17.3.18

ARTIKEL KE-3: LINGKUNGAN HIDUP (PEMBALAKAN LIAR ANCAM KERUMUTAN)



ARTIKEL KE-3: LINGKUNGAN HIDUP
(PEMBALAKAN LIAR ANCAM KERUMUTAN)

NAMA: I R W A N T O
 NIM. 16.310.410.1125)

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

MATA KULIAH: PSIKOLOGI LINGKUNGAN


Pembalakan liar dan perambahan di kawasan ekosistem suaka margasatwa, yang berada di tigah wilayah kabupaten di Riau, yaitu Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir, terus terjadi. Kerusakan terparah terjadi di kecamatan Gaung, kabupaten Indragiri Hilir, akibat perambahan dan pembakaran lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Di lokasi bernama Tasik (danau) Batang Gaung, seperti terpantau dari udara pada akhir pekan lalu, terlihat kegiatan pembalakan liar. Adapun di Desa Simpan Kanan, gaung, hutan terbakar di lokasi seputar pondok-pondok perambah.

Perambahan di desa Simpang Kanan lebih dahsyat. Para perambah telah membuat kanal yang cukup panjang, diperkirakan lebih dari 5 kilometer. Di sisi kiri dan kanan terdapat puluhan gubuk perambah. Di beberapa gubuk terdapat tumpukan kayu olahan. Adapun di gubuk yang terlihat lebih lama terdapat tanaman kelapa sawit di belakangnya. Kepala badan penanggulangan bencana daerah Riau Edwar Sanger mengatakan, kebakaran ribuan hektar di Desa Lukun, kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, yang berlangsung sepekan lebih bisa dipadamkan. Padamnya api di lahan restorasi gambut badan restorasi gambut itu dikarenakan terjadi hujan lebat pada Minggu dini hari. Hanya hujan yang dapat memadamkan api di desa Lukun, karena kebakaran sudah sangat luas. Untuk mengantisipasi kejadian di Meranti, hari Senin ini Pemerintah provinsi Riau akan menetapkan status sianga darurat kebakaran lahan dan hutan, kata Edwar Sanger.
                    
Sumber: Kompas. Tanggal 19 Februari 2018. Lingkungan Hidup: Pembalakan liar ancam kerumutan. Halaman 12.




0 comments:

Post a Comment