19.4.17

GANGGUAN MAKAN PADA REMAJA PEREMPUAN

ARTIKEL : GANGGUAN MAKAN PADA REMAJA PEREMPUAN
IRNANINGSIH (15 310 410 1089 )
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Penilaian diri pada remaja perempuan tentang kelebihan berat badan yang mereka miliki dan keinginan mereka untuk menjadi lebih kurus dan langsing mengarahkan remaja pada anggapan yang tidak realistis dan ini memungkinkan untuk munculnya perilaku gangguan makan (Grigg, Bowman, Redman, 1996). Dalam sebuah penelitian di dapatkan bahwa penilaian diri yang tidak puas dengan tubuh memiliki korelasi dengan peningkatan prevalensi terjadinya gangguan makan pada remaja perempuan (American Psyciatric Association,1994;Keel, Mitchell, Davis dan Grow, 2001;Mintz & Bentz 1986 dalam lokken,Ferraro, Kirchner, & Bowling 2003)
Salah satu gangguan makan yang dapat muncul yaitu Anorexia nervosa. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa konsep diri (self concept) dan penghargaan diri (self esteem) adalah sebuah konstruk yang memungkinkan menjadi penyebab munculnya gangguan perilaku makan. Rendahnya level penghargaan diri merupakan faktor penyebab yang utama terhadap onset terbentuknya anorexia nervosa dan gangguan perilaku makan yang lain (Casper,1998: Button & Warron,2002; Jacobi et al...2004 dalam Thrinh, Marsh & Halse.
masa remaja merupakan masa transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosio emosional (Santrock,2003).Pada perempuan perubahan fisik terjadi sepanjang masa pubertas. Percepatan pertumbuhan badan yang terutama nampak sebagai pertumbuhan panjang badan berlangsung dalam periode selama dua tahun. Periode ini berlangsung antara usia 11 dan 13 tahun dengan permulaanya selama 1 tahun dan puncaknya pada usia 14 tahun. Selain pertumbuhan tinggi badan terjadi pertambahan berat badan dan bertambahnya berat badan sekitar 8,3 kg pertahun. Umumnya terjadi saat umur 12,5 tahun dan berat badan mulai stabil setelah mengalami manarche.

Contoh kasus :
Seorang remaja putri yang berusia 13 tahun ingin melakukan diet ketat karena ingin terlihat cantik dan menarik.  Padahal hobinya hangout dan makan bersama teman-teman, Ia sangat tersiksa dengan diet yang ia lakukan. Lambat laun ia mencoba menikmati makanan yang rendah kalori dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi dan vitamin c seperti buah dan sayur. Setiap kali ia hangout dan makan bersama teman-temannya ia selalu memesan makanan yang rendah kalori dan memperbanyak sayur dan buah. Namun ketika ia keluar bersama teman-teman untuk menikmati makan bersama, ia mulai merasa sudah tidak ada lagi kenikmatan dalam hobi makan bersama teman-temannya. Ia justru merasa tersiksa dengan yang ia lakukan. Dan hobi yang ia miliki sudah tidak memberikan kesenangan lagi, justru menyiksanya.

pendapat pribadi :
Gangguan makan umumnya terjadi pada remaja perempuan yang melakukan diet karena ingin terlihat cantik dan menarik.

sumber : Journal.unair.ac.id/filerPDF/110810283_12v.pdf
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4257514521538113690#editor/target=post;postID=1892660351280762861

0 comments:

Post a Comment