10.6.17

Resensi Artikel - RIMBUN SAYUR YANG MENGUBAH CITRA KAMPUNG





Resensi Artikel            : Rimbun Sayur Yang Mengubah Citra Kampung
Nama                           : Yusuf wardana
NIM                             : 163104101130
Judul Artikel                : Rimbun Sayur Yang Mengubah Citra Kampung
Penulis                         : Irma Tambunan
Penerbit                       : Kompas
Tanggal Terbit             : Rabu,7 juni,2017

Ratusan batang sawi sendok atau pakcoi di pekarangan rumah Kultum (47) belum memasuki panen.Namun semua sudah habis di pesan.Dalam pekan ini saja,dua kali pedagang sayur menyambanginya.Ternyata laris.Banyak yang sudah antri memesan hingga panen berikutnya,”ujar Kultum,Selasa(30/5).
Hamparan sayur dalam pot-pot kecil dari minuman dari gelas minuman bekas itu memang tampak menggoda.Daunnya lebar dan hijau segar.Dengan metode hidroponik,tanaman tidak hanya tumbuh sehat, tetapi juga lebih cepat. Dalam 25 hingga 30 hari,pakcoi sudah bisa di panen.Sementara dengan penanaman konvensional di atas tanah dibutuhkan waktu 35 hari.
Nilai jualnya pun lebih tinggi.Pasar swalayan di Kota Jambi menjual pakcoi biasa seharga Rp 30.000 per kilogram,sedangkan pakcoi hidroponik Rp 40.000 per kilogram. Sayuran di pekarangan Kultum laris di pesanuntuk memasok sejumlah pasar swalayan besar.
Hidroponik popular belakangan di tengah kondisi kian menyusutnya lahan pertanian.Selain Kultum, ada sekitar 30 keluarga di Kampung penyengat rendah, kecamatan Telanipura, Kota Jambi, yang menjalankan pertanian itu.
Dalam artikel ini dapat simpulkan bahwa pada era kemajuan zaman ini manuasia  bisa mencari terobosan baru yang lebih efesian di dalam pertanian.Dengan adanya metode hidroponik, kualitas tanaman menjadi lebih baik,tanaman tidak hanya tumbuh sehat,tetapi juga lebih cepat di banding penanam konvensional di atas tanah dan harganya pun lebih mahal,sehingga lebih menguntungkan.
Dalam artikel ini penulis hanya menjelaskan keungulan-keunggulan metode hidroponik dan tidak menjelaskan proses bagaimana metode hidroponik tersebut,sehingga terlihat sangat mudah sekali.Penulis tidak menjelaskan hambatan-hambatan apa saja yang di hadapi petani dengan metode hidroponik

0 comments:

Post a Comment