14.10.17

REVIEW: PERSONAL CONSTRUCT THEORY GEORGE KELLY




REVIEW : PERSONAL CONSTRUCT THEORY GEORGE KELLY (1905-1967)




Oleh  Nurul 
Widiastoni                                                       
Fakultas Psikologi Up 45 Yogyakarta
NIM 163104101152
Mata kuliah Psikologi Kepribadian 2
Dosen pengampu Fx Wahyu Widiantoro,S.Psi, MA
08 Oktober 2017


Iya benar, George Alexander Kelly. Seorang tokoh psikologi yang lahir pada tanggal 28 april sejak 112 tahun silam itu adalah sosok yang perduli dengan lingkungan sekitarnya. salah satu tokoh yang melahirkan teori kepribadian konstruk personal. Di era 30 an adalah masa-masa paceklik dan depresi. Klinik psikologi pedesaan dia bangun untuk mengatasi keprihatinannya dengan nasib buruk para petani yang berada di bagian timur kampus tempat mengajarnya. 
George Kelly yang memandang bahwa kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya. Teori konstruktivisme menyatakan bahwa individu menginterpretasikan dan beraksi menurut kategori konseptual dari pikiran. Realitas tidak menggambarkan diri individu namun harus disaring melalui cara pandang orang terhadap realitas tersebut. Teori konstruktivisme dibangun berdasarkan teori yang ada sebelumnya, yaitu konstruksi pribadi atau konstruksi personal (personal construct) oleh George Kelly. Ia menyatakan bahwa orang memahami pengalamannya dengan cara mengelompokkan berbagai peristiwa menurut kesamaannya dan membedakan berbagai hal melalui perbedaannya. 
 Masa depan memanglah menjadi misteri yang belum bisa di pecahkan. Namun bisa di prediksi atau menebak-nebak apa yang secara umum baik untuk di lakukan. Paling tidak ada ekspektasi atau harapan yang hendak di capai. Pengalaman adalah guru terbaik. Belajar dari pengalaman inilah bisa di ketahui sebab atau akibat dari suatu peristiwa. Kalau saya tau ini salah, ya jangan di lakukan. Intinya jangan sampai jatuh pada lubang yang sama. Belajar dari masa lalu membuat manusia bebas menentukan jalan hidupnya.
Kelly sangat percaya bahwa  untuk memahami perilaku seseorang , kita harus memahami bagaimana orang itu mengkonstruksi realitas. Individu memiliki konstruksi atau cara pandang tentang realitas yang dihadapi , mirip dengan seorang ilmuwan dengan teori-teorinnya. Selain itu individu juga memiliki sikap antisipasi atau ekspektasi. Dengan pengolahan ekspektasi ini mendorong individu untuk selalu bereksperimen. Individu akan memperbaiki pemahaman tentang realitas berdasarkan pengalaman yang ia miliki seperti halnya ilmuwan mencocokkan teory dengan fakta.

Dalam Syamsu yusuf (teory kepribadian) (2007 : 109). Mengemukakan bahwa Variabel struktural kunci dalam teori kepribadian Kelly adalah “konstruk personal”. Konstruk adalah konsep yang digunkan untuk menginterpretasikan atau menterjemahkan dunia/lingkungan. Konstruk merupakan konsep yang digunakan individu dalam menafsirkan, mengategorisasikan, dan mempetakan tingkah laku. Upaya mengkonstruksikan persamaan dan perbedaan sesuatu membimbing ke arah pembentukan suatu konstruk. Suatu konstruk kehidupan ini akan kacau.
Construct adalah cara unik manusia melihat dunia, merupakan hipotesis intelektual yang manusia rancang dan gunakan untuk menginterpretasi atau menjelaskan peristiwa-peristiwa kehidupan.  Manusia berperilaku sesuai dengan harapan bahwa konstruk mereka akan memprediksi dan menjelaskan realitas dunia (Schultz dan Schultz, 2013)
Teori personal construct milik Kelly disajikan dalam format ilmiah yang selanjutnya disusun kedalam Postulat Dasar (fundamental psotulate) dan 11 corollary. Postulat dasar menyatakan bahwa proses psikologis manusia diarahkan oleh cara mereka mengantisipasi kejadian. Kelly menyatakan bahwa proses psikologi manusia diarahkan oleh konstruk-konstruk mereka dengan caranya masing-masing menafsirkan dunia. Kata kunci lain dari postulat dasar adalah antisipasi. Gagasan Kelly untuk Konstruk adalah antisipasif. Manusia menggunakan konstruk untuk memprediksi masa depan sehingga mereka memiliki beberapa gagasan untuk menyikapi konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan dan dari apa yang akan terjadi jika manusia berperilaku dengan cara tertentu (Schultz dan Schultz, 2013).
Kelly menguraikan teori konstruk pribadinnya agar lebih detail dengan mengusulkan 11 konsekuensi yang keseluruhannya dapat disimpulkan dari postulat. 11 konsekuensi (corollary) tersebut adalah:

1.      The construction corollary
Kesamaan diantara peristiwa berulang (Similarities among repeated events). Kelly meyakini tidak ada peristiwa atau pengalaman yang diproduksi persis seperti kejadian pertama kali. Sebuah peristiwa bisa terulang, namun itu tidak akan dialami dengan cara yang persis sama. Kelly mengungkapkan bahwa dengan peristiwa yang persis manusia dapat memprediksi atau mengantisipasi bagaimana ia akan mengalami peristiwa tersebut.

  1. The individuality corollary
Individu berbeda dalam menginterpretasi peristiwa (Individual differencees in interpreting events). Kelly memperkenalkan gagasan tentang pebedaan individu. Ia menyebutkan bahwa manusia mempersepsikan peristiwa dengan cara-cara yang berbeda. Hal ini disebabkan karena manusia menafsirkan peristiwa secara berbeda, dan mereka dari konstruk-kosntruk yang berbeda.

