15.1.18

Kebohongan publik semakin mencekik

Kebohongan publik semakin mencekik

Nama: Nurul Widiastoni
 NIM: 163104101152
FAKULTAS PSIKOLOGI UP 45 YOGYAKARTA



Praktik kebohongan piblik semakin nyata di masyarakat. Tindakan hukum yang tak tegas, budaya korupsi yang kian kuat, dan birokrasi semakin berbelit makin menyuburkan kebohongan publik. Tanpa tindakan konkret, kebohongan publik bakal mengoyak sendi-sendi kejujuran fondasi bangsa.

Di ranah peradilan dimana hakim menjadi benteng terakhir penegakan hukum , ternayata juga semakin banyak terpapar oleh kasus suap perkara. Sejak KPK berdiri tahun 2003  tercatat 17 hakim di bawah Mahkamah Agung yang terjerat masalah hukum di komisi anti rasuah.

            Dalam dunia pengetahuan para Antropolog menemukan bahwa di beberapa budaya tertentu , berbohing sudah menjadi prilaku yang lazim di lakukan. kebohongan menjadi unsur dasar yang tidak lagi dilakukan secara khusus oleh individu , tetapi meluas menjadi budaya secara keseluruhan. (JA Barners, A Pack of Life: Towards a Sociology of Lying, 1994)

Sumber : Kompas Senin 16 Oktober 2017 halaman 15

0 comments:

Post a Comment