16.10.17

Review Psikologi Kepribadian II


Nama: Emiliano Domingos Lemos
Nim: 16.310.410.1150
Fakultas: Psikologi
Tugas: Psikologi Kepribadian II

Tokoh Teori Kepribadian.
Alfred Adler(Psikologi Individual)
Alfred Adler dilahirkan pada 7 februari 1870 di pinggiran kota Wina dan wafat pada tanggal 28 Mei 1937 di Scottlandia, Adler tumbuh dan berkembang dalam keadan menderita rakhitis dan pneomonia. Penyakit tersebut mebuatnya lemah tidak bisa berjalan bahkan hampir meningal. Keadan inilah yang menjadi motivasi utama Adler untuk menjadi seorang Doctor, pada tahun 1859 Adler menerima gelar doctor dari Universitas Wina dan berberapa tahun kemudian beralih ke dunia psikiatri.
Adler adalah anak kedua dari 6 bersaudara. Ia tumbuh di lingkungan yang memiliki latar belakan kehidupan yang berbedah. Adler menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dengan teman temanya yang termasuk anak anak Yahudi dan Non Yahudi, dari kelas menengah dan bawa pengalaman inilah yang mungking mempengaruhi keperduliannya terhadap aspek sosial dari Kepribadian.
Pada tahun 1902 Adler bertemu dengan Freud dan menjadi anggota dari Wina Psychoanalytic Society selama 9 tahun ke depannya lalu menjabat sebagai presiden pada tahun 1910 Adler menulis tentang organ inferiority  karangan yang menyebabkan putus hubungannya dengan Freud teori tentang adanya inferiority karena sifat manusia yang mengatasi kekurangan fisiknya. Bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki kelemahan organis dan inferioritas hadir dalam diri setiap manusia. Dengan kelemahan inilah manusia melakukan kompensasi yaitu menutupi kelemahannya.
Teori Adler semakin hari semakin berbeda dengan Freud dan aggota lainnya. Menurut Freud segalanya yang terjadi di masa lalu mempengaruhi siapa manusia itu sekarang. Sebaliknya Adler berpendapat bahwa dorongan seseorang untuk mencapai kesempurnaan, ( Striving for perfection) yang menentukan siapa manusia itu sekarang. Masa lalu tidak sepenuhnya menciptakan Style of Life, akhirnya pada tahun 1911 Ia meninggalkan Wina Pshycoanalitic Society  Adler kemudian membentuk kelompok yang bernama the society for individual Pshycology dan segera menarik perhatian seluruh dunia. Saat ini kelompok Adlerian sudah terdapat di banyak negara di Amerika Serikat dan perhimpunan Amerika Utara.
Pada tahun 1935 setelah mengunjungi banyak negara Adler menetap di New York City diamana Ia menjadi Professor Pshycology medis yang sekarang dikenal dengan Medical downstate center, Universitas Negeri dari New York Ia terus berpergian ke luar negeri untuk kuliah berkonsultasi dan memberikan demostrasi dan di salah satu perjalanan itu Ia pingsang dan meninggal dunia karena Serangan Jantung.


