20.4.17

Kenakalan remaja ditinjau dari pergaulan sosial




Kenakalan remaja ditinjau dari pergaulan sosial
Suci Indah Permata Sari
163104101137
Psikologi Sosial

Masalah kenakalan remaja ini semakin di rasakan meresahkan masyarakat ,terutama pada masyarakat yang berdosimili dikota besar seperti kota yogyakarta ini. Keberadaan kenakalan anak remaja saat ini merambah segi-segi kriminal dan menyalahi kententuan yang termasuk didalamnya undang-undang hukum pidana (KUHP) atau perundang-undangan pidana diluar KUHP, misalnya undang-undang narkotika.
Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak dan dewasa. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh para remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya. Pada era zaman sekarang perilaku anak remaja sudah melebihi batas normal, banyak anak-anak SMP bahkan anak SD sekalipun banyak memperlihatkan kenakalannya, seperti merokok, mencuri orangtua, bahkan ada juga mengenal dunia narkoba serta dunia seks.
Artikel ini ditulis bertujuan untuk memaparkan bagaimana dampak kenakalan anak remaja didalam keluarga, pendidikan dan pergaulan serta faktor penyebab terjadinya kenakalan anak remaja  dan upaya penanggulangan kenakalan anak remaja.
Kenakalan remaja memiliki sifat psikis, interpersonal, antarpersonal dan kultural sebab prilaku kenakalan selalu berlangsung dalam konteks antarpersonal dan sosial-kultural (Kartono,2010). Individu menjadi faktor utama dalam memilih dan menentukan eksistensi dirinya dalam membentuk karakter agresif, asertif, atau pasif. Penelitian (Gillen,2003; Uyun & Hadi, 2005; Sert,2003; Marini&A ndriani,2005; Sikone, 2007; Puspitawati,2009) menunjukkan bahwa para remaja terjerumus kedalam hal negatif seperti tawuran, narkoba, seks bebas, salah satunya disebabkan oleh kepribadian yang lemah yaitu ketidakmampuan para remaja untuk bersikap asertif.
Dalam kondisi dinamis, gejala kenakalan remaja merupakan gejala yang terus menerus berkembang, berlangsung secara progresif sejajar dengan perkembangan teknologi, industrialisasi dan urbanisasi (Kartini Kartono, 1992:23). Dengan demikian kenakalan anak remaja merupakan gejala sosial yang terdapat di masyarakat umum. Bila ditelusuri secara mendalam perkembangan kenakalan remaja atau kenakalan sebagai gejala sosial banyak dipengaruhi oleh berbagai hal dalam kehidupan masyarakat, mulai dari lingkunganpaling kecil yaitu keluarga hingga masyarakat luas.
Sebagai unit pergaulan hidup kecil dalam masyarakat keluarga memiliki peranan-peranan tertentu(Soerjono Soekanto,2004), yaitu
a.         Keluarga berperan sebagai pelindung bagi pribadi-pribadi yang menjadi anggota, dimana ketentraman dan ketertiban diproleh dalam wadah tersebut.
b.      Keluarga merupakan unit social-ekonomis yang secara materil memenuhi kebutuhan anggota-anggotanya.
c.       Keluarga menumbuhkan dasar-dasar bagi kaidah-kaidah pergaulan hidup.
d.      Keluarga merupakan wadah dimana manusia mengalami proses sosialisasi.
Selanjutnya menurut Kumpfer dan Alvarado, faktor-faktor yag menyebab kenakalan remaja antara lain:
1.       Kurangnya sosialisasi dari orangtua ke anak mengenai nilai-nilai moral dan sosial.
2.       Contoh prilaku yang ditampilkan orang tua dirumah terhadap prilaku-prilaku anti-sosial.
3.       Kurangnya pengawasan terhadap anak.
4.       Rendahnya kualitas hubungan antara orangtua dan anak.
5.       Tingginya konflik dan prilaku agresif yang terjadi didalam lingkungan keluarga.
6.       Kemiskinan dan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
7.       Kurangnya disiplin yang diterapkan orang tua terhadap anak.
