10.6.17

SIMPANG JALAN PERGERAKAN MAHASISWA




PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANNISASI
ASEP SINGGIH WIJANARKO
16.310.410.1158
SIMPANG JALAN GERAKAN MAHASISWA

    Mahasiswa dan pelajar kala itu membawa pergerakan yang mengubah jalan sejarah bangsa ini. Menjadi motor pergerakan reformasai pemerintah kala itu,kaumm muda mudi bersama-sama memperjuangkan apa yang mereka yakini itu benar.
   Namun kini pergerakan-pergerakan itu seakan mulai meredup, tertutup apatisme dan indifidualisme yang lebih mementingkan diri sendiri ketimbang kepentingan masyarakat. Padahal idialisme kaum nuda sangat di butuhkan saat ini, mahasiswa terus di tuntut sebagai motor pergerakan  mereformasai  perubahan sosial  sesuai keadan zaman.
   Pada mei 1998 Mozes Gatotkaca masasiswa universitas Sanata Darma tewas di tengah bentrokan antara mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa pada masa orde baru dengan pihak keamanan. Waktu itu jalan mozes masih bernama jalan kolombo dan hanya ada beberapa warung yang berjualan. Pada tanggal 20 mei 1998 jalan kolombo berubah nema menjadi jalan Mozes Gatotkaca.
  Pristiwa itu menjadi bukti sejarah bahwa perjalanan bangsa indonesia tidak lepas dari peran mahasiswa dan kaum muda pada umumnya. Sejak era kebangkitan nasional pada masa kolonialisme,mahasisiswa menjadi motor pergerakan sosial dan politik.
   Mualai didirikannya Budi Utomo (1908),sumpah pemuda (1928),proklamasi kemerdekan (1945) hingga pergantian Orde Lama ke Orde Baru dan kemudian ke Orde Reformasi tidak lepas dari mahasiswa dan anak muda.
   Kini seiring perkembangan zaman pergerakan mahasiswa yang turun kejalan untuk menyuarakan perubahan kondisi Bangsa semakin jarang,seperti nama Mozes Gatotkaca yang mulai terlupakan. Kini aktivisme mahasiswa berada di pinggir dalamdalam pemikiran kolektif mahasiswa.
  Jejek pendapat kompas pada oktober tahun 2015 menunjukan,hampir 70% responden menilai oreantasi pergerakan mahasiswa kini hanya pada didri sendiri ketimbang masyrakat.
   Menurut Badrul Arifin mahasiswa manajemen dan kebiuijakan publik UGM , faktor yang membuat mahasiswa tak seperti dulu adalah semakin kuatnyapragmatisme mahasiswa,menurutnya hal ini dari rezim biaya pendidikan yang mahal serta adanya ketentuan mahasiswa harus lulus dalam waktu 7 (tujuh) tahun sehingga mahasiswa beterdorong karna tidak punya uang lagi sehingga ingin cepat lulus yang berdampak pada idialisme pergerakan mereka yang berkurang.
  Pijakan sama,meski kini pergerakan mahasiswa meredep namun aktivisme mahasiswa masih ada namun dalam ruang dan topik rtertentu.mahasiswa cendrung mengambil topik lokal dan ringan tidak mencoba mengambil toipik yang menyeluruk ke sosial dan politik. Gerakan mahasiswa tetap ada namun tidak ada musuh bersama yang menyatukan kata amal.
   Menurut pengajar sosiologi UGM Arie Sudjito, kejayaan mahasiswa di masa lalu tidak perlu di dirometasisasi berlebih-l;ebihan agar tidak kontra produktif. Saat ini pergerakan mahasisdwa tidak sepenuhnya tidur,tantangan saat ini adalah menjaga idialisme dan kepedulian sosial seglintir mahasiswa serta mengelola kegelisahan itu menjadi isu dan dasar perju7angan yang kongkret.
  Hariman Siregrar aktivis mahasiswa tahun 1974,dalam Gerakan mahasiswa pilar ke lima demokrasi. Menulis mahasiswa janagn di jadikan “tawanan masa lalau” namun di bebaskjan namun dibiarkan mencari gagasan dan ide yang kreaatif dengan dasar idialisme,kebranian dan prinsip perubahan yang dipekikkan dahulu.
   Memeang setiap masa dan zaman memiliki tantangan dan cara pergerakan yang berbeda, mahasiswa dan pemuda di tuntut terus membenahi diri agar dapat meng awal demokrasi ,sosial dan politik  ter selengara sesuai cita citya yang dulu pernah di inginkan para pendahulun dan pendidri bangsa.
Kekurangan artikel.
 Penulis terlalu menguankan bahasa–bahasai aktivis seperti aktivisme,pekikan,pragmatis tanpa ada penjelasan lebih lanjut, bagi para pembaca awam bahasa-bahasa tersebut mungkin sulit dipahami.
Kelebihan artikel.
Penulis menceritakan detail pergerakan mahasiaswa di sertai sejarah singkat dari masa ke masa yang membangkitkan ingatan pembaca akan pergerakan mahasiswa dan kaum muda saat itu. Men jadi pengingat dan semangat baru bagi pemuda dan mahasiswa kini agar terus mengawal demokrasi,politik dan sosial yang terus berkwmbang pada masa kemasa.
Judul artikel:simpang jalan gerakan mahasiswa.
Kompas,agnes theodora dan susin ivvati hal 4:kamis 8 juni 2017
Diresensi oleh asep singgih wijanarko 10 juni 2017

0 comments:

Post a Comment