Pembahasan Teori Individual Alfred Adler
Alfred Adler dalam psikologi kepribadian ada banyak tokoh yang mengembangkan teori mereka terhadap kepribadian individu dan salah satu tokohnya adalah Alfred Adler yang pada khususnya meggemukan teori dinamika kepribadian.
Alfred Adler adalah toko psikologi kepribadian yang mebahas tentang dinamika kepribadian dalam psikologi individual yang mengkaji berberapa teori sebagai berikut ini:
1. Inferiority principle ( Prinsip rendah diri)
2. Superiority principle (Prinsip superior)
3. Style of life principle (Prinsip gaya hidup)
4. Creative self principle ( Prinsip diri kreatif)
5. Concious self principle ( Prinsip diri yang sadar)
6. Fictional goal principle (Prinsip tujuan semu)
7. Social Interrest principle(Prinsip Minat sosial)
Alfred Adler membesarkan 7 prinsip tersebut  sebagai dinamika kepribadian atau psikologi individual  dalam teori Psikologi Kepribadian kemudian Adler memberikan definisi terhadap prinsip prinsip dasar sebagai prinsip Diri:
1. Prinsip rasa rendah Diri
Adler meyakini bahwan manusia  dilahirkan disertai dengan perasaan rendah diri seketika individu menyadari eksistensinya. Ia merasa rendah akan pernanannya di  lingkungan. Manusia merasa bahwa ada makluk lain yang bisa mencapai sesuatu yang tidak bisa dilakukannya. Individu merasa rendah diri karena Ia memikir bahwa orang lain memiliki kelebihan daripada Ia.
Bekenang dengan perasaan Renah diri dalam kondisi organik Adler menciptakan isitilah yang dimaksud untuk menerangkan rendah diri atau inferior dihubungkan dengan kelemahan(Weakness) dan kewannita-wanitaan (femininity). Istilah ini merupakan suatu dinamika kepribadian manusia yang utama karena hal ini merupakan usaha individu dalam mencapai kondisi yang kuat dalam menkompensasikan perasan rendah dirinya.
2. Prinsip Superior
Bagi Adler hanya satu dorongan yakni dorongan untuk superior sebagai usaha untuk meninggalkan perasaan rendah diri. Namun perlu dicatat bahwa superior disini bukanlah kekuatan melebihi orang lain. Superioritas yang dimaksud adalah superior atas diri sendiri, Misalnya: Individu menjadi superior atas dirinya sendiri untuk menguasai diri atau mengontrol diri sendiri dalam kelemahan apapun dengan usaha individu tersebut membutuhkan power ( Kekuatan) untuk meminimaliser kelemahannya.
3. Prinsip gaya hidup
Usaha individu untuk mencapai superioritas atau kesempurnaan yang diharapkan, memerlukan cara tertentuh Adler menyebutkan hal ini sebagai gaya hidup(Life Style) Adler juga menyebut dua hal terpenting dalam gaya hidup yaitu: (The Inner self driven  dan Inner self)
The Inner self driven adalah yang mengatur arah perilaku dan dorongan dari lingkungan yang mungking dapat menambah atau menghambat arah dari dalam.
The Inner self adalah peranaan dalam diri,dengan adannya dorongan dari dalam diri manusia dapat menemukan kekuatan kekuatan untuk mengembankan gaya hidupnya (Life style). Bagi Adler manusia mempunyai kekuatan kekuatan yang cukup sekalipun tidak bebas utuk mengatur kehidupannya sendiri secara wajar.
Gaya hidup manusia tidak ada yang identik sama sekalipun pada orang kembar. Sekurang-kurangnya ada dua kekuatan dari dalam diri yang bisa mengatur gaya hidup manusia seperti yang disebut: The self driven inner ( Kekuatan diri yang datang dari luar atau lingkungan yang dimasuki individu tersebut) dan Inner self ( Kekuatan dari dalam diri yang dibawa dari sejak lahir dan yang bisa mempengaruhi gaya hidup manusia).
4. Prinsip Diri kreatif
Menurut Alfre Adler Prinsip diri kreatif(Creative self princple) adalah faktor yang sangat penting dalam kepribadian individu, disini ditekankan setiap individu memiliki prinsip yang berbeda-bedah tapi prinsip diri kreati adalah salah satu prinsip yang utama harus dimiliki oleh individu sebagai kekuatan untuk mengembangkan dinamika kepribadian individu, dan bisa meyakingkan individu akan pribadi yang bermanfaat oleh kreatifitas yang dimiliki.
