15.10.17

TEORI YANG BERPUSAT PADA PRIBADI (ROGERS)


                              TEORI- TEORI HOLISTIK (ORGANISMIK-FENOMENOLOGIS)
                                                     SITI HANIFAH (16.310.410.1151)
                                         ROGERS : TEORI YANG BERPUSAT PADA PRIBADI
               


         Biodata Carl Roger  -Carl Rogers lahir di Oak Park Illinois, tanggal 8 Januari 1902, anak tengah dari sebuah keluarga besar dan akrab yang sangat menekankan kerja keras dan imam Kristen Protestan yang sangat konservatif (hampir Fundamentalis). Usia 12 ia tertarik ilmu pertanian. Dari kegemarannya itu ia pun melanjutkan ke perguruan tinggi dimana tahun pertama ia gemar akan ilmu alam dan ilmu hayat . Setelah lulus Universitas Wisconsin pada tahun 1924, ia lalu masuk ke Union Theological Seminary di New York City, di mana ia berkenalan dengan pandangan liberal dan filosofis mengenai agama. Kemudian ia pindah ke Teacher College of Columbia University dan mendapat gelar master tahun 1928 dan Dokter 1931. Ia merasakan ketidakcocokan yang mencolok antara cara fikir spekulatif bergaya Freudian yang diterapkan di Institut dan pandangan Thorndikean yang sangat statistis. Pada tahun 1945, Rogers menjadi Profesor psikologi di Universitas Chicago. .

Konsep Rogers tentang bagaimana cara pengembangan suatu teori harus berlangsung dikemukakan dengan jelas dalam pernyataannya berikut : Yang pertama dibutuhkan adalah membenamkan diri dengan peristiwa-peristiwa, mendekati gejala-gejala dengan sedikit mungkin prakonsepsi, kemudian observasi dan deskripsikan peristiwa-peristiwa itu, dan tariklah kesimpulan yang benar-benar berasal dari bahan itu sendiri. 
              Rogers menyebut dirinya sebagai orang yang berpandangan humanistic dalam psikologi kontemporer. Psikologi humanistik itu sendiri lebih condong pada harapan dan optimistik tentang manusia. Ia yakin bahwa dalam diri setiap orang terdapat potensi-potensi untuk menjadi sehat dan tumbuh secara kreatif. Disini tidak hanya sehat secara fisik namun sehat secara mental juga tentunya. Jikalau ada kegagalan dalam mewujudkan potensi diri ini pastinya disebabkan oleh pengaruh yang bersifat menjerat dan kekeliruan dari latihan yang diberikan oleh orangtua, serta pengaruh sosial-sosial lainnya. Namun mampu diatasi jika orang tersebut mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
           Dorongan utama untuk pemikiran psikologisnya adalah pengalaman klinis yang terus-menerus ia lakukan pada individu yang membutuhkan pertolongan pribadi. Jadi Rogers menggunakan waktu efektifnya dari hari kehari untuk memberikan pertolongan terapeutik kepada individu- individu yang membutuhkan pertolongan. Dari situlah atau dari hubungan inilah Rogers menemukan sebagian besar wawasan tentang makna terapi, dinamika hubungan antarpribadi, dan struktur serta cara kerja kepribadian (1959, Hlm. 188)

Rogers terkenal dengan terapinya,  Tipe terapi ini disebut tidak mengarahkan atau berpusat pada klien. Yang berarti bahwa ahli terapi bukan sebagai dokter atau ilmuan namun lebih kepada pribadi dengan pribadi. Yang artinya bahwa ahli terapi telah mampu masuk kedalam hubungan yang sangat pribadi dan subjektif pada klien.  Yang artinya terapis memandang klien ini sebagai seseorang yang mempunyai harga diri tanpa syarat (memiliki nilai tak peduli bagaimanapun keadaannya, tingkahlakunya atau perasaan-perasaannya). Ini berarti ahli terapis benar-benar tulus. Klien akan merasa puas dengan suasana yang diciptakan terapis yang membiarkan klien merasa benar-benar bebas menjadi dirinya sendiri. Dengan begitu klien benar-benar merasa perasaan –perasaan apapun yang dia alami dengan sepenuhnya dan selengkapnya dapat tertuang dalam hubungan interaksi yang berlangsung dengan terapis, entah itu ketakutan, kemarahan, kelembutannya atau kekuatannya. Ia akan menyadari bahwa ia tidak perlu lagi takut terhadap apa yang mungkin melekat pada pengalaman itu, tetapi dapat menerimanya dengan bebas sebagai bagian dari dirinya yang berubah dan berkembang (1961, hlm.185) 
Rogers memandang proses terapi sebagai salah satu contoh wujud semua hubungan dan komunikasi antarpribadi. Hal ini menyebabkan Rogers merumuskan suatu teori umum tentang hubungan antar pribadi.

