10.6.17

GAMBARAN KARAKTERISTIK PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MEMILIKI SAUDARA KANDUNG SKIZOFRENIA



GAMBARAN KARAKTERISTIK PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA
PEREMPUAN YANG MEMILIKI SAUDARA KANDUNG SKIZOFRENIA

Oleh : Subur Triyono
 ( 16.310.410.1119 )
 Psikologi Abnormal
Memiliki saudara kandung yang mengalami skizofrenia bukanlah hal yangmudah. Peristiwa tersebut dapat memengaruhi seluruh anggota keluarga danmenimbulkan beban mental maupun finansial
Skizofrenia adalah gangguan mental yang sangat berat. Gangguan ini ditandai dengan gejala-gejala positif seperti pembicaraan yang kacau, delusi, halusinasi, gangguan kognitif dan
persepsi; gejala-gejala negatif seperti avolition (menurunnya minat dan dorongan),
berkurangnya keinginan bicara dan miskinnya isi pembicaraan, afek yang datar, serta
terganggunya relasi personal (Gabbard dalam Arif, 2006).Skizofrenia menyebar secara merata kurang dari 1% dan sama-samamempengaruhi pria dan wanita (Neale, Davison, & Kring, 2004). Keluargamerupakan orang-orang yang terkena langsung dampak kehadiran skizofrenia dalamsistem mereka (Arif, 2004). Penderitanya pun sering dikucilkan, ditakuti, bahkandimusuhi (Wiramihardja, 2004). Selain itu, skizofrenia merupakan gangguan yang
dapat berlangsung seumur hidup penderitanya, sehingga dapat menimbulkan bebanfinansialdan emosional yang berat dan berkepanjangan bagi keluarga (Arif, 2004).Penyesuaian diri adalah modifikasi dari sikap dan perilaku untuk memenuhituntutan hidup secara efektif, seperti membina relasi sosial, menerima keadaan stresatau situasi problematis (Corsini, 2002). Tiap orang mempunyai cara-carapenyesuaian diri yang khusus, yang tergantung dari kemampuan-kemampuan yangdimiliki, pengaruh-pengaruh lingkungan, pendidikan, dan bagaimana iamengembangkan dirinya (Slamet & Markam, 2003). Ada sebagian orang menyesuaikan diri terhadap lingkungan sosial tempat ia dapat hidup dengan sukses,sebagian lain tidak sanggup melakukannya, sehingga akan menghambat penyesuaian
dirinya (Sobur, 2003). Padahal orang yang dapat menyesuaikan diri dengan baik ialah
orang yang dapat mengatasi permasalahan dan kekecewaan-kekecewaan dalamhidupnya tanpa stress berlebihan dan lebih bersifat progresif, yaitu menunjukkankemajuan positif dalam permasalahannya. Sebaliknya, salah satu kriteria yangmendukung bahwa individu dapat dikatakan mengalami masalah dalam penyesuaiandiri, yakni mengalami ketidaknyamanan secara personal, individu tersebut secarajelas terlihat tidak bahagia, tidak dapat bekerja, dan tidak dapat menyelesaikan hallainnya (Fernald, 1997). Selain itu, menurut Ali dan Asrori (2004) remaja yangmempunyai penyesuaian diri yang baik adalah remaja yang telah belajar bereaksiterhadap dirinya dan lingkungannya dengan cara-cara yang matang, efisien,
memuaskan, dan sehat, serta dapat mengatasi konflik mental, frustrasi, kesulitanpribadi dan sosial tanpa mengembangkan perilaku simptomatik dan gangguanpsikosomatik yang mengganggu tujuan-tujuan moral, sosial, agama, dan pekerjaan.Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri seseorang diantaranya keadaan fisik dan faktor keturunan, perkembangan dan kematangan, faktor
psikologis, pengalaman belajar, dan keadaan lingkungan (Gunarsa & Gunarsa, 2003).