Adler menekangkan bahwa self kreatif adalah kekuatan ketiga yang paling menentukan tingkah laku, pengerak utama, sendi dan obat mujarat kehidupan yang membawahi dua kekuatan dan konsep lainnya( kekuatan pertama heridity dan kekuatan kedua lingkungan) yang menurutnya keturunan memberi kemampuan dan lingkungan memberi Impresi.
Menjadi diri yang kreatif sebagai sarana yang mengolah fakta-fakta dunia dan mentrasnformasikan fakta-fakta itu menjadi kepribadian yang bersifat seubjektif dinamika, menyatu personal dan unik. Menurut Adler manusia adalah aktor dan inisiator tingkah laku, karena kepribadian itu dinamis bukan statis.
5. Prinsip Diri yang sadar
Kesadaran menurut Adler adalah inti kepribadian individu. Setiap individu memiliki tingkat kesadaran masing masing yang membawa kepribadiannya menjadi kepribadian yang baik dan sehat secara sadar dan dengar kesadaran individu mampu mengelolah kepribadiannya menjadi kepribadian yang lebih baik dan bermanfaat.
Alfred Adler merasa bahwa manusia menyadari segala hal yang dilakukannya setiap hari, dan Ia dapat menilainya sendiri, artinya dengan kesadaran manusia mampu mengontrol segala sesuatu yang dilakukannya baik itu tingkah laku aktifitas dan sebagainya.
Kesadaran berfungsi sebagai kekuatan yang sesungguhnya bisa membantu kepribadian manusia dalam kehidupan sehari-hari utuk menjadi lebih baik dan terkontrol dalam lingkungan manusia dan manusia mampu menyadari akan segala hal yang dilakukannya. (The power of Concious).
Adler tidak menerima konsep ambang sadar dan Alam tidak sadar(PreConcious dan Unconcious) menurut Freud hal ini adalah mistik. Ia merasa bahwa manusia sangat sadar benar dengan apa yang dilakukannya, apa yang dicapainya, dan Ia dapat merencanakan dan mengarahkan perilaku ke arah tujuan yang dipilihnya secara sadar.
6. Prinsip Tujuan Semu
Menurut Adler masa lalu adalah suatu pengalaman yang sangat penting tapi dia juga menekankan kalau yang paling terpenting adalah masa depan, Yang terpenting bukan apa yang telah individu lakukan tetapi adalah apa yang akan individu lakukan dengan kreatifitasnya yang ada dalam kepribadiannya pada saat tertentu.
 Ia menyatakan bahwa tujuan akhir Manusia akan dapat menerangkan perilaku manusia itu sendiri. Misalkan seorang manusia yang akan masuk ke perguruan tinggi bukanlah didukung oleh prestasinya ketika di sekolah dasar atau sekolah menegah, melainkan tujuannya untuk mencapai gelar tersebut. Usaha mengikuti setiap tingkat pendidikan adalah bentuk tujuan semunya.
Kepribadian Individu sepenuhnya sadar akan tujuan semu dan selanjutnya menafsirkan apa yang terjadi sehari hari dalam kehidupan yang kaitannya dengan tujuan semu tersebut.
7. Prinsip Minat Sosial
Alfred Adler dalam teorinya Psikologi individual kaitannya dengan Kepribadian individu Prinsip minat sosial adalah salah satu prinsip utama dalam keprib. adian manusia dan juga prinsip minat sosial merupakan salah satu pengaruh besar untuk manusia dengan kepridian individu secara individual.
Manusia hidup dalam lingkungan sosial yang tentunya berpengaru dengan kepribadian sosialnya, misalkan bagaima bisa mengadaptasi terhadap setiap lingkungan dan bagaimana bisa berinteraksi sosial dengan orang lain.
Menurut Alfred Adler menyatakan pula bahwa manusia memiliki minat sosial dari lahir dan juga dikaruniai dengan minat sosial yang tentunya bersifat sosial. Kebutuhan ini terwujud dengan adanya komunikasi dengan orang lain yang pada masa bayi mulai berkembang melalui komunikasi anak dengan orang tua. Dimulai pada lingkungan keluarga kemudian pada usia 4-5 tahun dilanjutkan pada lingkungan pendidikan dasar dimana anak mulai mengidentifikasi kelompok sosialnya.
Individu diarahkan untuk memelihara dan memperkuat perasaan minat sosialnya dan meningkatkan kepedulian pada orang lain. Melalui empaty individu dapat belajar untuk bisa memelihara perasan-perasan tertentu yang dimaksud utama adalah perasaan minat sosial.








Referensi:
www.portalPsikologiKepribadian.com
www.AlfredAdlerTheories.com
Alfred Adler personality Theory (Buku Psikologi Kepribadian)








0 comments:

Post a Comment