seperti itu merupakan bentuk interaksi sosial. Walaupun orang yang bertemu tersebut tidak saling berbicara atau tidak saling menukar tanda-tanda, interaksi sosial telah terjadi, karena masing-masing sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang yang bersangkutan.
            Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, antara lain faktor imitasi, sugesti, identifikasi, simpati. Faktor tersebut dapat bergerak sendiri secara terpisah maupun dalam keadaan bergabung. Apabila masing-masing ditinjau secara lebih mendalam, faktor imitasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang dapat mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam dari pada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini. Proses simpati sebenarnya merupakan suatu proses di mana seseorang tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.
            Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor-faktor yang menjadi dasar bagi berlangsungnya proses interaksi sosial, walaupun di dalam kenyataannya proses tadi memang sangat kompleks, sehingga kadang-kadang sulit membedakan antara faktor-faktor tersebut. Akan tetapi dapat dikatakan bahwa imitasi dan sugesti terjadi lebih cepat , walau pengaruhnya kurang mendalam bila di bandingkan dengan identifikasi dan simpati
yang secara relatif agak lebih lambat proses berlangsungnya.
            Suatu contoh interaksi sosial adalah seorang Guru menghadapi murid-muridnya yang merupakan suatu kelompok manusia didalam kelas. Di dalam interaksi tersebut, pada tahap pertama akan tampak bahwa guru mencoba untuk menguasai kelasnya supaya interaksi sosial berlangsung dengan seimbang, di mana terjadi saling memengaruhi antara kedua belah pihak. Dengan demikian interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi dari kedua belah pihak.
            Interaksi sosial sangat berguna untuk mempelajari banyak masalah di dalam masyarakat. Dapat dibahas bentuk-bentuk interaksi sosial yang berlangsung antara berbagai suku bangsa, antara golongan yang disebut mayoritas dan minoritas. Interaksi sosial merupakan kunci semua kehidupan sosial karena tanpa interaks sosial, tak akan mungkin ada kehidupan bersama.
Sumber:
Soekanto., Soerjono., & Sulistyowati , B. (2015). Sosiologi Suatu Pengantar, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta Hal 55-58

0 comments:

Post a Comment