  1. The organization corollary
Hubungan antara konstruk (Relationships among construscts). Manusia mengatur konstruk-konstruknya dalam pola, yang kemudian disesuaikan dengan pandangan mereka dan persamaan dari konstruk tersebut. Organization corollary menekankan hubungan antar konstruk dan kondisi dimana manusia bergerak sesuai dengan karakternya demi kenyamanan (mereka) dengan mengantisipasi kejadian, sebuah sistem konstruksi yang mencakup hubungan hierarkis diantara konstruk-konsruk.

  1. The dichotomy corollary
Dua alternatif yang eksklusif (Two mutually exclusive alternatives). Sistem konstruk manusia terdiri atas sejumlah konstruk dikotomis/bipolar. Hal ini perlu jika manusia ingin megantisiasi peristiwa-peristiwa di masa datang secara benar. Contohnya jika manusia memiliki pandangan tentang kejujuran maka gagasannya juga harus mencakup konsep ketidakjujuran.

  1. The choice corollary
Kebebasan memilih (Fredoom of choice). Manusia memilih alternatif konstruk lain yang bekerja baik untuknya, yang memungkinakan mereka untuk memprediksi hasil dari kejadian-kejadian yang diantisipasi.

  1. The range corollary
The range of convinence. Beberpa personal construct sesuai atau relevan pada semua situasi dan beberapa konstruk relevan dengan sejumlah orang atau situasi yang terbatas. Artinya konstruk manusia bisa diterapkan pada beberapa situasi atau orang atau terbatas pada satu orang atau satu situasi saja.

  1. The experience corollary
Paparan pengalaman baru (exposure to new experience). Setiap konstruk adalah sebuah hipotesis yang dihasilkan atas dasar pengalaman masa lalu yang berfungsi memprediksi atau mengantisipasi kejadian di masa depan. Manusia secara berkelanjutan menguji konstruksi mereka melawan pengalaman hidup guna memastikannya tetap berguna.
Experience corollary didefenisikan sebagai “sistem konstruk yang beragam sesuai cara manusia memahami secara berturut-turut replikasi kejadian-kejadian. Pengalaman terdiri atas pemahaman berturut-turut kejadian-kejadian. Namun kejadian sendiri bukan penyusun pengalaman-dia baru bermakna jika manusia menganggapnya sudah mengubah hidup mereka.

  1. The modulation corollary
Adaptasi terhadap pengalaman baru (Adapting to new experience). Manusia bisa memodifikasi konstruk sebagai sebuah fungsi dari pengalaman baru. Modulation corollary didefenisikan sebagai variasi dalam sistem konstruk pribadi ditentukan oleh kemampuan peresapannya, melaluinya jangkauan kesesuaian varian-variannya berbeda. Konsekuensi ini mengikuti sekaligus mengembangkan konsekuensi pengalaman. Dia mengasumsikan tataran di mana manusia merevisi konstrak-konstrak mereka terkait derajat peresapan (permeability) darikonstruk yang sudah ada. Sebuah konstuk dikatakan peresap jika elemen-elemen baru bisa ditambahkan padanya. Kostruk yang sulit melakukan peresapan atau terlalu padat sukar untuk bisa menerima elemen-elemen baru.

  1. The Fragmentation corollary
Kompetisi antar konstruk (competition among construct). Kadangkala manusia memiliki konstruk-konstruk yang kontradiktif dan tidak konsisten dalam keseluruhan sistem konstruk yang dimilikinya. Kelly meyakini bahwa dalam sistem konstruk manusia beberapa konstruk mungkin saja tidak sesuai meskipun mereka hidup bersama dalam keseluruhan pola.

  1. The commonality corrollary
Kesamaan antara manusia dalam menginterpretasi kejadian (Semilarities among people in interpretating events). Konsep Kelly tentang commonality corollary mengasumsikan kemiripan di antara manusia. Definisi ringkas commonality corollary Kelly berbunyi “apabila manusia menggunakan sebuah konstruksi terhadap pengalaman yang mirip dengan yang digunakan orang lain, maka proses-proses psikologis keduanya bisa dipastikan mirip juga. Dua orang tidak perlu mengalami hal yang sama atau kejadian yang mirip agar proses-proses psikologis mereka mirip – yang mereka butuhkan hanya memahami pengalaman-pengalaman dengan cara serupa.”

  1. The socially corollary
Hubungan interpesonal (interpersonal relationship). Manusia mencoba untuk memahami bagaimana orang lain berpikir dan memprediksi apa yang akan mereka lakukan, dan manusia memodifikasi perilakunya secara demikian. Socially corollary secara singkat didefinikan sebagai berikut: “Ketika manusia dapat memahami secara akurat sistem keyakinan orang lain,  bisa jadi mereka juga berperan utama dalam proses-proses sosial yang melibatkan orang-orang tersebut.”Kelly menyataan bahwa manusia bisa terlibat secara aktif dalam hubungan antarpribadi dan menyadari bahwa mereka adalah bagian dari sistem konstruk orang lain.




DAFTAR PUSTAKA


Shultz, D.P & Shultz, S.E. (2013). Theories of Personality Tenth Edition USA: Wadsworth Cengage  Learning
Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, A. Juntika. (2007). Teori Kepribadian. Bandung : PT  Remaja  Rosdakkarya Offset.
Boeree, George. C. (2010). Personality Theories : Melacak Kepribadian Anda Bersama   Psikolog      Dunia. Edisi ke-empat. Hal 303. Yogyakarta : Prismasophie

0 comments:

Post a Comment