14.10.17

TEACH LIKE FINLAND (Strategi sederhana melalui Terapi untuk menciptakan kelas yang menyenangkan)

REVIEW BUKU : TEACH LIKE FINLAND
(Strategi sederhana melalui Terapi untuk menciptakan kelas yang menyenangkan)



IRNANINGSIH

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA


Finlandia mengejutkan dunia ketika siswa siswinya yang masih berusia 15 tahun telah berhasil mencatatkan skor tertinggi di penyelenggaraan pertama PISA (Programme for International  Student Assessment) pada 2001. Ujian itu meliputi penilaian ketrampilan berfikir kritis di matematika, sains, dan membaca. Hingga kini negara mungil itu terus-terusan memukau dunia.  Bagaimana pendidikan Finlandia yang jam pelajarannya pendek, PR- nya tidak banyak, dan ujiannya tidak begitu terstandarisasi dapat mencetak siswa-siswa dengan prestasi yang sangat baik.

Ketika Timothy D Walker mulai mengajar kelas 5 di sebuah sekolah negeri di Helsinski, ia mulai mencatat  rahasia-rahasia di balik kesuksesan sekolah-sekolah Finlandia. Walker menuliskan rahasia-rahasia ini dan artikel-artikelnya di Atlantic kerap menuai tanggapan antusias dari masyarakat dunia. Dalam buku ini ia mengumpulkan semua temuan-temuan tersebut dan menjelaskan pada para pengajar, bagaimana cara mengimplementasikannya.

Dalam buku ini penulis memberikan terapi senam otak di sela-sela belajar peserta didik, dan juga memberikan jadwal istirahat otak. Timothy D Walker juga mengadakan kelas belajar dengan belajar sambil bergerak, jadi siswa siswinya tidak hanya sebagai pendengar namun juga sebagai eksplorer yang bebas mengamati apapun yang ada pada ruang dan waktu belajar. 

Selain dua cara tersebut Timothy D Walker juga melakukan penyederhanaan ruang, kegiatan menghirup udara segar, masuk ke alam liar, menjaga kedamaian, menciptakan rasa memiliki, mengenal setiap anak, bermain dengan murid, merayakan pembelajaran mereka, mengejar mimpi kelas, menghapus perisakan (bullying), berkawan, menciptakan kemandirian melalui mulai dengan kebebasan, meninggalkan batas, menawarkan pilihan, membuat rencana bersama siswa, membuat rencana menjadi kenyataan, melakukan penguasaan melalui pengajaran hal-hal yang mendasar, memanfaatkan teknologi, memasukkan musik, anak-anak berperan menjadi pelatih, mendiskusikan nilai, serta mengundang para ahli untuk masuk ke kelas, yang mana para ahli tersebut berasal dari orang tua peserta didik.

Sumber : Walker, T. ( 2017 ). Teach Like Finland. Jakarta : PT. Gramedia
 


 


 

0 comments:

Post a Comment