Sesuai dengan konsep dan prinsip-prinsip penyesuaian diri yang ditujukan kepada dirisendiri, orang lain, maupun lingkungannya maka karakteristik penyesuaian dirimenurut Sunarto dalam Ali dan Asrori (2004) yaitu: (1) Mula-mula individu, di satusisi, memiliki keinginan untuk memperoleh makna dan eksistensi dalamkehidupannya dan di sisi lain mendapat peluang atau tuntutan dari luar dirinyasendiri. (2) Memiliki kemampuan menerima danmenilai kenyataan lingkungan di88
luar dirinya secara objektif sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan rasional danperasaan. (3) Dapat bertindak sesuai dengan potensi kemampuan yang ada padadirinya dan kenyataan objektif di luar dirinya. (4) Mampu bertindak secara dinamis,luwes, dan tidak kaku sehingga menimbulkan rasa aman tidak dihantui olehkecemasan atau ketakutan. (5) Dapat bertindak sesuai dengan potensi-potensi positifyang layak dikembangkan sehingga dapat menerima dan diterima lingkungan, tidakdisingkirkan oleh lingkungan maupun menentang dinamika lingkungan. (6) Memilikikesanggupan merespons frustrasi, konflik, dan stres secara wajar, sehat, danprofesional, dapat mengontrol dan mengendalikannya sehingga dapat memperolehmanfaat tanpa harus menerima kesedihan yang mendalam.Berkenaan dengan penyesuaian diri dan tugas perkembangan, Papalia, Olds,dan Feldman (2004) kemudian mengatakan bahwa tugas perkembangan remaja diantaranya, mengalami perubahan fisik secara besar-besaran yaitu munculnya masapubertas, menghasilkan kedewasaan, dan bergaul dengan teman sebaya. Di sampingitu, adanya perubahan yang terjadi dalam waktu yang singkat pada remaja berpotensimenimbulkan masalah dalam penyesuaian diri (Gunarsa, 2004). Berdasarkan uraiandi atas, seorang remaja dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dalam menjalankantugas-tugas perkembangan yang dihadapinya. Kondisi tersebut dapat menjadikompleks ketika pada satu sisi juga mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa
mereka memiliki dan berinteraksi dengan saudara kandung yang mengalamiskizofrenia.

Lebih lanjut, Ibrahim (2002) mengungkapkan bahwa remaja perempuanakan berusaha keras untuk mampu menyesuaikan diri dan memenuhi tuntutanlingkungan mereka, salah satunya dengan membina hubungan akrab sesama temansebaya sebagai penyaluran ketika mereka mengalami konflik.Memiliki saudara kandung seorang skizofrenia bukanlah hal yang mudah.Menurut Jones dan Hayward (2004) memiliki anggota keluarga yang menderitaskizofrenia dapat menyebabkan timbulnya stres pada seluruh anggota keluarga.
Selain itu, studi yang ada selama ini kebanyakan membahas mengenai peranan orangtua penderita skizofrenia, padahal dukungan dari saudara kandung juga sangatberperan penting bagi penderita skizofrenia (Stalberg, Ekerwald, & Hultman, 2004).Terkait dengan relasi antar saudara kandung, Priatna dan Yulia (2006) mengatakanbahwa setiap individu belajar untuk bergaul, bersosialisasi, dan menyesuaikan diritermasuk dengan saudara-saudara sekandungnya.penyesuaian diri yang dialami oleh remaja perempuan yang memiliki saudarakandung skizofrenia.
karakteristikpenyesuaian diri dengan cukup baik, berkenaan dengan memiliki saudara kandung yang memiliki gangguan skizofrenia. kehidupan mereka cukup terpengaruh dengan memiliki saudara kandung skizofrenia.Dalam kehidupan sehari-hari, mereka mengatakan tidak bisa secara leluasamelakukan aktivitasnya seperti belajar dan berinteraksi bersama kakaknya di rumah.
Dan meraka memikirkan masa depankakaknya yang mengalami skizofrenia.sertta adanya  kekhawatiran akan nasib saudara kandungnya apabila orang tuamereka sudah tidak ada.



DAFTAR PUSTAKA
Ali, M. & Asrori, M. (2004). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik. Jakarta:
Bumi Aksara.
Arif, I.S. (2004). Object relations family therapy. Dari anak sampai usia lanjut:
bunga rampai psikologi perkembangan. Disunting oleh Singgih D. Gunarsa.
Jakarta: Gunung Mulia.
Arif, I. S. (2006). Skizofrenia memahami dinamika keluarga pasien. Bandung:
Refika Aditama.
Corsini, R. J. (2002). The dictionary of psychology. New York: Brunner-Routledge.
Fernald, D. (1997). Psychology. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Gunarsa, S. D. & Gunarsa, Y. D. (2003). Psikologi perawatan. (Cetakan ke-4).
Jakarta: Gunung Mulia.
Gunarsa, S. D. & Gunarsa, Y. D. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja.
(Cetakan ke-11). Jakarta: BPK Gunung Mulia.



                        


0 comments:

Post a Comment