15.10.17

REVIEW TOKOH CARL ROGERS




REVIEW BUKU
Nur Roy Tri Rahayu
163104101129
Psikologi Kepribadian II

TEORI KEPRIBADIAN CARL ROGERS
Judul buku          : Psikologi Kepribadian
Penulis                 : Ki Fudyartanta
Penerbit              : Pustaka Pelajar
Tahun terbit       : Agustus 2012, cetakan I
ISBN                      : 978-602-229-093-3

Carl Rogers lahir pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak Park Ilinois, USA. Teori kepribadian Rogers sama seperti teori Freud, Jung, Adler, Sullivan, Horney yang berasal dari pengalaman selama bekerja dengan individu-individu dalam hubungan terapeutik (sebagai pasien). Rogers selalu menyebut sebagai orang yang berpandangan humanistik. Rogers yakin, bahwa jika bertanggung jawab itu diterima, dan jika regresi serta perbudakan didunia ini dapat dicegah, akan munculnya seorang pribadi baru. Yang penuh kesadaran untuk mengarahkan diri sendiri. Teori Rogers juga bersifat fenomenologis seperti teori eksistensial, Rogers memberi tekanan yang kuat pada pengalaman-pengalaman pribadi perasaan dan nilai semua ekspresi kehidupan batin manusia.
Penerimaan positif (positive regard) bayi mengembangkan konsep self dengan membedakan dan kemudian menginternalisasi  dan menarik diri.pengalaman eksternalyang memuaskan aktualisasi diri bawaan.  Pengalaman dinilai apakah dapat memberi kepuasan atau tidak.kesadaran memiliki konsep diri kemudian mengembangkn penerimaan positif, penerimaan positif dari ibuakan memuaskan bayi sebaliknya tanpa penerimaan positif itu bayi menjadi frustasi. Penerimaan positif tanpa syarat (unconditional positive regard) menerima bayi dan tingkah lakunya yang dikehendaki maupun tidak sebagai pribadi yang utuh. Pewrkembangan pengalaman menempatkan regard positif timbal balik. Orang merasa puas menerima regard positif, kemudian juga merasa puas dapat member regard positif pada orang lain. Ketika regard positif itu diinternalisasi, orang dapat memperoleh kepuasan dari menerima dirinya sendiri, atau duri positif (positive self regard). Konsep penerimaan positif tanpa syarat dari Rogers ini bertentangan dengan teori super ego dari Freud. Prinsip super ego adalah konsensia (baik-buruk) dan ego ideal (performansi terbaik), yang menghadiahi dan menerima tingkah laku yang memenuhi syarat “baik” dan menolak tingkah laku “buruk”, sehingga disebut penerimaan positif bersyarat (conditional positive regard) atau syarat kebaikan (conditions of worth).
Rogers tidak membahas teori pertumbuhan  dan perkembangan, tidak melakukan riset jangka panjang yang mempelajari hubungan anak dengan orangtua. Rogers yakin kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, ekspansi, otonom, sosial dan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri. Struktur self menjadi bagian terpisah dari medan fenomena dan semakin kompleks. Self berkembang secara utuh keseluruhan, menyentuh semua bagiannya. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif, dan tingkah laku yang disadari agar tetap kongruen dengan struktur self.
Kesimpulan : mendidik anak dengan pendekatan penerimaan positif bersyarat maka akan mengembangkan super ego, yang berarti memaksa anak menginternalisasi norma orangtua, dimana hanya kalu anak dapat menyesuaikan diri dengan norma itu dia akan merasa berharga. Anak terpaksa menghambat perkembangan berbagai potensinya (yang tidak sesuai dengan norma orang tuanya), mereka menjadi tidak bebas dan terhambat dalam mengembangkan aktualisasi dirinya.

0 comments:

Post a Comment