Dikatakan Bahwa, Nondirective therapy, cukup mudah dipelajari dan dalam menggunakannya diperlukan sedikit atau bahkan tidak diperlukan pengetahuan tentang diagnosis dan dinamika kepribadian. Selain itu, proses perawatannya relative singkat dibandingkan, misalnya dengan psikoanalisis, Dan yang pasti klien mengalami kemajuan cukup dengan beberapa pertemuan terapi.
Teori rogers tentang kepribadian berasal dari pengalaman-pengalamannya sebagai seorang “clin-centered therapist” . Observasi-observasi terapeutik Rogers telah memberi Rogers “Bahan observasi yang luar biasa berharga untuk meneliti kepribadian.

 Struktur Kepribadian

Strukturnya adalah Organisme dan diri (Self)

-         Organisme adalah tempat seluruh pengalaman. Pengalaman meliputi segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadaran organisme pada setiap usia. Keseluruhan pengalaman hanya organisme itu sendiri yang tahu (medan fenomenal). Dalam banyak kasus, orang menerima begitu saja pengalaman yang pernah dialami dan dijadikannya sebagai representasi yang tepat tentang kenyataan dan tidak memperlakukannya sebagai hipotesis atau mengecek ketepatan tindakan dan informasi dari berbagai pengalaman nyata orang lain. Rogers menulis bahwa pribadi yang utuh adalah orang yang sepenuhnya terbuka pada data yang dialami dalam dirinya dan data yang dialaminya dari luar.
-          
      Diri (Self) Sebagian medan fenomenal tadi lama kelamaan menjadi terpisah. Ini adalah diri. Diri atau konsep diri merupakan : Gestalt konseptual yang terdiri dari persepsi-persepsi tentang sifat dari diri subjek atau diri objek dan persepsi tentang hubungan-hubungan antara diri subjek dan diri objek, dengan orang lain dan dengan aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada
persepsi ini. Gastaltlah yang ada dalam kesadaran meskipun tidak disadari.
Diri merupakan suatu istilah yang kabur dan ambigu namun diri merupkan suatu unsur penting dalam pengalaman klien, dan aneh karena tujuannya adalah mejadi “diri-sejati”. Disamping “diri” sebagaimana adanya (struktur diri), terdapat suatu diri ideal yakni apa yang diinginkan orang tentang dirirnya.
Organisme dan aku : Keselarasan dan ketidakselarasan.

orang yang terbebas dari ancaman dan kecemasan adalah orang yang mampu membentuk dirinya dari pengalaman yang sudah dilewati dan dapat bercermin dengan pengalaman tersebut, tidak hanya pengalamannya sendiri namun juga pengalaman orang disekitarnya

