9.6.17

PERAN KELUARGA DALAM KASUS BUNUH DIRI ANAK DAN REMAJA

PERAN KELUARGA DALAM KASUS BUNUH DIRI ANAK DAN REMAJA

Deliana Vicria Nurachyani
153104101096
Psikologi Abnormal
   
     Bunuh diri yang dilakukan oleh anak dan remaja, dikhawatirkan berkembang menjadi perilaku yang fenomenal.  Maris (Kendall dan Hemman, 1998) mengemukakan beberapa faktor risiko bunuh diri berasal dari kondisi keluarga yang tidak baik. Terlebih, jika bunuh diri dilakukan oleh anak dan remaja. Kondisi psikologis anak dan remaja banyak tergantung pada kondisi keluarga yang memberikan pola pendidikan anak sejak masih kecil. Kondisi keluarga yang bagaimanakah yang ada dalam kasus bunuh diri yang pelakunya adalah anak dan remaja ?

Munculnya masalah yang dihadapi oleh remaja bisa dipastikan oleh sebab-sebab yang bersifat eksternal yaitu lingkungan sosialnya. Bunuh diri misalnya, selalu ditimbulkan oleh kondisi ekstrim lingkungan hidup remaja pelaku bunuh diri (Clarke-Stewart, dan Koch, 1983). Bahkan lebih dijelaskan lagi oleh Clarke-Stewart dan Koch (1983) bahwa kasus bunuh diri pada remaja berkaitan dengan tekanan keluarga, sekolah dan lingkungan sosial lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa semua subjek selalu mendapatkan tekanan dari lingkungan sekitar, baik yang berasal dari sekolah dan kelompok atau dari lingkungan keluarga. Tekanan ini membuat subjek mencoba mengatasi dengan berbagai cara, di antaranya adalah melarikan diri dari lingkungannya. Subjek cenderung menjadi tertutup dan pendiam. Semua subjek dalam penelitian ini menunjukkan kecendeungan ini.
Penyebab dari depresi banyak berkaitan dengan kondisi keluarga (Kendall dan Hammen, 1998). Rupanya keluarga dapat menjadi peredam adanya depresi yang mungkin dialami oleh seseorang. Keluarga dijadikan pelindung emosional bagi seseorang. Karena depresi menjadi penyebab utama dari perilaku bunuh diri, maka pastilah ada sesuatu yang buruk dalam keluarga sehingga tidak mampu memberikan perlindungan emosional bagi anaknya. Akibatnya, anak akan merasa tidak memiliki pelindung yang memberi dukungan sosial pada saat menghadapi persoalan. Pola hubungan keluarga juga sangat menentukan munculnya kondisi tanpa perlindungan tersebut di atas. Oleh Coleman dkk (1986) pola keluarga itu disebut sebagai struktur keluarga yang cenderung menghasilkan anak yang kurang mampu menghadapi stres.
Dari berbagai jenis pendapat dari beberapa teori para tokoh yang mengemukakakan bahwa penyebab bunuh diri pada remaja selain subyek mengalami depresi pada dirinya namun juga faktor keluarga, dimana didalam keluarga tersebut tidak bisa menjadi perendam dan juga pelindung emosional sang anak. Keluarga berperan penting dalam perilaku bunuh diri anak dan remaja, melalui dua jalur. Pertama, kondisi keluarga yang buruk menyebabkan anak dan remaja mudah mengalami depresi. Kedua, keluarga merupakan benteng terakhir bagi anak dan remaja untuk menghadapi problem dan tekanan sosial. Dukungan keluarga yang cukup mampu menjadi pelindung menghadapi tekanan dan masalah yang dihadapinya. Ketika pelindung terakhir ini, yaitu keluarga tidak kuat, maka bunuh diri dianggap menjadi jalan keluar satu-satunya.
Oleh karena itu, Perlunya pembentukan keluarga yang lengkap, terutama pada masa kecil anak. Keluarga menjadi fondasi utama dan juga menjadi peredam dan pencair dari masalah yang dihadapi oleh anak dan remaja agar dapat mencegah terjadinya perilaku bunuh diri pada remaja.

Daftar Pustaka  :
Anam, Choirul. 2013 . Peran Keluarga Dalam Kasus Bunuh Diri Anak Dan Remaja. Jurnal.      Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

0 comments:

Post a Comment