17.3.18

ARTIKEL KE-2: PENANGANAN BANJIR (PEMBANGUNAN WADUK BRIGIF DI JAKSEL TERBENGKALAI)



ARTIKEL KE-2: PENANGANAN BANJIR
(PEMBANGUNAN WADUK BRIGIF DI JAKSEL TERBENGKALAI)

NAMA: I R W A N T O
 NIM. 16.310.410.1125)

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

MATA KULIAH: PSIKOLOGI LINGKUNGAN


Dimulai tahun 2014, pembangunan waduk Brigif di kelurahan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, terbengkalai. Sejumlah bidang tanah belum dibebaskan di proyek tangkapan air Kali Krukut itu. Menurut Sanusi (48), warga RT 013 RW 001 Kelurahan Cipedak, sebagian besar bidang tanah sudah dibebaskan. Tinggal beberapa bidang menunggu pengukuran tanah oleh badan pertanahan Nasional Jakarta Selatan. Warga mendukung pembuatan Waduk tetapi, sekarang seperti tidak jadi dibangun.  

Warga memerlukan kejelasan kelanjutan proyek karena sebagian rumah sudah dibongkar. Warga yang sudah mendapat ganti rugi membeli tanah di Citayam, Depok, Bogor dan sekitarnya. Kami perlu kejelasan. Ini kan, tanah milik pribadi. Bingung mau benerin rumah susah, bikin empang juga susah. Selain wilayah RT 013, wilayah lain yang terkena trase Waduk Brigif adalah RT 016, 003, 013, 002 dan 010. Ketua RT 003 RW 001 Mat Zen mengatakan, di wilayahnya masih ada delapan bidang tanah yang belum dibebaskan. Pembebasan lahan sudah dilakukan Pemprov DKI sejak 2014 hingga 2017. Namun, rencana pembayaran Desember 2017 tertunda tanpa kejelasan kenapa program tertunda. Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan belum bisa dimintai konfirmasi terkait dengan kejelasan kelanjutan proyek Waduk Brigif tersebut.                     

Sumber: Kompas. Tanggal 19 Februari 2018. Penanganan Banjir: Pembangunan Waduk Brigif di Jaksel Terbengkalai. Halaman 23.




0 comments:

Post a Comment