-          Dinamika Kepribadian

Organisme memiliki kecenderungan dan kerinduan yakni mengaktualisasikan, mempertahankan dan mengembangkan organisme yang mengalami (1951, hlm.487). kecenderungan untuk mengaktualisasi ini bersifat selektif, menaruh perhatian hanya kepada aspek-aspek lingkungan yang memungkinkan orang tersebut bergerak secara konstruktif ke arah pemenuhan dan kebulatan. Disatu sisi ada motivasi yakni dorongan untuk mengaktualisasikan diri, di sisi yang lainnya hanya ada satu yaitu tujuan hidup, yakni menjadi pribadi yang teraktualisasikan-dirinya atau pribadi yang utuh.
Ketika organisme itu matang ia makin berdiferensiasi, makin luas, makin otonom dan makin tersosialisasi. Tendensi dasar pertumbuhan ini –mengaktualisasikan dan mengekspansikan diri sendiri –tampak paling jelas sekali bila individu diamati dalam suatu jangka waktu yang lama. Ada suatu gerak maju pada kehidupan setiap orang, tendensi yang tak henti-hentinya inilah yang merupakan satu-satunya kekuatan yang benar-benar dapat diandalkan oleh ahli terapi untuk mengadakan perbaikan pada diri klien. Tendensi gerak maju hanya dapat beroprasi bila pilihan-pilihan dipersepsika dengan jelas dan dilambangkan dengan baik. Seseorang tidak dapat mengaktualisasikan dirinya jika tidak dapat membedakan antara cara tingkah laku progresif dan regresif, jika mereka tahu maka mereka akan memilih untuk bertumbuh maju dan bukan untuk mundur. Dalam pribadi yang berfungsi dengan baik, kesadaran cenderung menjadi yang refleksi, bukan lampu sorot tajam yang terpusat. Namun jika fungsi itu terganggu maka timbullah kesadaran diri dengan jelas
Meskipun teori Rogers tentang motivasi bersifat monistik, ia telah memberi perhatian khusus pada dua kebutuhan yakni kebutuhan akan penghargaan yang positif (the need for positive regard ) dan kebutuhan akan harga diri. Keduanya adalah kebutuhan yang dipelajari. Kebutuhan yang pertama terjadi pada masa bayi sebagaimana akibat karena bayi dicintai dan diperhatikan, dan kebutuhan yang kedua terbentuk karena bayi menerima penghargaan positif dari orang-orang lain(1959, hlm 22324). 

      Perkembangan Kepribadian

Meskipun organisme mempunyai tendendensi yang inheren untuk mengaktualisasikan diri, namun sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan, khususnya lingkungan sosial. Rogers tidak memusatkan perhatian pada tahapan-tahapan penting yang dilalui seseorang dari masa bayi hingga dewasa, Rogers lebih cenderung memusatkan perhatian pada cara-cara bagaimana penilaian orang-orang terhadap individu, khususnya selama masa kanak-kanak, cenderung memisahkan pengalaman-pengalaman organism dan pengalaman-pengalaman diri. Rogers berkata bahwa apabila individu hanya mengalami penghargaan positif tanpa syarat bukan positif regard, maka harga dirinya akan menjadi tanpa syarat, kebutuhan akan penghargaan diri hanya sekedar penilaian dan individu akan terus berpenyesuaian baik secara psikologis dan akan berfungsi sepenuhnya. Positif Regard hanya akan menjadikan anak berusaha menjadi apa yang diinginkan oleh orang lain dan tidak berusaha untuk menjadi apa yang sebenarnya dia inginkan. Konflik akan terjadi antara nilai-nilai sadar yang diintroyeksikan secara palsu, dengan nilai –nilai sadar yang sebenarnya, jika seperti itu maka diri akan menjadi rumah yang terbagi melawan dirinya sendiri. Pribadi semacam itu akan merasa tegang, merasa tidak enak dan sebagainya. Ia akan merasa benar-benar tidak mengetahui siapa ia dan apa yang diinginkannya.
Selanjutnya, sedikit demi sedikit sepanjang masa kanak-kanak, konsep diri menjadi semakin menyimpang justru disebabkan karena penilaian orang-orang lain. Akibatnya, suatu pengalaman organisme yang tidak selaras dengan konsep diri yang dirasakan akan menjadikan ancaman dan kecemasan.

MENGAPA TEORI INI DINAMAKAN PERSON CENTERED ATAU BERPUSAT PADA PRIBADI BUKAN ORGANISMIC CENTERED ATAU BERPUSAT PADA ORGANISME ?
Jawabannya : Tidak ada perbedaan dengan kedua istilah tersebut. Istilah pribadi lebih disukai karena bermakna psikologis.  

Kesimpulannya : Organisme sebagai suatu system yang hidup, bertumbuh dan bersifat holistic merupakan realitas psikologis dasar. Setiap bentuk penyimpangan dari realitas dasar ini akan mengancam integritas pribadi yang bersangkutan.
  
DAFTAR PUSTAKA
 Hall Calvis S. & Gardner Lindzey (1993). Teori-teori Holistik (Organismik-Fenomenologis) : Rogers Teori yang berpusat pada pribadi. Yogyakarta: Kanisius.

0 comments:

Post a Comment