20.4.17

GANGGUAN MENTAL ORGANIK (KOGNITIF) DARI FILM A MOMENT TO REMEMBER

GANGGUAN MENTAL ORGANIK (KOGNITIF)
DARI FILM A MOMENT TO REMEMBER

DELIANA VICRIA NURACHYANI
153104101096
PSIKOLOGI ABNORMAL
Gangguan otak organik didefinisikan sebagai gangguan dimana terdapat suatu patologi yang dapat diidentifikasi (contohnya tumor otak. penyakit cerebrovaskuler, intoksifikasi obat). Sedangkan gangguan fungsional adalah gangguan otak dimana tidak ada dasar organik yang dapat diterima secara umum (contohnya Skizofrenia, depresi).
Delirium, dementia, gangguan amnesia, dan gangguan kognitif lainnya adalah gangguan yang sebelumnya digolongkan ke gangguan mental organik. Alzheimer merupakan salah satu bentuk gangguan yang disebabkan oleh demensia. Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit
yang sinonim dengan orang tua. Alzheimer biasanya mulai mengidap otak orang-orang berusia 65 tahun atau lebih. Namun belakangan ini sering ditemukan orang-orang yang usianya sangat muda, kurang dari 65 tahun justru telah mengidap penyakit ini.
A.    KASUS

Kim Su Jin, 30 tahun, anak seorang pengusaha bangunan di Korea,  dia bekerja sebagai desainer sebuah perusahaan terkenal di Korea. Pada usia tersebut dia mulai merasakan gejala-gejala awal dari gangguan demensia. Seperti ketika dia membeli minuman disebuah toko sepulang dari stasiun, dia lupa membawa minuman dan dompetnya setelah membayar di kasir. Kemudian, dia mulai lupa jalan untuk pulang ke rumahnya. Sebagai seorang desainer, dia harus selalu siap dengan peralatan menulisnya yaitu pensil. Suatu hari dia mengeluarkan pensil yang banyak dari dalam tasnya karena dia sering kehilangan pensilnya. Setelah dia mengenal Chai Chul Soo seorang karyawan di tempat ayahnya bekerja, dia mulai jatuh cinta dan berpacaran dengan Chai Chul Soo, kemudian keduanya berencana untuk menikah, akan tetapi rencana pernikahannya ditolak oleh ayahnya karena ayahnya tidak suka dengan Chai Chul Soo. Setelah itu dia menangis dan pingsan. Kemudian dia memeriksakan diri ke dokter spesialis otak di Korea, dan dokter itu menanyakan gejala apa saja yang dirasakan oleh Kim Su Jin. Dokter melakukan scan MRI dan CT. Kemudian dokter menanyakan tanggal berapa dia lahir, diapun susah dalam mengingat angka, dan dokter menanyakan umur adiknya, dan dia tetap tidak bisa mengingat dengan baik umur adiknya tersebut. Kemudian dokter menyuruhnya untuk menemuinya kembali minggu depan, dan Kim Su Ji lupa dengan saran dokter, dia menemui dokter 2 minggu setelah diagnosa pertamanya. Penyakit lupanya dari hari ke hari berkembang dengan cepat dan dia mulai lupa dengan semua hal. Contohnya saat dia masak, dia lupa bahwa dia masak dan meninggalkan dapur untuk mandi, dan saat dia mengelem kertas kemudian dia tinggal sebentar, dia lupa kertas itu telah dilem olehnya. Kemudia dari hasil analisa MRI dan PET scan, menyatakan bahwa ada protein tak lazim yang menggumpal di urat nadi otaknya yang mempengaruhi sel otak dan hal ini disebabkan oleh factor gen. Dokter mengatakan bahwa dia akan mengalami kematian mental sebelum kematian fisik, dan dokter memberinya obat untuk memperlambat proses kelupaan total yang menyerang otaknya. Dokter menyatakan bahwa dia terkena penyakit Alzheimer dan ingatannya akan terhapus total. Dokter memberinya berbagai pertanyaan seperti 18-13, natal jatuh pada tanggal berapa, kapan terakhir dia merayakan ulang tahunnya, tanggal berapa dia lahir, dan sebagainya. Akan tetapi dia tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Pertanyaan itu adalah proses diagnosa demensia. Kemudian ingatannya semakin hilang, dia tidak ingat lagi peristiwa 2 tahun lalu, dia tidak mengingat lagi dirinya, suaminya, dan kelurganya, dan diapun membuang air kecil disembarang tempat. Kemudian dia ditempatkan di suatu tempat rehabilitasi untuk penyakit Alzheimer. Namun terkadang dia bisa mengingat hal-hal yang ada pada dirinya, namanya, nama suaminya, bau suaminya, tempat pertama mereka bertemu meskipun hal itu terjadi hanya sementara dan kemudian ingatannya hilang kembali. Suatu ketika suaminya mengajak Kim Su Jin ke toko pertama kali mereka bertemu dengan adegan, suasana, bau yang sama, di toko tersebut hadir seluruh anggota keluarganya, dan hal ini membuat Kim Su Jin merasa terharu dan memori ingatannya hadir kembali untuk beberapa saat saja. (Dari film A Moment to Remember).

