21.4.17

RESENSI ARTIKEL : MERINDUKAN KETELADANAN ETIS PEMIMPIN



RESENSI ARTIKEL :MERINDUKAN KETELADANAN ETIS PEMIMPIN
OLEH :PAULINUS YAN OLLA


NURUL WIDIASTONI
16 310 410 1152

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA

Pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai demokrasi di Indonesia yang kebablasan menuai reaksi dariberbagai kalangan. Alih-alih menjernikan praktik demokrasi ruang publik malah semakin di taburi suasana saling menyudutkan. Tanpa disertai label pernyataan dari pengamat tertentu. Praktik penyelewengan demokrasi memang terjadi di indonesia yang menjadikan indonesia di nobatkan sebagai the economist,negara yang cacat demokrasinya (baca: flawed democracy).
Wacana demokrasi kebablasan sejatinya mengungkapkan situasi keterpurukan niai-nilai publik yang telah di derita secara akut oleh bangsa ini. Di negeri ini semakin jarang di temukan pengorbanan pribadi demi kepentingan-kepentingan bangsa yang lebih besar bagi kesejahtraan bangsa. Kepentingan bangsa dan rakyat sering di blenggu oleh kepentingan kelompok melalui mobilisasi kekuatan masa yang berbaju SARA.
Kelebihan dari artikel ini adalah memberitahukan kepada masyarakat umum tentang kondisi negara yang krisis akan pemimpin-pemimpin yang memberikan keteladanan yang baik. Pemimpin yang menjadi pemersatu bangsa dan panutan rakyat, bukan pemecah belah bangsa. Adanya keberanian mengkritik pemerintah dengan suatu kritikan yang membangun. Dan kata-kata yang di gunakan sangat baik sekali. Di dalam mengutarakan ide atau opini penulis menyertahinya dengan teory-teory.
Kelemahan dari artikel ini adalah terlalu mengkritik pemimpin padahal pemimpin di negeri ini juga banyak yang sesuai dengan demokrasi dan nilai-nilai etis. Bukan hanya mengkritik tetapi harus di butuhkan  kerja sama semua pihak yang saling berkaitan. Mendukung pemerintah demi majunya negara tercinta ini.

Sumber : Kompas, Senin, 13 Maret 2017, hal 7

0 comments:

Post a Comment