8.       Anak tinggal jauh dari orang tua dan tidak adanya pengawasan.
Oleh karena itu, diperlukan adanya upaya-upaya untukmenanggulangi prilaku tersebut. Ada beberapa hal yang dapat dilakukkan, diantaranya yaitu:
1.       Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baiksehingga mereka berhasil memperbaiki diri.
2.       Kemauan orang tua untuk membenahikondisi keluarga sehingg trcipta keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman bagi mereka.
3.       Kehidupan beragama keluaraga dijadikan salah satu ukuran untuk melihat keberfungsian sosial keluarga yang menjalankan kewajiban beragama secara baik,.
4.       Untuk menghindari masalah yangtimbul akibat pergaulan, selain mengarahkan untuk mempunyai teman bergaul yang sesuai, orang tua juga kehendaknya memberikan kesibukan dan mempercayakan tanggungjawab rumah tangga kepada si remaja.
5.       Orang tua hendaknya memberikan pengarahan agar anak memilih jurusan sesuai dengan bakat, kesenangan, dan hobi si anak.
6.       Mengisi waktu luang diserahkan kebijaksanaan remaja.
7.       Remaja hendaknya pandai memilih lingkungan pergaulan yang baik serta orang tua memberikan arahan di komunitas harus bergaul.
8.       Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman-teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai harapan.
Adapun beberapa sikap yang harusdimiliki orang tua terhadapanaknya yang mulai memasuki usia remaja menurut Nalland (1998) adalah:
1.       Orang tua perlu lebih fleksibel dalam bertindak dan berbicara, karena biasanya banyak orang tua yang jarang berkomunikasi dengan anak.
2.       Kemandirian anak diajarkan secara bertahap dengan mempertimbangkan dan melindungi mereka dari resiko yang mungkin terjasi karena cara berfikir yang belum matang.
3.       Remaja perlu diberikan kesempatan melakukkan eksplorasi positif yang memungkinkan mereka dapat pengalaman dan teman baru, mempelajari berbagai ketrampilan yang sulit dan memproleh pengalaman dan teman baru.
4.       Sikap orang tua yang tepat adalah sikap yang authoritative, yaitu dapat bersikap hangat, menerima, memberikan aturan dan norma serta nila-nilai secara jelas dan bijaksana.
Berdasarkan deskripsi diatas dapat kita simpulkan bahwa pada dasarnya remajaitu baik, akan teta[i mereka menghadapi bayak masalah yang kadang mereka tidak sanggup untuk mengatasinya sehingga terjadi penyimpangan prilaku yang disebut kenakalan. Dalam penanggulangan kenakalan remaja, kita perlu menggunakan pendekatan psikologis. Mulai dari pemahaman tentang kenakalan remaja dan mencari latar belakang terjadinya agar kita tidakmelihat tindakan tanpa mengetahu penyebabnya baik yang timbul akibat perubahan yang terjadi pada diri remaja maupun yang datang dari luar.
Oleh karena itu dalam penanggulangan kenakalan remaja bukan dengan hukuman atau ancaman tetapi dengan membantunya untuk mencari penyelesaian masalah dengan cara yang baik dan tidak bertentangan dengan hukum dan ajaran agama.
Keluarga juga mempunyai peranan penting dalam menciptakan ketentraman batin remaja. Dalam menghadapi kenakalan remaja orang tua yang bijaksana dapat memahami keadaan remaja dan membantunya mengatasi persoalan yang dihadapi

Daftar Pustaka
Kumpfer & Alfarado. (1964). The Psychology of Crime. New york: Columbi University.
Nalland. (1998). Delinquency, Situasional Inducement, and Commitment to Conformity, Social Problem.
Kartini Kartono. (1992). Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawli Pers

Soerjono Soekanto. (2004). Sosiologi Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.

0 comments:

Post a Comment