Analisis kasus
                Berdsarkan kasus di atas terdapatnya gejala demensia. Kim Su Jin sudah mengalami gejala demensia,seperti menurunnya daya ingat (sering lupa), dan kim Su Jin tidak bisa mengingat angka dengan baik, dia lupa tanggal lahirnya, lupa usia adiknya, tidak bias belajar dengan menghitung angka, dan sebagainya. Tidak ada gangguan kesadaran. Kim su Jin tidak pernah menderita gangguan kesadaran ketika melakukan aktivitas sehari-harinya, dia sadar apa yang dia lakukan, dia sadar ketika makan, mengerjakan pekerjaan rumah, bekerja di kantor, dia juga bersikap layaknya orang normal dalam menjalani aktivitas sehari-harinya.
Gejala dan stabilitas sudah nyata untuk paling sedikit 6 bulan. Kim Su Jin mulai merasakan lupa yang ringan pada usia 27 tahun kemudian kelupaan tersebut terus berkembang dan mulai terlihat gejala-gejala Alzheimer pada usia 30 tahun, dan dokter mendiagnosa Kim Su Jin dan menyatakan bahwa dia terkena penyakit Alzheimer.
Kim Su Jin termasuk orang yang mengalami demensia pada penyakit Alzheimer onset dini, dimana demensia ini terjadi sebelum usia 65 tahun. Kim su Jin mengalami demensia pada usia 30 tahun dan ini terjadi sebelum 65 tahun.

Kesimpulan
Penyakit Alzheimer merupakan penyakit keturunan atau gen dan tidak menular. Menurut diagnosa PPDGJ, kasus Kim Su Jin termasuk pada demensia pada penyakit Alzheimer onset dini karena demensianya sebelum usia 65 tahun, perkembangan gejala cepat atau progresif, adanya riwayat keluarga yang berpenyakit Alzheimer. Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer. Hanya ada beberapa hal yang dapat mengurangi risiko penyakit ini, seperti :
·         Menurunkan kolesterol dan homocysteine tingkat
·         Menurunkan tekanan darah tinggi.
·         Mengendalikan diabetes
·         Berolahraga secara teratur
·         Terlibat dalam kegiatan yang merangsang pikiran
·         Diet sehat sangat penting. Meskipun tidak ada diet khusus atau suplemen gizi telah ditemukan untuk mencegah atau membalikkan penyakit Alzheimer, diet seimbang membantu mempertahankan secara keseluruhan baik kesehatan.

Sumber :
Fauziah,Fitri dan Widury,Julianti.2008.”Psikologi Abnormal Klinis Dewasa”. Jakarta-      Indonesia .UI Press.

Maslim,Rusdi..2001.”Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ-III)”.   Jakarta.PT.Nuh Jaya.
    
Purwanto,2005.”Penyakit Alzheimer”.(online).http://indonesiaindonesia.com f/120301-diagnosa penyakit Alzheimer/.


0 comments:

Post a Comment