15.4.17

MELAKUKAN KUNJUNGAN KE RSJ GRASIA PAKEM YOGYAKARTA DAN MENGENAL PENDERITA WAHAM PADA PASIEN




MELAKUKAN KUNJUNGAN KE RSJ GRASIA PAKEM YOGYAKARTA
 DAN MENGENAL PENDERITA WAHAM PADA PASIEN
Suci Indah Permata Sari
163104101137
Psikologi Umum II

Observasi ini dilaksanakan pada hari Kamis, 13 April 2017, mulai dari pukul 07.30-12.00 WIB.  di RSJ Grhasia Pakem, Yogyakarta, tepatnya di Jl. Kaliurang Km.17 Yogyakarta. Adapun Wisma yang di observasi yaitu Wisma Nakula.
Dalam tugas ini, saya melakukan observasi ruangan pasien yang saya  jumpai di bangsal tersebut. Pada saat itu saya menuju ke Wisma Nakula dengan harapan saya melihat pasien yang ada di dalam Wisma tersebut. Ketika memasuki ruangan saya merasa sedih dan kasihan. Karena, yang ada di ruangan tersebut tidak hanya orang dewasa, tetapi  ada juga  yang masih remaja.
Dalam wisma ini ada beberapa pasien yang perilakunya berbeda-beda, dan dalam wisma ini juga di bagi menjadi lima ruangan. Ruangan pertama untuk pasien yang bisa dikatakan sudah mandiri, sedangkan ruangan yang kedua untuk pasien yang masih perlu di bimbing, ruangan ketiga yang belum ada perubahan, ruangan ke empat dan kelima itu sama masih perlu di bimbing juga.
Semoga para pasien yang ada di RSJ tersebut mendapatkan pengobatan, pendekatan dengan baik dan semoga cepat sembuh, sehingga bisa cepat pulang dan berkumpul dengan keluarga masing-masing. Dalam observasi kali ini, saya mengamati perilaku beberapa pasien yang ada di Wisma Nakula, yaitu :
1.       Termenung / melamun
2.       Berbicara sendiri
3.       Tidur
4.       Berhalusinasi
5.       Khawatir
Dalam Wisma Nakula ini ada beberapa pasien yang sudah bisa berkomunikasi dengan baik, sehingga memudahkan saya dalam melakukan observasi. Menurut pengamatan selama observasi, pasien yang ada di Wisma Nakula ada beberapa yang suka bercerita tentang apa yang membuat pasien senang, baik tentang keluarga maupun  temannya. Beberapa juga mampu mengungkapkan perasaan atau pun keinginan kepada petugas yang ada.
Didalam juga saya menemui 1 pasien dan saya mencoba memperhatikan perilaku pasien tersebut. Tidak lama ada perawat didalam mengatakan bahwa pasien yang saya perhatikan itu menderita “WAHAM”. 
Waham merupakan salah satu gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas adalah ketidakmampuan pasien menilai dan berespons pada realitas. Pasien tidak dapat membedakan rangsangan internal dan eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. Pasien tidak mampu memberi respons secara akurat, sehingga tampak perilaku yang sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.
Gangguan orientasi realitas disebabkan oleh fungsi otak yang terganggu yaitu fungsi kognitif dan isi fikir; fungsi persepsi, fungsi emosi, fungsi motorik dan fungsi sosial. Gangguan pada fungsi kognitif dan persepsi mengakibatkan kemampuan menilai dan menilik terganggu. Gangguan fungsi emosi, motorik dan sosial mengakibatkan kemampuan berespons terganggu yang tampak dari perilaku non verbal (ekspresi muka, gerakan tubuh) dan perilaku verbal (penampilan hubungan sosial). Oleh karena gangguan orientasi realitas terkait dengan fungsi otak maka gangguan atau respons yang timbul disebut pula respons neurobiologik.
Ada beberapa gejala yg dialami oleh pasien yang menderita waham yaitu :
1.       Pasien  mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang agama, kebesaran,kecurigaan, keadaan dirinya berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan
2.       Pasien tampak tidak mempunyai orang lain
3.        Curiga
4.       Bermusuhan
5.       Merusak (diri, orang lain, lingkungan)
6.       Takut, sangat waspada
7.       Tidak tepat menilai lingkungan/ realitas
8.       Ekspresi wajah tegang
9.       Mudah tersinggun

      Dalam observasi kali ini banyak sekali informasi dan manfaat yang didapatkan oleh para mahasiswa di RSJ tersebut. Karena mahasiswa dapat menerapkan teori yang didapat pada perkuliahan dalam praktik pendekatan dengan pasien.

Kesimpulan :
Psikologi umum adalah suatu ilmu yang mengambil lingkup kajian pada penhayatan dan tingkah laku individu secara umum, artinya mencakup semua tingkatan usia semua jenis kelamin, kelompok, suku bangsa, ras, dan semua fase perkembangan psikologis manusia.

Waham adalah keyakinan yang salah dan menetap dan selalu dikemukakan berulang-ulang. Waham adalah keyakinan tentang suatu isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataannya atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya, biarpun dibuktikan kemustahilannya.

0 comments:

Post a Comment