20.4.17


OBSESSIVE COMPLUSIVE DISORDER (OCD)

DELIANA VICRIA NURACHYANI
153104101096
PSIKOLOGI ABNORMAL

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah sebuah kondisi psikologis yang ditandai dengan perilaku pengulangan yang disebabkan oleh ketakutan atau pikiran yang tidak masuk akal. Seseorang yang didiagnosis menderita OCD mungkin tidak menyadari kalau obsesinya tidak masuk akal. Namun, ia akan merasa harus melakukan tindakan tertentu untuk meredakan stres akibat kondisi tertentu. Kondisi tersebut seringkali membawa rasa takut, dan meskipun ia telah berusaha untuk meredakan rasa takutnya, rasa takut itu semakin bertambah, sehingga menghasilkan sebuah tindakan yang dilakukan berulang-ulang.

Gejala obsesif yang paling umum terjadi adalah:
      o Rasa takut – seperti takut pada kotoran, kuman, api, atau kerusakan fisik

o   Ragu – ragu apakah suatu pekerjaan telah dikerjakan dengan benar, seperti mengunci pintu atau mematikan kompor
KASUS :

Robert percaya semua rumahnya terkontaminasi oleh kotoran yang meyebabkan Robert selalu ingin  menbersihkan dirinya berulang kali. Di mulai  dari kamar mandi. Dia tidak menyimpan bajunya dilemarinya tetapi dia menyimpannya di mesin cuci, dan biasanya dia tidak mau  memakai baju yang paling atas atau yang paling bawah karena terkontaminasi oleh kotoran , sehingga dia lebih memilih baju yang ada di tengah-tengah, dan baju yang terkontaminasi menurutnya akan di cuci kembali. Dia gelisah berat.  Dia ke kamar mandi , mamakai deodorant jika mencuci tangan, memakai gel, mencuci tangan memakai sikat, dia mencuci tangan , keluar pintu dan memegang gagang pintu  dia akan mencuci tangan lagi. akhirnya dia kehilangan pekerjaanya dan keluarganya selama OCD. Dia sempat mau bunuh diri karena tidak tahan dengan gangguan yang terjadi pada dirinya untungnya dia bisa diselamatkan.
KESIMPULAN :
            Mencari bantuan medis adalah hal terpenting bagi penderita OCD karena mereka memiliki kemungkinan untuk sembuh atau setidaknya untuk menikmati hidup dengan mengurangi gejalanya.
Jika tidak ditangani, perasaan tertekan dapat bertambah parah dan membuat penderita makin sulit untuk menghadapi OCD sehingga mengalami depresi. Tingkat depresi yang parah bahkan dapat memicu dorongan untuk bunuh diri.

Sumber :

0 comments:

Post a Comment