25.5.17

PSIKOLOGI SOSIAL " MAHASISWA VS DEMONTRASI "

MAHASISWA VS DEMONTRASI

NINGNURANI , PSIKOLOGI,16 ( 1146 )

Mahasiswa adalah orang yang belajar diperguruan tinggi,baik di universitas, institut atau akademi.
menyandang gelar mahasiswa merupaka suatu kebangaan sekaligus tantangan.Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.

Mahasiswa sebagai " agent of change " ( adalah mahasiswa yang melakukan perubahan ) baik perubahan dilingkungannya, negara atau bahkan perubahan untuk kampusnya. Mahasiswa memang punya " power " untuk melakukan perubahan yang menurut mereka bertentangan dengan apa yang dilihat, dirasa dan dikendaki. tapi  " perubahan semacam apakah " yang 
diinginkan oleh mahasiswa untuk lingkungannya, terutama untuk kampusnya. 


Sebagai mahaiswa yang meng-inginkan perubahan, hendaklah arif, dan bijaksana didalam melakukan " gerakan mengin-inginkan perubahan ". bertindak realistis, mengeyampingkan ego dan kepentingan kelompok adalah jalan yang bijak dan  terhormat. Karena apapun alasannya, tujuan utuma orang tua " menitipkan kita menuntut ilmu di sebuah universitas adalah dengan tujuan agar kita sebagai mahasiswa dan anak, bisa membanggakan orang tua dengan pendidikan yang kita tempuh. Orang tua tidak pernah menginginkan jika suatu saat kita menjadi mahasiswa dengan status " D.O ", karena suatu fanatinisme kita akan adanya gerakan perubahan yang kita inginkan. 

" Moral Force " adalah mahasiswa yang mempunyai  moral yang baik. Moral yang baik akan tercipta karena pengaruh heriditas dan lingkungan. Tetapi manusia yang memunyai mental yang sehat adalah manusia yang selalu bisa mempertahankan moral yang baik yang sudah dimilkinya, walaupun lingkungan berpengaruh besar terhadap pembentukkan moralnya. Menurut Alfred Adler, apa yang dilakukan manusia saat ini adalah hasil dari pengalaman masa lalu.

" Social Control " mahasiswa itu pengontrol kehidupan sosial. Contoh : mengontrol kehidupan sosial di lingkungan kampus.Baik tidaknya kampus, tergantung juga kepada kontrol sosial mahasiswa. Mahasiwa yang sering disebut sebagai insan intelektual, haruslah dapat mengimplementasikan hal tersebut dalam kehidupan nyata.Dalam arti, mahasiswa harus menyadari sepenuhnya dan menyadari betul bahwa fungsi dasar mahasiswa adalah bergelut dengan ilmu pengetahuan dan memberikan perubahan yang baik dengan intelektualitas yang ia miliki selama menjalani pendidikan.

Segala bentuk ketidaknyamanan, atau apapun juga hal yang kita anggap tidak sesuai dengan presepsi kita itu dimanapun ada. Entah itu dalam keluarga, teman, atau bahkan tempat kita menuntut ilmu. Bukankah di dunia ini memang hanya ada 2 hal. Enak dan tidak enak. Kita memang terjebak oleh suasana yang menurut kita tidak enak, tapi bukankah mahasiswa yang cerdas itu bisa memnfaatkan ketidak enakkan itu menjadi sebuah prestasi, bukan menjadikan sebuah demontrasi.

Demontrasi menurut KBBI adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara masal. Apa sebetulnya makna demontrasi yang mahasiswa inginkan? Protes semacam apakah yang kita inginkan sebagai mahasiswa. Protes dengan cara berteriak - teriak, mengancam, menyegel semua fasilitas kampus, protes dengan cara menganggu mahasiswa lain yang benar - benar mempunyai niatan belajar dengan tulus, mengintimidasi teman - teman mahasiswa yang tidak mau diajak kerjasama untuk melakukan protes?
 
Tidak ada yang melarang kita melakukan protes atau semacamnya, tapi ingatkah kita ada banyak mahasiswa diluar sana yang benar - benar merasakan beratnya mencari uang untuk membayar kuliah, mahasiswa yang menginkan kuliahnya sukses, lulus dengan cepat, dan mendapat ilmu seperti yang telah dicitakan dan yang menjadi tujuannya. 

Pernahkan terbayangkan dan terfikirkan oleh para  peng -ingin  perubahan itu bagaimana kecewanya para mahasiswa yang punya tujuan kuliah dengan serius, yang tiba - tiba di bentak - bentak, diintimidasi dan melihat kampus di segel yang katanya " memperjuangkan hak kita semua ". Hak semacam apa yang kalian janjikan? kami hanya ingin sederhana " Hak untuk kuliah, menuntut ilmu, masuk kuliah dan kekampus tanpa adanya rasa kecewa dan harus melihat berbagai aksi yang sangat tidak nyaman bagi kami. Pernahkan kalian merasakan susahnya kami, capeknya kami, setiap kali ke kampus tak jarang kita menelan kepahitan dan sekali lagi kekecewaan, karena kelas terpaksa dikosongkan, akibat adanya protes dari mahasiswa yang mengingikan perubahan itu. Berapa uang yang harus kami bayarkan, berapa waktu yang terbuang, berapa jauh jarak yang kita tempuh, untuk sebuah cita - cita kami.

Protes tanpa menganggu aktivitas mahasiswa lain, itu yang sangat kami harapkan. Beda pendapat boleh, mengingikan perubahan juga tidak salah, tetapi alangkah terhormatnya kita sebagai mahasiswa jika melakukan itu semua dengan cara elegan, contohnya : biasakan berdiplomasi dan berdiskusi untuk mencapai kata mufakat. Bukankah kita lahir dan dibesarkan dinegara yang demokratis? 

kami terpaksa harus melakukan perkuliahan di luar kampus, hanya untuk satu tujuan " menuntut ilmu dan tidak ingin ketinggalan materi " ( @ LL cafe, rabu, 24/5/17 : 16.30 - 21.00 )
 referensi :
 http://kbbi.web.id/demonstrasi ( 25/5/17:11.00 am )
 http://pamuncar.blogspot.co.id/2012/06/definisi-peran-dan-fungsi-mahasiswa.html ( 25/5/17 :10.45 am )

 


0 comments:

Post a Comment